Pramasastra Bahasa Arab (13)
Oleh Wak Amin
N. Kata Benda Jamak
I. Bahan Pelajaran :
a. Sewaktu saya menjadi guru (dosen) pada College Nasional dan isteri saya adalah guru (f) di situ juga (Lammaa kuntu mu'alliman fil kulliyyatil wathaniyyati wakaanat zaujatii mu'allimatan fiihaa aidhan),
b. Kami pergi bersama sekelompok guru laki-laki dan guru perempuan menziarahi kota Damsyik (Zahabnaa ma'a fariiqin fiihi mu'allimuuna wa mu'allimaatun liziyaarati madiinati dimasyqa).
c. Rombongan itu menginap di Hotel Umaiyah, dan kemudian mereka dibagi jadi dua bagian (Waqad nazalal jamii'u fii funduqi umayyata wa tsumma anqasamuu ilaa qismaini).
d. Guru-guru perempuan keluar ke pasar Hamidiyah, mereka membeli disana keperluan mereka dan apa-apa yang berkenan di mata mereka (Fal mu'allimaatu kharajna ilassuuqil hamiidiyyati wabta'na minhaa haajatahunna wamaa halaa fii 'ainihinna).
e. Adapun guru laki-laki mereka (sengaja) menuju ke mesjid Umawi. Kemudian mereka mengunjungi makam Salahuddin (Ammal mu'allimuuna faqashaduul jaami'al umawiyya tsumma zaaruu qabra shalaahid diin)
f. Sewaktu rombongan bertemu di hotel sesudah lohor guru-guru perempuan mengetahui bahwa guru laki-laki mengunjungi mesjid yang masyhur itu tanpa mereka, mereka marah dan berkata kepada guru laki-laki (Walammal taqaal jamii'u fil funduqi ba'dadzh dzhuhri wa'alimatil mu'allimaatu annal mu'allimiina zaaruu zaalikal jaami'al masyhuura biduunihinna ghadhibna waqulna lilmu'allimiina):
g. "Kamu pergi ke mesjid Umawi tanpa kami, padahal adalah kesenangan kami mengunjunginya ....! ("Innakum zahabtum ilal jaami'il umawiyyi biduuninaa ma'a annahu kaanat biwaddinaa nahnu ziyaaratuhu ...!")
h. Sewaktu telah (reda) dingin kemarahan mereka, rombongan pun menuju (pergi) ke Perpustakaan Azh-Zhahariyah, mereka menyaksikan nasksh-naskah lama disana (Walammaa sakata 'anhunnal ghadhabu tawajjahal jamii'u ilal maktabatidzhdzhaahiriyyati wasyaahaduul makhthuuthaatil qadiimata fiihaa).
i. Dan setelah para petugas perpustakaan memberi (mengemukakan) kepada mereka kopi, mereka kembali ke hotel, dimana mereka menghabiskan malam mereka disana (Wa ba'da an qaddama lahum muwadzhdzhaful maktabatil qahwata raja'uu ilal funduqi haitsu qadhaw lailatahum hunaaka).
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Aidha. Juga adalah adverb sela manya dengan tanwin fathah.
2. Kata kerja Zahabnaa orang pertama jamak perpect. Zahabnaa jamak karena subjectnya juga ja mak dan tidak dinyatakan (tersem bunyi). Harus diingat bahwa bagi tunggal ini tidak ada dualnya (untuk orang pertama). Walaupun disini di maksud dual, dipakai jamak saja.
Subject dalam kalimat Fiihi mu'allimuuna wa mu'allimaatun adalah Mu'allimuuna = guru-guru (m) jamak dari Mu'allimun. Untuk mewujudkannya jamak nominatif dengan menambahkan akhiran ... Suuna. Bentuk jamak ini adalah jamak kata benda sehat.
Mu'allimaatun disamakan dengan Mu'allimuuna dalam harkat nomi natif juga, yaitu jamak dari Mu'alli matun = guru (f). Pembentu kannya dengan menghilangkan ta marbu thah dan menambahkan akhiran Alif dan ta dhommah.
Cara ini dinamakan pembentukan jamak feminin yang sehat. Sebagi an besar kata benda feminin bera khiran "ta marbuthah" dijamakkan seperti ini.
3. Anqasamuu kata kerja perfect pola VIII orang ketiga masculin jamak dari kata kerja Inqasama. Akhiran alif dalam orang ketiga masculin jamak tidak dibunyikan, tetapi hanya un tuk membedakan antara Waw jamak dan Waw kata penghubung yang berarti dan.
4. Kata kerja Kharajna orang ketiga feminin jamak perpect pola I dan subject tidak dinyatakan (tersem bunyi).
Kata kerja Abta'na orang ketiga feminin jamak perfect pola VIII dan Baa'a kata kerja lemah (lowong).
'Ainihinna terdiri dari kata 'Aini dan kata ganti akhiran ... Hinna < .. Hunna.
6. Kata kerja 'Alimati dalam keada an tunggal karena subjectnya dinya takan. Ia feminin karena subjectnya juga feminin.
Al mu'allimiina dalam kasus accu satif karena menjadi subject dari kalimat yang dimulai dengan Anna. Accusatif jamak feminin yang sehat dibentuk dengan menghilangkan harkat akhirannya dan menambahkan akhiran ... Sin kasrah dan nun sukun.
Kata kerja Qulna orang ketiga femi nin perfect jamak dari kata kerja lowong Qaala.
Al mu'allimiina (I) dalam genitif karena menjadi object (penderita) dari kata perangkai .. Lam berharkat kasrah. Genitif dan accusatif dari kata benda jamak masculin yang sehat, dalam keadaan sama.
7. Innakum terdiri dari dua kata: Inna dan kata ganti akhiran orang kedua masculin jamak ..Kum dan akhiran .. Kum dalam accusatif karena menjadi subject dalam kalimat yang diawali dengan Inna. Kata itu tetap, tidak mengalami perubahan harkat.
Kata kerja Zahabtum orang kedua masculin jamak perpect.
Ma'a anna = padahal (idiom) kata ganti akhiran ... Hu sebagai ganti nya. Kata ganti ini mewakili subject yang diterangkan dalam kalimat berikutnya.
Jadi dalam kalimat ini Zijaaratu hu .. Kaanat adalah predicate.
Biwaddinaa terdiri dari tiga kata : kata perangkai ... Bi, mashdar
8. Al makhthuuthaati kata benda feminin jamak yang sehat dari Makhthuuthatun dalam kasus accusatif sebagai object kata kerja Syaahaduu. Harkat akhirnya kasrah. Jamak feminin yang sehat diberi harkat kasrah dalam kasus accu satif, seperti dalam genitif.
Al qadiimata adjective yang menje laskan Al makhthuuthaati. Harus diingat bahwa adjective tetap da lam keadaan tunggal walaupun kata benda yang dijelaskannya jamak.
Adjective yang menjelaskan kata benda feminin jamak sehat, harus tunggal feminin, terkeuali jika kata benda itu menunjukkan orang, dimna harus adjective itu tunggal atau jamak.
9. Muwadzhafuu adalah jamak sehat masculin dari Muwadzhafun. Akhiran Na dihilangkan karena kata Muwadzhafuuna dihubungkan dengan Almaktabati.
Apabila kata benda masculin jamak sehat (tidak memandang kasus nya), berhubungan dengan kata lain, maka Na dihilangkan dan proses ini sama dengan dual.
Kata kerja Qadhau (< Qadhayuu) orang ketiga masculin jamak per pect dari kata kerja lemah Qadhaa. Dalam hal ini suku ketiga dihila ngkan dan fathah suku kedua menjadi rangkap (bertasydid) dengan Waw jamak.
Catatan :
a). Pembentukan jamak masculin sehat bisa digunakan pada kata benda berikut :
1. Semua participle yang menun jukkan orang (manusia).
2. Semua nisbah yang bertalian dengan manusia.
3. Kata benda bentuk Fa'a'alun yang bertalian dengan manusia.
4. Adjective yang menjelaskan kata benda seperti yang tersebut di atas.
b). Pemakaian jamak feminin sehat digunakan pada kata benda berikut:
1. Kebanyakan kata yang berakhiran ta marbuthah tanwin dhommah.
2. Mashdar dari kata kerja (kecuali mashdar Pola II kadang-kadang jamak tidak sehat).
3. Kata benda yang berasal dari kata asing.
4. Adjective yang menjelaskan jamak feminin sehat.
III. Latihan :
1. Pada tahun yang dikenal dengan tahun Hijrah, Nabi telah hijrah (pin dah) bersama serombongan (kaum) Muslimin dari Mekkah ke Jastrib (Medinah) (Fis sanatil ma'ruufati bi'aamil hijrati haajaran nabiyyu ma'a fariiqim minal muslimiina min makkata ilaa yatsrib).
2. Maka namanya menjadi "Medi nah" yaitu : Medinah Nabi (Kota Nabi) (Fa ashbahas muhaa ba'da zaalika "al madiinata" ay madiinatannabiyyi).
3. Orang (penduduk) Medinah memanggil (menamai) mereka : orang Mekah yang hijrah bersama Nabi (dari) orang mukminin dan mukminat sebagai "Muhajurin." (Wada'a ahlul madiinati haa-ulaa-i makkiyyiinal lazinna haajaruu ma'an nabiyyi mim mu'miniina wamu'minaatil muhaajiriina).
4. Mereka (Muhajirin) hidup seba gai warga yang baik di Medinah (Wa'aasya haa-ulaa-il muhaajiruu na muwaa thiniina shaalihiina fil madiinah).
5. Mereka bantu-membantu dengan penduduknya, di bawah pimpinan Nabi untuk memelihara Islam dari serangan orang-orang Mekkah, hing ga penandatanganan perjanjian dengan mereka (Fata'awwalu ma'a ahlihaa tahta qiyaadatin nabiyyi fii hidzhil islaami min muhaa jamatil makkiyyiina hatta jaraa tau qii'u mu'aahadati ma'ahum).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia:
1. Hadharal mu'allimuuna wazaujaa tuhumuj timaa'an khathaba fiihid duktuuru thaha husainun za'iimul harakaatil adabiyyatil hadiitsati 'an ta-ziikhil 'arabiyyi fahala kalaamuhu fii 'ainihim.
2. Fisy syarqil ausaathi 'adadun minasy syarikaatil kabiirati lizzaiti.
3. Ra-aina ma'badarruumaa niyyiina fii baldati ba'labakka wara-ainaa maa baqiya min qubbatihi.
4. Qashada lubnaana biththayyaa raati fariiqum minal mishriyyiina lil ishthiyaafi fiihi waqaaluu inna mathaara bairuuta huwa afdhalu mathaari fiisy syarqil ausaathi.
5. Zahaba fariiqum minal muslimii na ilaa makkata wathaafu hawlal ka'bati qiblatil islaami.
6. Qaala murassil : "Al ahraam" al khaashshu inna manduwiyil 'iraaqi wa mishra wasuuriyyatakhtalafuu firra-yi haula suuriyyatal kubraa wa haula ishraaril maliki 'abdillaahi 'alaa tahqiiqihaa.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Di Amerika banyak orang musli min dan mereka warga yang baik.
2. Di masa yang lalu para editor (redaksi) Al Ahram adalah orang Libanon.
3. Surat kabar "Al- Misri" mempu nyai koresponden (j) di tiap-tiap ibu kota di dunia.
4. Sekarang saya belajar bahasa Arab beberapa jam setiap hari.
5. Pelajaran (j) bahasa Arab adalah pelajaran terakhir di Universitas Amerika.
6. Guru-guru (f) di sekolah itu lebih banyak dari guru-guru (m).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar