Muhammad Rasulullah (9)
26. QS 11 (Huud) Ayat 12 :
(Fala'alkaka taarikun ba'dha maa yuuhaa ilaika wadhaa-ikun bihii shadruka ayyaquuluu laulan unzila 'alaihi kanzun aw jaa-ama'ahuu malak. Innamaa anta tanziiru. Wallaahu 'alaa kulli syai-iw wakil).
"Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena kuatir bahwa mereka akan mengatakan : "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu."
27. QS At-Takwiir (81) Ayat 22 :
(Wamaa huwa 'alal ghaibi bidhaniin).
"Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang Bakhil untuk menerangkan yang ghaib."
28. QS Al-Qashash (28) Ayat 56:
(Innaka laa tahdii man ahbabta walaakinnallaaha tahdii may yasyaa-u. Wa huwa a'lamu bil muhtadiin).
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasih, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau memberi petunjuk."
29. QS Yunus (10) Agar 49 :
(Qul laa amliku linafsii dharraw walaa naf'an illaa maa syaa- allaah. Likulli ummatin ajal. Izjaa-a ajaluhum falaa yasta-'khiruuna saa'atuw walaa yastaqdimuun).
"Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan pada diriku melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal (a10). Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). "
____________________
(a10) Yang dimaksud dengan ajal ialah masa keruntuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar