Selasa, 18 Juni 2019

Peluk Aku Ya Allah (25)

Peluk Aku Ya Allah (25)
Oleh Wak Amin


TANPA diduga, Jenderal Mansur mendapat kado istimewa hari ini. Dia kedatangan orang nomor satu di pasukan pemerintah. Namanya Jenderal Bais.

Pertemuan keduanya berlangsung akrab dan penuh sukacita. Kedua nya melakukan pertemuan di sebu ah ruangan belakang benteng Al A'la.

Turut mendampingi beberapa orang kepercayaan Jenderal Bais, Jende ral Mansur, Kolonel Ihsan, dan Zai nab.

Jenderal Bais menawarkan kerjasa ma dengan Jenderal Mansur. Kerja sama itu meliputi semua hal, khu susnya menyangkut keinginan pe merintahan saat ini untuk 'menyikat habis' pasukan pemberontak pim pinan Jenderal Komar.

"Mereka telah membuat berbagai kerusakan di hampir seluruh pen juru negeri. Rakyat jadi ketakutan. Tidak sedikit dari mereka yang te was mengenaskan," kata Jenderal Bais.

"Mereka pasti tidak sendirian Jen deral Bais. Karena setahu saya un tuk menghancurkan sebagian kota memerlukan persenjataan yang ti dak sedikit jumlahnya," ujar Jen deral Mansur.

Sementara persenjataan pasukan pemberontak mustahil memiliki per senjataan sebanyak itu. "Pasti ada pihak lain yang ikut bermain di air keruh."

"Aku awalnya tak mempercayai hal itu Jenderal. Namun setelah pihak intelijen kami  menunjukkan ada ke terlibatan pihak lain, baru saya percaya," kata Jenderal Bais.

"Siapa mereka Jenderal?" Tanya Jenderal Mansur.

"Pasukan srigala Jenderal."

"Kalau tak salah pimpinannya ber nama Jenderal Fatoni. Betulkah itu Jenderal Bais?"

"Tepat sekali Kolonel. Dulu belum apa-apa. Namun sejak terjadinya beberapa kali peledakan pasukan srigala makin top. Hebatnya lagi, Jenderal Fatoni mengklaim dirinya lah orang yang paling hebat di jagat raya ini."

"Setahu saya Jenderal, orangnya memang ambisius, pemarah dan otoriter," jelas Kolonel Ihsan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar