Rabu, 19 Juni 2019

Peluk Aku Ya Allah (26)

Peluk Aku Ya Allah (26)
Oleh Wak Amin



"MENURUT anda Jenderal, apakah pi hak pemerintah sudah memiliki st rategi khusus untuk menghadapi dua kelompok ini?" Tanya Jenderal Mansur.

"Sudah Jenderal Mansur. Kita juga sudah berbicara dengan Yang Mulia Presiden Akbar. Kami tentu tidak m au gegabah. Kami bisa lebih kuat jika mengajak serta pihak lain. Nah, saat di rapat, saya mengusulkan ke pada peserta rapat, kenapa tidak di coba untuk menawarkan kerjasama dengan pihak lain, dalam hal ini de ngan pasukan pribumi."

Waktu itu, kata Jenderal Bais, terja di perdebatan alot. "Saya sendiri sempat pesimis waktu itu. Karena hampir sebagian peserta rapat ti dak mendukung rencana saya Jen deral."

Rapat akhirnya diketuk dan ditutup tanpa hasil yang, menurut saya, ka ta Jenderal Bais, yang memuaskan dan melegakan hati.

Rapat dilanjutkan di hari berikut nya. Pada rapat kali ini sudah sepa ro peserta rapat mendukung ren cana dan usulan yang diajukan Jenderal Bais.

"Alhamdulillah disetujui juga akhir nya Jenderal Mansur dan Kolonel Ihsan," kata Jenderal Bais sambil tersenyum lega.

Kami carilah keberadaan anda dan pasukan pribumi Jenderal. "Kami pilih hari yang baik. Sebelum saya dan beberapa orang kepercayaan saya, seperti Mayor Hadi, Letnan Prayoga dan Kolonel Daus mene mui anda di istana megah ini."

Ha ha ha ...

"Megah dapat ketemu Jenderal," kara Jenderal Mansur setengah berkelakar.

Pembicaraan terhenti sejenak sete lah Zainab mempersilakan tamu un dangan mencicipi hidangan ala ka darnya di ruang tengah terbuka istana.

Pembicaraan dilanjutkan kembali usai shalat zuhur berjamaah ...

Kali ini lebih memfokuskan pada strategi meredam serangan dari pa sukan pemberontak dan pasukan srigala.


  •                           ********

                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar