Minggu, 07 Juli 2019

Langit tak Berbintang (2)

Langit tak Berbintang (2)
Oleh Wak Amin




MENDENGAR seterunya Jenderal Bais mulai sakit-sakitan dan Jen de ral Mansur yang mulai uzur, Jende ral Fatoni memanggil tiga orang ke percayaannya masing-masing Let nan Subki, Kapten Andre dan Ko lonel Topan ke istana.

Menggelar pertemuan tertutup, pra ktis hanya empat orang saja yang ada dan hadir dalam ruangan sejuk itu. Uniknya, ketiga anak buah Jen deral Fatoni ini belum diberitahu alasan pemanggilan mereka ke istana.

"Saya sengaja tak memberitahu ala san pemanggilan kalian bertiga ka rena betapa penting dan sangat ra hasianya tugas yang kalian harus emban," kata Jenderal Fatoni me ngawali pertemuan tertutup dan dijaga ketat pasukan pengaman istana.

"Kalian bertiga saya tugaskan mem bunuh Jenderal Bais setelah keluar dari ruangan ini nanti. Kalian siap untuk melakukannya?"

"Siap Raja Jasina .."

"Sekarang apa yang harus diper siapkan?" Tanya Sang Raja.

"Pasukan Paduka Raja," jawab Letnan Subki.

"Berapa orang?"

"Satu saja Paduka Raja."

"Kapten Andrea?"

"Tambah satu lagi Tuan Paduka Raja."

"Baiklah. Anda punya usul siapa orangnya Kapten?"

"Maria Tuan Paduka Raja."

Ha ha ha ...

Mendengar nama Maria, Kolonel Topan tertawa.

"Kolonel!" Tegur Sang Raja

"Siap Paduka Raja."

"Saya peringatkan anda Kolonel. Se kali lagi kamu tertawa di ruangan ini, saya pancung kepalamu. Mengerti?"

"Mengerti Paduka Raja."

"Teruskan Kapten."

"Maria adalah rakyat biasa. Dua bu kan siapa-siapa bagi saya Tuan Pa duka Raja. Saya, Letnan Subki dan Kolonel Topan secara tidak senga ja pernah bertemu di tempat hibu ran malam."

Heeeem ...

"Terus Kapten .."

"Semula kami bertiga Maria hanya wanita biasa. Penyambut tamu dan  penggoda laki-laki hidung belang ....."

"Lalu ..?"

"Ternyata salah wahai Tuan Paduka Raja."

"Bisa sampai salah itu kenapa Kap ten. Apa kalian bertiga yang bodoh atau justru si Maria itu yang mem permainkan kalian?"

"Kami yang bodoh Tuan Paduka Raja," jawab Letnan Subki.

"Sekali lagi saya dengar kaliab se perti itu, aku turunkan pangkat kalian. Mengerti?"

"Mengerti Tuan Paduka Raja."

" Teruskan Kapten ceritanya .." Pinta Sang Raja.

" Ternyata Maria pandai bernyanyi dan menari Tuan Paduka Raja."

Wah .. wah ...

Luar biasa.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar