Senin, 20 Mei 2019

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (32)

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (32)

By aminuddin


157. Ayat 259:

" ... Qaala annaa yuhyii haazihillaahu ba'da mautihaa. Faamaatahullaahu mi-ata 'aamin tsumma ba'atsahu qaala kam labi-tsta. Qaala labitstu yauman aw ba'dha yaumin. Qaala bal labitsta mi'ata 'aamin fandzhur ilaa tha'aamika wasyaraabika lam yatasannah. Wandzhur ila himaarika. Walinaj'alaka aayatallinnaasu wandzhur ilaal 'idzhaami kaifa nunsyizuha tsumma naksuuha lahman. Falamma tabayyana lahu qaala a'lamu annallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."

(.. Dia berkata :"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah roboh?" Maka Allah mema tikan orang itu seratus tahun, kemu dian menghidupkannya kembali. Allah bertanya : "Berapakah lamanya kamu tinggal disini?" Ua menjawab : "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman : "Sebenarnya kamu telah tinggal disini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menu tupnya dennan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya  (bagaimaba Allah menghidupkan yang telah mati)  diapun berkata: " Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).

158. Ayat 260 :

" ...Qaala awalam tu-min. Qaala balaa walaakin liyatma-inna qalbii. Qaala fakhuz arba'atam minaththairi fashurhunna ilaika tsummaj 'al 'ala kulli jabalim minhunna juz-an tsummad 'uhunna ya-tiinaka sa'yan. Wa'lam annallaaha 'aziizun hakiim."

(... Allah berfirman : " Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menja wab: "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung-burung itu kepadamu, kemudian letakkanlah tiap-tiap seekor dari padanya atas tiap-tiap bukit (73). Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepada kamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).

159. Ayat 261 :

"Matsalullaziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillahi kamatsali habbatin anbatat sab'a sanaabila fii kulli sunbulatim mi-atu habbah. Wallaahu yudhaa'ifu limay yasyaa-u wallaahu waasi'un 'aliim."

(Perumpamaan (nafkah yang dike luarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (74) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir : seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetetahui).

160. Ayat 262 :

"Allaziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillahi tsumma la yutbi'uuna maa anfaquu mannawwalaa azaal lahum ajruhum 'inda rabbihim wa laa khaufun 'alaihim walaahum yahzanuun."

(Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka).














_____
(73). Menurut Abu Muslim Al Ashfahani pengertian ayat di atas ialah bahwa Allah memberi penjelasan kepada Nabi Ibrahim as tentang cara Dia menghidupkan orang-orang yang mati. Disuruh Nabi Ibrahim as mengambil empat ekor burung lalu memeliharanya dan menjinakkannya hingga burung itu dapat datang seketika, bilamana dipanggil. Kemudian, burung-burung yang sudah pandai itu, diletakkan di atas tiap-tiap bukit seekor, lalu burung-burung itu dipanggil dengan satu tepukan/ seruan, niscaya burung-burung itu akan datang dengan segera, walaupun tempatnya terpisah-pisah dan berjauhan. Maka demikian pula Allah menghidupkan orang-orang  yang mati yang tersebar di mana-mana, dengan satu kalimat cipta "hiduplah kamu semua" pastilah mereka itu hidup kembali.
Jadi menurut Abu Muslim sighat amar (bentuk kata perintah) dalam ayat ini, pengertiannya khabar (bentuk berita) sebagai cara penjelasan. Pendapat beliau ini dianut pula oleh Ar Razy dan Rasyid Ridha.
Sebagian ahli tafsir mengganti kata "jinakkanlah" dalam ayat dengan kata "potong-potonglah" dan kata "tiap-tiap seekor"mereka ganti dengan " tiap bagian" (dari burung yang telah dipotong itu). Karena dalam ayat ini terdapat kata "Shur" yang dalam bahasa arab dapat berarti jinakkanlah! atau potong-potonglah!

(74). Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pemba ngunan perguruan, rumah sakit, usaha penyeledikan ilmiah dab lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar