Minggu, 27 Oktober 2019

Lafadz KAMI (15)

Lafadz KAMI (15)
Oleh Wak Amin








58. Ayat 165 :

"FAlamaa nasuu maa zukkiruu bihii anjainaal laziina yanhauna 'anis suu-i wa akhaznal laziina dzhalamuu bi'azaabi ba-iisin bimaa kaanuu yafsuquun."


(Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbua tan jahat dan Kami timpakan ke pada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik).


59. Ayat 166 :

"Falammaa 'atau 'ammaa nahuu 'anhu qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi-iin."

(Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya : "Jadilah kamu kera yang hina" (a23).

60. Ayat 168 :

"Waqaththa'naahum fil ardhi umamaa. Minhumush shaalihuuna wa minhum duuna zaalik. Wa balau naahum bil hasanaati was sayyiaati la'allahum yurji'uun."

(Dan Kami bagi-bagi mereka di du nia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

61. Ayat 170 :

"Wal laziina yumassikuuna bil kitaabi wa aqaamush shalaah. Innaa laa nudhii'u ajral mushlihiin."

(Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberikan pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan).


62. Ayat 171 :

"Wauz nataqnaal jabala fauqahum ka annahuu dzhullatuw wadzhannuu annahuu waaqi'un bihim khuzuu maa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquu."



(Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : " Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa).









































_______

(a23) Sesungguhnya ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai perumpamaan. Artinya, hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan.
Pendapat Jumhur Mufassir ialah mereka betul-betul berubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak ma kan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar