11. QS Al-Israa' (17) Ayat 93-95) :
(Aw yakuuna laka baitum min zukhrufin aw tarqaa fissamaa-i. Walan nu-' mina liruqiyyika hattaa tunazzila 'alainaa kitaaban naqra-uh. Qul subhaana rabbii hal kuntu illaa basyarar rasuulaa).
"Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kebaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca." Katakanlah : "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?"
(Wamaa mana'an naasa ayyu'minuu izjaa 'ahumul hudaa illaa am qaaluu ba'stsallaahu basyarar rasuulaa).
"Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka : "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi Rasul?"
(Qul law kaana fil ardhi malaa-ikatu yamsyuuna muthma-inniina lanazzalnaa 'alaihim Mina's samaa-i malakar rasuulaa).
" Katakanlah : "Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi Rasul."
12. QS 18 (Al-Kahfi) Ayat 110 :
(Qul innamaa anaa basyarum mitslukum yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahuw waahid. Taman kaana yarjuu liqaa'arabbihi fal ya'mal 'amalan shaalihaw walaa yusyrik bi'ibaadati rabbihii ahadaa).
"Katakanlah : "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar