Senin, 02 September 2019

Bola Pingpong (10)

Bola Pingpong (10)
Oleh Wak Amin



SIAP menembak ...

"Tembaaak!"

Dooor ...

Si hiu ternyata mahir bermanuver. Puluhan peluru kapsul berhasil dia hindari sebelum akhirnya meng hilang ke dasar laut.

Tembakan dihentikan ...

Kolonel Jonson meminta anak bu ahnya untuk tidak menembak lagi.

"Biarkan dia pergi dengan tenang," katanya sambil melambaikan ta ngan pada Mr Ford yang hendak kembali ke gardu jaga.

Mr Ford membalas lambaian ta ngan Kolonel Johson dengan melakukan hal yang sama.

Tapi tentunya tidak bagi Maria. Dia bersikap dingin dan cuek saat Mr Ford menawarinya ikut ke gardu jaga.

"Masih marah ia rupanya," ucap Mr Ford dalam hati.

Maria sontak bimbang ...

"Biarin ah. Masih banyak jalan menuju roma."

Iya, tapi pakai apa dan lewat mana?

Sementara Bos Rahmat, setelah mengetahui tiga anak buahnya tewas 'disantap' hiu, marah bukan main

Dia mengamuk. Meja dan kursi jadi sasaran. Dibanting ke lantai. Patah mematah.

"Hiu sableng. Hiu kurang ajar. Akan kutangkap dia hidup-hidup," kata Rahmat sambil melepaskan temba kan yang nyarus mengenai ayam betina yang lagi mengais-ngais ta nah  bersama enam anaknya di taman belakang rumah.

                           ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar