Peluk Aku Ya Allah (27)
Oleh Wak Amin
DI persimpangan tiga jalan, pasuk an pemberontak bertemu dengan pasukan srigala. Sama sekali tak saling kenal, sempat 'adu jotos' an tara prajurit terdepan kedua pa sukan.
Tapi tak berlangsung lama. Karena adu jotos tangan kosong dan meng gunakan pedang itu berhasil dilerai oleh Jenderal Komar dan Jenderal Fatoni.
Pasukan kedua belah pihak kem bali tenang ...
"Wahai tentaraku sekalian," kata Jenderal Komar," Mereka bukan mu suh kita. Mereka adalah kawan, teman dan sahabat kita ..."
Serempak kedua laskar pasukan an ti pemerintah ini berlari dan berpe lukan erat. Saling meminta maaf se belum kembali ke posisi mereka masing-masing.
Dilanjutkan pelukan persahabatan antara Jenderal Komar dan Jende ral Fatoni. Lama juga keduanya ber pelukan. Sempat bikin haru kedua pasukan.
"Lama kita tak bertemu Jenderal," ucap Jenderal Fatoni sambil mene puk pundak sahabatnya itu.
"Aku juga tak menyangka bertemu kamu disini Jenderal. Apa kabarmu sekarang? Kamu terlihat lebih segar dan berotot."
Ha ha ha ha ...
Jenderal Komar memperkenalkan tiga pengawalnya. "Sebelah kiri Ma yor Talib, tengah Kapten Sambas, sebelah kanan Letnan Bagus."
Mereka pun bersalaman sambil memberi hormat ...
Kepada sahabatnya, Jenderal Fato ni juga memperkenalkan orang ter dekat dan kepercayannya.
"Sama dengan kamu Jenderal Kom ar, saya juga punya tiga pengawal khusus. Ketiga-tiganya wajib ikut serta kemana saja saya berada."
Mereka adalah Letnan Subki, Kap ten Andre dan Kolonel Topan. "Me reka ini lebih berpengalaman dari saya Jenderal."
Ha ha ha ...
Jenderal Komar pun bercerita mere ka kini berusaha mengejar pasuk an pribumi.
"Mereka sudah terdeteksi, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terla lu lama lagi dapat menangkap Jen deral Mansur hidup-hidup," kata Jen deral Komar sambil menahan rasa amarahnya yang mulai memuncak.
"Kamu dendam rupanya Jenderal. Apa yang terjadi sahabatku? Coba ceritakan kepadaku sekarang!"
"Nantilah kuceritakan sahabat. Se karang kita istirahat dulu. Bagai mana?"
"Baiklah sahabatku, Jenderal Ko mar yang gagah perkasa."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar