Pramasastra Bahasa Arab (6)
Oleh aminuddin
D. Kata Ganti, Adverb, Inna dan Kawan-kawannya
I. Bahan Pelajaran :
a. Datang (berita) dari Damsyik akhir-akhir ini (sekarang) bahwa : (Jaa-a 'an dimasyqa alyauma anna).
b. Abdurrahman Azzam Pasya, Sekretaris ('Abduurahman 'azzamaa basyaa al amiina)
c. Jenderal (bagi) Liga Arab yang (Al' aamma lil jaami'atil 'arabiyyatil lazii)
d. mengunjungi Syiria baru-baru ini, ia berpidato di gedung (Zaara suuriyyata akhiiraa qad khataba fii daari)
e. Pertemuan Arab, mengatakan: "Bahwa (sesungguhnya ummat (An naadiil 'arabiyyi qaa-ilan innal ummata)
f. Arab yang mempunyai kemajuan /(kemuliaan) masa lampau (Al 'arabiyyatal latii lahaa majdun qadiim)
g. Telah gagal dalam perang Palestina karena kelemahannya dan tidak ada kesatuan (nya)." (Qad fasyilat fii harbi filasthiina lidha'fihaa wa'adami wahdatihaa).
__________
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kata kerja Jaa-a dalam kalimat ini (a) adalah kata kerja lemah dan akhirannya hamzah tanpa tempat.
Kata Dimasqa adalah kata diptote: berharkat rangkap dua. Alyauma - hari (arti harfiah) disini sebagai adverb waktu, karena itu seperti adverb lain kasusnya accusatif.
Anna semacam kata penghubung yang berarti bahwa. Ia selamanya terletak di awal kalimat nominal. Subject kalimat ini terletak di be lakang dan dalam kasus accusatif (fathah), dan predicatenya nomina tif (harkat dhammah).
2. Dalam kalimat ini kata 'abda menjadi subjectnya, yang didahului oleh Anna, karena itu dalam keada an accusatif. Tanda akhirannya berharkat fathah. Tidak memakai tanwin, karena definitif sebagai bagian pertama dalam construct phrase.
Kata Arrahmaan adalah adjective dengan bentuk Fa'laanun, tetapi ka ta ini ditulis dengan alif gantung saja.
Nama 'Azzaamaa accusatif sebagai keterangan (membatasi) kata 'Abda yang sama-sama accusatif juga. Ka ta-kata seperti ini harus berharkat akhiran sama dengan kata sebelum nya.
Kata Baasyaa (berharkat tetap) juga seperti kata sebelumnya dan Al amiinaa juga mengikuti 'Abda. Kasus ini dinamakan apposition.
3. Kata Al'aamma (c) jug adjective dari kata Al amiina. Bentuknya participle aktif Faa'ilun dari kata 'Amma ('amama <). Tasydid pada "mim" terjadi pada participle aktif.
Kombinasi Liljaami'ati terdiri dari kata perangkai Li .., dan kata san dang Al ..., definitif serta kata ben da Jaamu'ati. Hamzah washal kata sandang dihilangkan.
Allazii = kata ganti relatif masculin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Zaara suuriyyata akhiiran yang menjelaskan 'Abda. Kata ganti relatif hanya dipakai bila kata bendanya definitif.
4. Akhiiran dalam bentuk adjective Fa'iilun, disini sebagai adverb waktu karena itu accusatif.
Partikel Qad, bila terletak sebelum kata kerja perpect menyatakan: ke sungguhan aksi, sesungguhnya (ka dang-kadang tidak perlu diterje mahkan).
5. Qaa-ilan adalah adverb cara (keadaan) bagaimana dari kata kerja Khathaba terjadi, maka dia accusatif. Hal ini banyak dipakai dalam bahasa Arab dan dalam bentuk participle aktif.
Kata Qaa-ilan bentuk participle aktif Faa'ilun dari kata kerja lemah Qaala = berkata. Suku yang di teng ahnya diganti dengan hamzah dalam participle aktif. Participle aktif, walaupun kata benda, tetap mempunyai object seperti kata kerjanya.
Kalimat Inna .. Fasyalat, seluruhnya adalah object langsung dari parti ciple aktif Qaa-ilan.
Inna adalah partikel sebagai pem buka kalimat nominal. Subject ka limat tersebut dalam keadaan accu satif dan predicatenya nominatif, seperti kasus kalimat yang diawali dengan partikel Anna. Terjema hannya: sesungguhnya.
Al Ummatu adalah subject partikel Inna ...
6. Allatii kata ganti relatif feminin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Allatii lahaa majdun qadiim.
Kata ganti relatif yang penting adalah sebagai berikut :
Tunggal = Allazii (M) .. Allatii (F)
(Nominal
Dual = • Allazaani (M) .. Al
lataani (F) (nominal)
• Al lataini (M) .. Al
lazaini (F) (Acc.0)
Jamak = Alkaziina (M) .. Al
lawaatii (F) (nom.)
Kata-kata di bawah ini dipakai juga sebagai kata ganti relatif :
- Man ( dia yang)
- Maa (yang mana)
Partikel yang menyebabkan subject kalimat nominal accusatif dan pre dicatenya nominatif, yang dikata kan sebagai kawan-kawan Inna adalah sebagai berikut :
• Inna (sesungguhnya) ..
• Lakinna (tetapi) ...
• Anna (bahwa) ...
• Laita (akan begitu) ...
• Ka-anna (seolah-olah) ..
• La'alla (barangkali, mudah-mudahan) ...
• Li-anna (karena) ...
III. LATIHAN :
1. Dan dia menambahkan lagi (atas demikian) berkata : (Wazaada 'ala zaalika qaa-ilan)
2. "Bahwa ia menuntut kepada ketua (Innahu thalaba ilaa ra-iisii)
3. Panitia politik menggelar sidang (Al lajnatis siyaa siyyati 'aqda jalsati)
4. Segera untuk memikirkan urusan ini yang menyibukkan pikiran (per hatian) (bangsa) Arab selama (masa) yang panjang." (Haalan linnadzhari fii haazal amril lazii syaghala baalal 'arabi muddatan thawiilah).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Inna 'unwaana ra-iisi daulati amriika masyhuurun fil 'aalami.
2. Haazal 'unwaanu huwal baitul abyaadhu fil 'aashimah.
3. Inni ra-aitur ra-iisal yauma naazilan min ghurfatihi allatii fiil baitil abyadhi
4. Wazaha ilal madiinati qaashidan qabra amiiril bahril masyhuuri "du wii" (Dewey) haitsu khathaba 'an hubbi "duwi" liummatihi.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Al Azhar sekarang (hari ini) universitas tertua di dunia.
2. Hari ini saya pergi kesana guna menuntut ilmu yang luas.
3. Saya memasuki kamar Syekh, yang (dengan siapa) saya bertemu (dia) sebelumnya dan dia berkata kepada saya bahwa belajar bahasa Arab di Al Azhar lebih baik daripada belajar itu (bahasa Arab) di univer sitas mana pun di Amerika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar