Selasa, 02 Juli 2019

Peluk Aku Ya Allah (38)

Peluk Aku Ya Allah (38)
Oleh Wak Amin


TIGA bawahan Jenderal Fatoni ma sing-masing Letnan Subki, Kapten Andre dan Kolonel Topan, datang menghadap.

"Anda bertiga tahu kenapa saya panggil untuk datang menghadap saya?"

"Tahu Jenderal." jawab Kolonel Topan.

"Kenapa?"

"Kenapa pasukan kita pada ngacir dan buang senjata."

"Anda Kapten andre?"

"Perlu penjelasan soal buang-buang senjata."

"Anda Letnan Subki?"

"Perlu penjelasan lebih lanjut aksi buang-buang senjata Komandan."

"Baiklah. Sekarang saya mau tanya, boleh tidak hal itu dilakukan? Saya mulai dari Kolonel Topan."

"Tidak boleh Jenderal."

"Kenapa?"

"Itu sama artinya pengkhianat Jen deral .."

"Terus?"

"Pelakunya harus diberi sangsi seberat-beratnya Jenderal."

"Anda sendiri bagaimana Kapten Andre?"

"Diperbolehkan Komandan."

Paaak paak ..

Kena tampar. Keras sekali, seba nyak dua kali. Kanan dan kiri.

"Kenapa?"

"Sebagai bagian dari strategi Koma ndan," jawab Kapten Andre dengan suara lantang

"Strategi apa?"

"Menghindar dan pukul Komandan."

"Maksudnya Kapten?"

"Kita buang senjata, lalu kita ngacir, itulah yang saya maksud dengan menghindar. Sedangkan pukul, di saat yang tepat kita lakukan sera ngan balik dengan cara yang ber beda."

"Anda yakin itu berhasil?"

"Kenapa tidak Komandan. Bukan kah Komandan sendiri yang menga jarkan kepada kami untuk selalu op timis dan percaya diri," terang Kap ten Andre.

"Tanggapan anda Letnan Subki?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar