Senin, 27 Mei 2019

Pramasastra Bahasa Arab (12)

Pramasastra Bahasa Arab (12)
Oleh aminuddin

M. Dual

I. Bahan Pelajaran :

a. Dua (ber) sahabat, Jamil dan Husein pergi ke Damsyik, dan berhenti di Hotel Umaiyah, dan mengunjungi Masjid Umawi (Zahabash shadiiqaani jamiilun wahusainun ilaa dimasyqa wanazala fii funduqi umayyata wazaaral jaami'al umawiyya).

b. Kemudian (keduanya) menyewa sebuah auto (mobil) ke Ba'labak, dimana mereka (keduanya) tinggal dua hari (Tsumma asta-jara sayya ratan ilaa ya'labakka haitsu baqiya yaumaini).

c. Dan mereka (keduanya) melewat kan (menghabiskan) waktu dua hari dalam kunjungan (ke) negeri itu dan biara Rum (Waqad qadhayaa yau maihimaa fii ziyaarati albaldati walma'badir raamaaniyyi).

d. Pada hari ketiga mereka pergi ke Beirut (Wafil yaumits tsaalitsi saafaraa ilaa bairuuta).

e. Mereka melewati dalam perjala nan mereka dua negeri yang amat cantik: Zahlah dan Shaufar (Wamarra fii thariiqihimaa bibaldataini jamiilataini, Zahlata wa shaufara).

f. Kedua negeri itu, (kota) musim panas yang besar di Libanon (Wahumaa baldatal ishthiyaaqil kabiirataani fii lubnaana).

II. Pembahasan Tata Bahasa:

1. Dalam kalimat verbal ini, subject kata kerja adalah Ash shadiiqaani dua sahabat yakni menunjukkan dua (dual). Bentuknya dalam nomi natif (marfu') dengan cara menam bahkan akhiran kata tunggal Ash shadiiqu dengan ... _-_I ni.

Kata kerja Zahaba masih dalam keadaan tunggal, walaupun subject-nya dual. Hal itu terjadi karena subjectnya ada (tidak tersembunyi).

Manakala subject dari suatu kata kerja dinyatakan, maka kata kerja itu tetap tunggal. Bila subjectnya memang tidak dinyatakan dalam kalimat itu yakni tersembunyi, kata kerja itu harus disesuaikan dengan kata benda yang ditunjukkan dalam bilangan dengan subjectnya, terke cuali jika subject itu jamak yang ti dak menunjukkan pada manusia, di mana kata kerjanya dijadikan da lam keadaan tunggal feminin.

Jamiilun dan Husainun dalam nomi natif juga sesuai dengan Ashshadii qaani sebagai apposition.

Kata kerja Nazala dan Zaaraa da lam perpect orang ketiga masculin  dual. Keduanya dalan keadaan dual karena subjectnya tidak dinyatakan (tersembunyi).

Al Umawiyya. Nisbah dari kata benda Umayyatu. Perubahannya Umayyiyyu > Umawiyyu karena penyesuaian bunyi.

2. Kata kerja pola X Asta-jaraa = dual karena subjectnya tersem bunyi.

Sayyarata kata benda dari kata kerja Saaraa = pergi (berkenda raan) dalam bentuk Fa' 'alun kemu dian diberi akhiran Satun untuk menyatakan lebih intensip. Seda ngkan Sayyaratun = suatu yang bergerak lebih kencang, merupakan alat berkendaraan, automobil.

Yaumaini kata benda dual dalam kasus accusatif karena adverb waktu  ...

Accusatif dual dibuat dengan meng ganti akhiran kata benda tunggal (Yaumun) dan menambahkan Saini.

3. Yausaihima terdiri dari dua kata :  kata asal accusatif Yaumaini dan kata ganti dual Huma. Akhiran Ni dari Yaumaini dihilangkan karena disambung dengan Huma ...

Apabila kata benda dual disambu ng dengan kata lain, maka akhiran Ni dihilangkan.

5. Baldataini dual dalam kasus genitif, sebagai object dari kata perangkai Bi .. genetif yang dual sama dengan accusatifnya.

Jamiilataini dual karena sebagai adjective yang harus disesuaikan dalam bilangan kata yang sebelumnya.

6. Kata benda dual Baldata hilang Nun nya yang dalam nominatif, dihilangkan "nun" nya, karena dihubungkan dengan kata sesudahnya.

Al ashthiyaafi mashdar dari kata kerja pola VIII Isthaafa (< Ishtaafa) yang berasal dari kata kerja Shaafa. Penggantian Ta menjadi Tha kare na dipengaruhi oleh huruf Shad.

Apabila huruf pertama kata kerja pola VIII salah satu dari huruf  Dhad, Shad atau Tha, maka huruf Ta diganti menjadi huruf Tha.

III. Latihan :

a. Qais dan Laila, dua tokoh (pribadi) Sastra Arab yang terkenal dengan (roman) cinta yang besar (mesra) (Qaisun wa laila syakhshiyyataa al adabi al 'arabiyyi al masyhuurataani bil hubbil 'adzhiim).

b. Kisah cinta mereka (keduanya) menjadi contoh (perumpamaan) bagi setiap yang berkasih-kasihan (Waqad amsat qishshatu hubbihimaa mitsaalan likulli muhibbin).

c. Qais mencintai Laila semenjak kecil (anak-anak)  dan (keduanya) bermaksud kawin (Waqad ahabba qaisun laila munduththafuulati wa'azamaa 'alaz zawaaji).

d. Tetapi, karena mengingat (ada nya) lahirnya "syair cinta"  yang digubah Qais mengenai cintanya akan Laila, maka bapaknya (Laila) melarang keduanya untuk kawin (walaakin nadhara dzhuhuurisy syi'ril ghazaliyyi allazi nadzhamahu qaisun fii habiibithi laila, fa-inna waalidaha mana'ahumaa minaz zawaaji).

e. Maka jadilah Qais gila, dan berpetualang (berkeliling) di Sahara yang jauh (karena) rindu (terbayang) di wajahnya, dan jadilah namanya: Majnun al Laila (tergila-gila akan Laila) (Fa-amsa qaisun majnuunan wathaafa fish sharaa-i al ba'iidati haaiman 'ala wajhihi. Washaarasmuhu "majnuuna laila").

f. Adapun kedua kekasih itu, tetap dengan cinta mereka sampai meninggal (mati) (Ama al habibaani faqad baqiya 'alaa hubbihimaa hatta al mauti).

IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. 'Indii sayyaaratun wa 'inda ukhtiil kubraa sayyaarataani

2. Lijaami'i qubbataani jamiilataani min zahabin, ashgharu humaa ajmaluhumaa.

3. Hadhartul yaumajtimaa 'aini jaraa 'aqdu humaa fil madiinah.

4. Kaanat yadarrajuli fauqa ra-sihi lammaa waqa'a asiiraa.

5. Inna mathlsbai mishra human sihaabul jaisil bariithaniyyi min qanaatis sawaisi wawahdatu waadiin niil.

6. Zahaba manduubul malikibnis su'uudi ilaal bahraini biththayyaaraati wabahatsa ma'a sumuwwisy syaikhihaa amraz zaiti tahtal bahril waaqi'i baina daulataihimaa, wamauqifa haatainid daulataini minhu.

b. Terjemahkan ke bahasa Arab:

1. Sewaktu saya ada di Beirut, (saya) mengunjungi dua universitas.

2. Husein dan Faisal, (keduanya) adalah Raja Hasyimi.

3. Su'ud dan Faisal, dua anak (laki-laki) Raja Abdulaziz, mempunyai dua jabatan besar di negara itu.

4. Amerika dan Inggeris memerangi Jerman dalam perang dunia kedua.

5. Laila, kekasih Qais, mempunyai dua mata yang cantik (bagus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar