Bola Pingpong (21)
Oleh Wak Amin
"BOOOS .. Cepat Bos!" Teriak Fadil dari atas kapal motor.
Bos Rahmat belum tahu ada hiu di belakanya. Setelah tahu, dia berte riak minta tolong ke anak buahnya.
Byuuuur ...
'Nyerucup', Fadil bermaksud meno long bosnya. Bisa memang. Tapi, ketika mau naik kapal motor, kare na paling belakang, naiknya, si hiu berhasil merobek-robek badannya.
"Fadiiil ...!" Ujang berteriak histeris. Dia tembak si hiu, secepat kilat per gi dan meninggalkan potongan tu buh Fadil yang dilahap si hiu.
"Ayo Pak Taslim. Kita tinggalkan tempat ini secepatnya," kata Bos Rahmat.
"Pulang Bos?" Tanya Ujang. Sudah kepalang basah, satu rekan tewas, pantang surut ke belakang.
Bos Rahmat membenarkan ..
"Kita kesini lagi nanti dengan mem bawa peralatan yang lebih canggih. Kalian berdua mau kan?"
"Mau Bos," jawab Syukur. Bimbang dan ragu. Mau atau tidak ikut Sang Bos nantinya.
"Kamu Jang?"
"Siap Bos."
"Pak Taslim masih mau kan mengantar kami?"
Ha ha ha ...
"Maulah Pak Rahmat, asalkan itu nya lebih besar," ucap Pak Taslim t sembari membelokkan kapal motor nya ke kanan.
Pulang ke tempat asal. Tempat di mana Pak Rahmat dan anak buah nya naik. Tempat bersandarnya ka pal motor.
Di tengah perjalanan pulang, mesin kapal motor mendadak mati. Biasa nya ada kerusakan.
"Sepertinya saya harus periksa ke dalam air," kata Pak Taslim.
Buka baju dan celana. Menyisakan celana pendek.
Siap-siap nyemplung ...
"Pak Taslim. Hati-hati ..."
"Siap Pak Rahmat. "
Byuuur ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar