Rabu, 01 Mei 2019

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (18)

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (18)

By aminuddin




78. Ayat 158 :

"Innash shafaa wal marwata min sya'aa-irillah. Faman hajjal baita awi'tamara falaa junaaha 'alaihi ayyaththawwafa bihima. Waman tathawwa'a khairan. Fainnallaaha syaakirun 'aliim."

(Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah (40). Maka barangsiapa yang beri badah haji ke Baitullah atau ber umrah, maka tidak ada dosa bagi nya (41) mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebijakan de ngan kerelaan hati, maka se sung guhnya Allah Maha Mensyukuri (42) kebaikan lagi Maha Menge tahui).


79. Ayat 159 :

"... Ulaa-ika yal'anuhumullaah .."

( ... mereka itu dilaknati Allah ..)


80. Ayat 161 :

"Innallaziina kafaruu wamaa tuu wahum kuffaarun. Ulaa-ika 'alaihim la'natullaahi wal malaa-ikati wannaasi ajma'iiin."

(Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya).


81. Ayat 164 :

"Inna fii khalqissamaawaati wal ardhi wakhtilaafillaili wannahaari wal fulkil latii tajrii fil bahri bimaa yanfa'un naasa wamaa anzalallaahu minassamaa'-i mimmaa-i faahyaabihil ardha ba'da mautihaa wabatstsa fiiha min kulli daabbah. Watashriifir riyaahi wassahaabil musakhkhari bainassamaa-i wal ardhi laayaati liqaumiy ya'qiluun."

(Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa ya ng Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (kebesaran dan keesa an Allah) bagi kaum yang memikirkan).








______
(40). Syiar-syiar Allah : tanda-tanda atau tempat bertaat kepada Allah SWT.

(41). Tuhan mengungkapkan dengan perkataan "tidak asa dosa" sebab sebagian sahabat merasa keberatan mengerjakan sa'i disitu, karena tempat itu bekas tepat berhala. Dan di masa jahiliyah pun tempat itu digunakan sebagai tempat sa'i. Untuk menghilangkan rasa keberatan itu Allah SWT menurunkan ayat ini.

(42). Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmatnya, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar