30. QS 7 (Al-A'raaf) Ayat 188 :
(QUL laa amliku linafsii naf'aw walaa dharran illaa maa syaa- allaah. Walau kuntu a'lamul ghaiba laastaktsartu minal Khairi wamaa massaniyas suu-u in anaa illaa nadzhiiruw wabasyiirul liqaumiy yu-'minuun).
"Katakanlah : "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
31. QS 93 (Adh-Dhuhaa) Ayat 2-8 :
(Wallaili izaa sajaa. Maa wadda'aka rabbika wamaa qalaa. Walal aakhiratu khairul laka minal uulaa. Wa lasaufa yu'thiika rabbika fatardhaa. Alam yajid ka yatiiman fa aawaa. Wawajadaka dhaallam fahadaa. Wawajadaka 'aailam fa aghnaa).
"Dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu (a11). Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan (a12). Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung (a13), lalu Dia memberikan petunjuk. Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan."
_______
(a11) Ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata : "Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.
(a12) Maksudnya akhir perjuangan Nabi Muhammad itu akan menjumpai kemenangan- kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian mufassirin yang mengartikan "akhirat" dengan "kehidupan akhirat" beserta segala kesenangannya dan "ula" dengan arti "kehidupan dunia."
(a13) Yang dimaksud dengan "bingung" di sini ialah kebingungan untuk menda patkan kebenaran yang tidak bisa dica pai dengan akal, lalu Allah SWT menurun kan wahyu kepada Muhammad SAW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar