By aminuddin
166. Ayat 268 :
"Asysyaithaanu ya'idukumul faqra waya-murukum bil fahsyaa-i. Wallaahu ya'idukum maghfiratam minhu wafadhlaa. Wallaahu waasi'un 'aliim."
(Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadanya dan karunia (78). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui).
167. Ayat 269:
"Yu'til hikmata mayyasyaa-u ..."
(Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya ..).
168. Ayat 270 :
"Wamaa anfaqtum min nafaqatin aw nazartum min nazrin fainnallaaha ya'lamuhu ..."
(Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan (79), maka sesungguhnya Allah mengetahuinya ...).
169. Ayat 271 :
"... Wayukaffir 'ankum min sayyi-atikum. Wallaahu bimaa ta'maluuna khabiir."
(... Dan Allah menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesala hanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan).
170. Ayat 272 :
"Laisa 'alaika hudaahum walaakinnallaaha yahdii mayyasyaa-u. Wamaa tunfiquu min khairin falianfusikum. Wamaa tunfiquuna illabtighaa-a wajhillaah..
.."
(Bukanlah kewajibanmu menjadi kan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanja kan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah ...).
171. Ayat 273 :
"Lilfuqara-illaziina uhshiruu fii sabiilillaah ... Wamaa tunfiquu min khairin fainnallaaha bihii 'aliim."
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah ... Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui).
172. Ayat 275
"Allaziina ya-'kuluunarribaa laa yaquumuuna illa kamaa yaquumul lazii yatakhabbatuhusy syaithaanu minal mass. Zaalika biannahum qaaluu innamal bai'u mitslurribaa. Waahallallaahul bai'a waharra marribaa. Faman jaa-ahuu mau'idzhatum mirrabbihi fantahaa falahuu maa salaf. Wa amruhuu ilallaah. Waman 'aada fa-ulaa-ika ashhaabunnaar. Hum fiihaa khaaliduun."
(Orang-orang yang makan (meng ambil) riba (80) tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila (81). Keada an mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepada nya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (82) (sebelum datang larangan) ; dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya).
173. Ayat 276:
"Yamhaqullaahurribaa wayurbiishshadaqaati wallaahu la yuhibbu kullu kaffaarin atsiim."
(Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah (83). Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa (84).
174. Ayat 278 :
"Yaayyuhallaziina aamanuttaqullaaha wazaruu maa baqiya minarribaa in kuntum mukminiin."
(Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman).
175. Ayat 279 :
"Faillam taf'aluu fa-zanuu biharbim minallaahi warasuulih ..."
(Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ke tahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu ...).
176. Ayat 281 :
"Wattaquu yauman turja'uuna fiihi ilallaah ..."
(Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah ...).
______
(78). Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
(79). Nazar adalah janji untuk melakukan sesuatu kebaktian terhadap Allah SWT untuk mende katkan diri kepada-Nya baik dengan syarat maupun tidak.
(80). Riba itu ada dua macam : nasi-ah dan fadhl. Riba Nasi-ah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Sedangkan Riba Fadhl adalah penukaran lebih dari satu barang sejenis yang disya ratkan oleh orang yang menukarkan seperti mas, perak, gandum, beras dan garam. Riba yang dimaksud dalam ayat ini adalah Riba Nasi-ah yang berlipat ganda yang umum terjadi di masyarakat Arab zaman jahiliyah.
(81). Yakni orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan setan.
(82). Riba yang sudah diambil (dipu ngut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.
(83). Yang dimaksud dengan me musnahkan riba ialah memusnah kan harta itu atau meniadakan berkahnya. Sedangkan menyubur kan sedekah ialah memperkem bang harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
(84).Orang-orang yang menghalal kan riba dan tetap melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar