(Allaahu laailaaha huwa rabbul 'arsyil 'adzhiim).
"Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai 'arsy yang besar." (7)
(Rafii'uddarajaati Zul 'arsyi yulqirruuha min amrihi 'alaa mayyasyaa-u min 'ibaadihi liyunzira yaumat talaaq).
"(Dia-lah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (kiamat)." (8)
______
7. QS 27 (An-Naml) Ayat 26
8. QS 40 (Al-Mu'min) Ayat 15.
Penjelasan :
"Yang mengutus Jibril dengan (memba wa) perintah-Nya" bisa kita baca juga di ...
- Surah Maryam (19) ayat 64 :
"Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara kedua nya, dan tidaklah Tuhanmu lupa."
- Surah Asy-Syuura (42) Ayat 51 :
"Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana."
("Di belakang tabir" bermakna seorang dapat mendengar kalam ilahi akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi pada diri Nabi Musa as).
- Surah An-Najm (53) Ayat 4-18 :
"Ucapannya itu tiada lain hanyalah wah yu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi."
"Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)."
"Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan."
"Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya."
(Ayat-ayat ini (4-11) menggambarkan pe ristiwa turunnya wahyu yang pertama di Gua Hira).
"Maka apakah kaum (Musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?"
"Dan sesungguhnya Muhamad telah melihat Jibril itu (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha."
(Sidratul Muntaha adalah tempat yang paling tinggi di atas langit yang ketujuh, yang telah dikunjungi Nabi ketika Mi'raj).
"Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya."
"Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya."
"Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar