Oleh Wak Amin
GUAAR ...
Sebuah ledakan terjadi. Mayor Kandar dan Jenderal Komar yang baru be berapa saat bertolak ke Utara ber sama pasukannya nyaris terkena ledakan.
Lima anak buahnya tewas dengan kondisi tubuh tercabik-cabik. Belum termasuk yang mengalami luka be rat dan ringan.
Jenderal Komar marah besar. Dia tahu ini semua ulah Jenderal Man sur. Nyawa dibalas dengan nyawa. Itu sudah pasti.
"Lanjutkan perjalanan!" Perintah Jenderal Komar dengan geram.
"Tapi mereka perlu perawatan dulu Komandan," kata Mayor Kandar. Tak sampai hati meninggalkan te man seperjuangan dalam keada an sekarat dan amat memerlukan per tolongan.
"Biarkan mereka mati. Mereka su dah tidak berguna. Bawa saja yang masih berguna Mayor."
"Siap Komandan, tapi tak mungkin lah kita meninggalkan mereka da lam kesakitan. Bisa mati mereka Komandan."
Jenderal Komar tak mau tahu. Dia kokang pistol. Lalu dia habisi satu persatu anak buahnya yang menga lami luka berat itu.
Mayor Kandar tak kuasa mencegah nya. Begitu juga dengan yang lain. Hanya bisa menunduk. Sesak di da da menyaksikan teman sepasukan dihabisi tanpa ampun.
"Ini peringatan buat kalian. Jangan coba-coba melawan saya, haaa. Tau akibatnya. Mengerti?"
"Mengerti Komandan."
"Oke. Sekarang lanjutkan perjala nan. Kejar sampai dapat Jenderal Mansur .."
"Siap Komandan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar