Muhammad Rasulullah (18)
54. QS 48 (Al-Fath) Ayat 10 dan 18 :
(Innallaziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunallaah. Yadullaahi fawqa aidiihim. Faman nakatsa fainnamaa yanakutstsu 'alaa nafsih. Waman aufa bimaa 'aahada 'alaihullaahu fasayu-'tiihi ajran 'adzhiimaa).
"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah (a26). Tangan Allah di atas tangan mereka (a27), maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akan akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar."
(Laqad radhitallaahil mu'miniina iz yubaayi'uunaka tahtasysyajarati fa'alima fii quluubihim fa anzalas sakiinata 'alaihim wa atsaa bahum fathan qariibaa).
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon (a28) maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." (a29).
_________
(a26)
Pada bulan Zulkaedah tahun keenam Hijriyah Nabi Muhsmmad SAW beserta para pengikutnya hendak mengunjungi Mekah guna melakuksn umrah dan melihat kekuarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampainya di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kaum muslimin.
Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin dan tersiar kabar lagi bahwa Utsman telah dibunuh.
Karena itu Nabi menganjurkan agar kaum muslimin melakukan bai'ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kaum Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai.
Perjanjian setia ini telah diridhai Allah SWT sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai'atur Ridwan.
Bai'atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan "Shulhul Hudaibiyah.
(a27) Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Caranya berjanji setia dengan Rasul adalah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Jadi maksud tangan Allah di atas tangan mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah SAW sama dengan berjanji kepada Allah. Jadi seakan-akan tangan Allah di atas tangan orang yang berjanji itu. Hendaklah diper hatikan bahwasanya Allah Maha Suci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhkuk-Nya.
(a28) Lihat nomor a26.
(a29) Yang dimaksud dengan 'kemena ngan yang dekat' ialah kemenangan kaum muslimin pada Perang Khaibar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar