Minggu, 02 Juni 2019

Peluk Aku Ya Allah (12)

Peluk Aku Ya Allah (12)
Oleh Wak Amin





SELESAI makan, seorang anak bu ah Jenderal Mansur, dengan terge sa-gesa melaporkan ada tamu tak diundang mendekat ke markas pasukan pribumi.

"Kapten Adi."

"Siap Jenderal."

"Tolong ambilkan keker!"

"Siap Jenderal."

Dari ketinggian, Jenderal Mansur bi sa melihat dengan jelas dan lebih dekat lewat keker siapa tamu yang tak diundang itu.

Heeeeem ..

Dia tersenyum.

"Ternyata beliau masih hidup rupa nya," katanya dalam hati.

"Kapten."

"Siap Jenderal."

"Siapkan penyambutan."

"Siap Jenderal."

Bersama lima anak buahnya, Jen deral Mansur turun dari bukit dan menyambut kedatangan teman seperjuangannya Jenderal Fauzi, Kolonel Ihsan dan Zainab.

Mereka bertemu di persimpangan jalan mendaki bukit. Pertemuan itu berlangsung penuh haru. Karena ke dua belah pihak, antara Jenderal Fauzi dan Jenderal Mansur, sudah lama tidak bertemu.

"Ini Kolonel Ihsan, salah seorang anak buah saya yang masih hidup Jenderal Mansur," kata Jenderal Fauzi, memperkenalkan Kolonel Ihsan.

Mereka pun bersalaman. Erat seka li. Salaman itu kemudian beralih ke lima anak buah Jenderal Mansur.

"Nah, yang satu ini namanya Zai nab."

Sebelum bersalaman, Zainab mem beri hormat kepada Jenderal Man sur.

"Lapor. Nama saya Zainab. Di sebe lah kiri Zainab, Om saya, Kolonel Ihsan. Di sebelah kanan saya, ka kek saya, Jenderal Fauzi."

"Laporan diterima. Hormaaaat. Geraaak!"

Jenderal Fauzi dan kelima anak buahnya serempak memberi hor mat pada Zainab.

"Terima kasih. Laporan selesai," ka ta Zainab.

Tawapun berderai beberapa saat ke mudian ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar