Minggu, 19 Mei 2019

Pramasastra Bahasa Arab (11)

Pramasastra Bahasa Arab (11)
Oleh Wak Amin




I. Kata Benda, Kata Benda Tempat dan Waktu, Penekanan dan Penge cilan


I. Bahan Pelajaran :

a. DR Thaha Husein seorang 'allamah (ulama besar) Mesir dan penulis terkenal (masyhur) (Adduktuur Thaha Husainun 'allamatu mishriyyu wakaatibun masyhuuru).

b. (Dia) menjabat posisi (jabatan) Menteri Pendidikan pada Pemerin tahan Nahas Pasya (Waqad syaghala manshibu waziirit tarbiyati fii hukuumatin nahaasi baasyaa).

c. Dan dia (berasal) dari keluarga miskin, bapaknya adalah seorang petani (yang) tinggal (di) desa (Wahuwa min baitin faqiirin faqad kaana waaliduhu fallaahan sakanar riifa).

d. Dia  belajar di sekolah desa, Uni versitas Azhar dan Universitas Me sir (Waqad darasa fii madrasatil qaryati wafil jaami-'il azhsri wal jaami'atil mishriyyah).

e. Kemudian dia pergi ke Paris, dimana dia tinggal (menetap) selama masa yang panjang untuk belajar Sastra Barat (Tsumma safara ila baariisa haitsu aqaama muddatan thawiilatan lidiraasatil -adabil gharbiyyi).

f. Ketika ia kembali ke Mesir, ia menjadi dosen (guru) Sejarah Klassik dan dosen Sastra Arab (Wa 'inda rujuu'ihi ilaa mishra ashbaha ustaazat taariikhil kalaasiikiyyi fa-ustaazal -adabil 'arabiyyi).

g. Karena itu dia (adalah) cermin yang jelas dari apa yang baik di Timur dan Barat (Lazaalika fahuwa miratun shahiihatun limaa huwa hasanun fisy syarqi wal gharbi).

h. Dia menggabungkan antara jiwa budaya (kemajuan) Barat dan jiwa budaya Timur (Faqad jama'a baina ruuhil madiiniyyatil 'arabiyyati wa pruuhi madiiniyyatisy syarqiyyah).

i. Dia menimbang dengan timbangan akal setiap persoalan (urusan) yang dibahasnya (Wawazana bimiizaanil 'aqli kulla amrin bahatsa fiih).

j. Tanpa keraguan, dia (adalah) pribadi terbesar dalam gerakan kebudayaan Arab modern (Wahuwa biduuni syakki a'dzhamu syakh shiyyatin fil harakatil adabiyyatil 'arabiyyatil hadiitsah).

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Adduktuuru kata pinjaman (baha sa asing). Kata benda Thaha bera sal dari Al-Quran, kata yang tetap (tidak mengalami perubahan harkat).

Husnun kata (nama) pengecilan da ri Hasanun bentuk Fu'ailun (harfiah = Hasan kecil). Bentuk ini digunak an untuk pengecilan arti kata ben da tiga huruf. Pengecilan arti yang dimaksud dalam : keadaan, ukuran dan sebagainya.
Kata benda 'Allamatun dalam arti penekanan, atau kebalikan kata  pengecilan di atas, dari kata kerja 'Alima dalam bentuk Fa'aalun. Ben tuk ini dengan pengertian sesuatu yang lebih intensif, lebih bersanga tan, dan mendalam keadaannya.

Kemudian bentuk Fa'aalun itu dite kankan (diperbesar lagi) dengan memberi akhiran fathah dan dhommah seperti dalam 'Allamatun = sangat alim, ulama besar, sangat ahli.

Bentuk Fa'alatun feminin, tetapi dapat digunakan rangkap, masculin atau feminin. Bila sebagai kata ben da (bukan manusia) selamanya sebagai feminin, misalnya Thayyaaratun.

2. Kata benda Manshiba dari kata kerja Nashaba = menjabat, berja batan bentuk Maf'alun. Bentuk ini seperti Maf'alun dan Maf"alatun, menunjukkan tempat atau waktu terjadi aksi. Di sini Manshiba = tem pat (posisi) seorang menjabat.

An Nahaasi kata benda (nama) dalam bentuk Fa'aalun ...

3. Fallaahan = petani (orang tani) juga dalam bentuk Fa'aalun.

4. Madrasati  kata benda tempat dari kata kerja Darasa = belajar.

6. Ustaaza berasal dari kata Parsi.

7. Kata benda Mir atun (<Mir-ta Mir-yata) dari kata kerja Ra'aa = melihat dalam bentuk Mif'alatun. Bentuk ini sama dengan bentuk Maf'aalun dan Mif'aalun bermakna alat. Disini Mir-atun berarti alat untuk melihat yaitu kaca muka.

8. Al Madiinati kata benda nisbah feminin dari Madiinatun nisbah se sudah dihilangkan "Ya" nya. Jadi kata Madiinatun = kota (modern) dan Madaniyyatun = budaya, kebudayaan (civilization).

9. Miizaan < Miwzaanun kata ben da alat dari kata kerja Wazana =  menimbang bentuk Mif'aalun.

10. Syakhsyiyyatin kata benda nisbah feminin dari Syakhshun = seseorang dalam pengertian abstract = pribadi.

Catatan :
Kata benda tempat dan waktu yang berasal dari kata kerja ditandai de ngan bentuk participle pasif dan mashdar "mim" dari kata kerja itu.

III. Latihan :

Kairo, 2 Maret (oleh Koresponden Al Ahram (khusus) (Al Qaahiratu fii 2 Maarisa -- limuraasili "Al Ahram" Al Khaashshi) :

1. Yang Mulia Riyadh Bey Assulhi, Perdana Menteri Libanon, tiba di pelabuhan udara Kairo pagi (hari) inu untuk menghadiri (sidang) Maje lis Liga Arab (Washala Shabaahal yaumi ila mathaaril qaahirati daula tu riyaadhi bikish shulhi ra-iisil wi zaarati allubnaa niyyati lihudhuuril majlisil jaami'atil 'arabiyyati.

2. Sebentar sebelum tibanya, turun (mendarat) pula di pelabuhan udara itu kapal terbang Yang Mulia Amir (Pangeran) Faisal yang datang dari Jeddah (Waqubaula wushuulihi nazalat fil mathaari thayyaaratu sumuwwil amiiri Faishal qaadimatan min juddati).

3. Dan (kapal terbang) itu terlambat dari ketentuan sampainya selama satu jam (Waqad ta-akhlharat 'an mau'idin wushuulihaa muddata saa'ah).

4. Yang Mulia Riyadh Bey berkata bahwa pendirian Libanon mengenai amandemen "Perjanjian Liga Arab" senantiasa demikian halnya (tetap demikian) (Waqad qaala daulatu riyaadhin bik inna mauqifa lubnaana min ta'diili miitsaaqil jaami'atil 'arabiyyati maa zaala 'ala maa kaana 'alaih).

5. Ia menambahkan (berkata) bahwa sekarang pada Liga Arab tanggung jawab yang besar untuk menjaga persatuan bangsa Arab (Wazaada qaa-ilan inna 'ala maa kaanal jaami'atil 'arabiyyati ala aana mas-uuliyyata kubraa fii hifdzhi wahdatil ummatil 'arabiyyati).


IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. Shuuratu ra-iisi hizbil mu'aaradhati 'alash shafhatil uulaa minal jariidah.

2. 'Aqada majlisul kulliyyati jalsatan shabaahal yaumi takallama fiihaa 'allamatun qadima min amriika 'an mas-uuliyyatil hukuumati nahwal faqiiri wal fallaah.

3. Thalabal wizaaratu minal majlisi ilghaa-a manshibi ustaazil lughatil almaaniyyati fil jaami'atil wathaniyyah.

4. 'Ayyanatil hukuumatu syakhshiyyatan rasmiyyata kamanduubin 'anha fil mu-tamaril adabiyyil lazij tama'a fil qaahirah.

5. Innii 'ala mau'idin ma'a muwadzhdzafin fii wizaaratit tarbiyati libahtsi haajatil madiinati limadrasatin jadiidatin wa baitin lira-iisihaa.

6. Inna shadiiqii husainan syakhshiyyatun kabiiratun. Faqad kaana muhaamiyan kabiiran tsumma ashbaha qaadhiyan fii dimasyqa. Wahuwal aana fii wadzhiifati mu'aawinin liwaziiril 'adl. Wahua fauqa kulli haazaa kaatibun masyhuur.

b. Terjemahkan ke bahasa Arab :

1. Perjanjian Liga Arab (adalah) cermin kesatuan bangsa Arab.

2. Tiap-tiap pribadi bertanggung jawab atas perdamaian dunia.

3. Kapal terbang yang mendarat di pelabuhan udara Halim hari ini (ada lah) kapal terbang yang besar.

4. Cutter, Presiden Amerika (adalah) seorang pemimpin yang dicintai

5. Sebentar sebelum shalat subuh, petani itu bangun dan pergi ke mas jid desa itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar