Kamis, 28 November 2019

Af'al Allah (7)

Af'al Allah (7)


19. QS 15 (Al-Hijr) Ayat 22 :

"DAN Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."

(Wa arsalnaarriyaaha lawaaqiha fa anzalnaa minassamaa-i maa-an fasqainaakumuuh. Wamaa antum lahuu bikhaaziniin).

20. QS 20 (Thaaha) Ayat 53 :

"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam."

(Allazii ja'ala lakumul ardha mah daw wasalaka lakum fiihaa subulaw wa anzala minas samaa-a. Fa akhrajnaa bihii azwaajam min nabaatin syattaa).

21. QS 24 (An-Nuur) Ayat 43 :

"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadi kannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan ke luar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es da ri langit, (yaitu) dari (gumpalan-gum palan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

(Alam tara annallaaha yuzjii sahaaban tsumma yu-allifu bainahuu tsumma yaj'alahuu rukaaman fataraal wadqa yakhruju min khilaalih. Wayunazzilu minas samaa-i min jibaalin fiihaa min baradin fayushiibu bihi may yasyaa-u wa yashrifuhu may yasyaa-u yakaadu sanaa barqihibii yazhabu bil abshaar).

22. QS 25  (Al-Furqaan) Ayat 48-50 :

"Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih."

"Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, ag ar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak."

"Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya) ; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)."

(Wahuwallazii arsalarriyaaha busyran baina yadai rahmatih. Wa anzalnaa minassamaa-i maa-an thahuura. Linuhyiiya bihi baldatam maitaw wanusqiyahuu mimmaa khalaqnaa an'aamaw wa anaa siyya katsiiraa. Walaqad sharrafnaahu bainahum liyazzakkaruu. Fa abaa aktsarun naasi illaa kufuuraa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar