Nabi Isa (5)
8. QS 18 (Al-Kahfi) Ayat 4-5 :
"Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : "Allah mengambil seorang anak."
"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta."
9. QS 19 (Maryam) Ayat 88-92) :
" Dan mereka berkata : "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak."
"Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak."
"Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak."
10. QS Al-Mu'minuun (23) Ayat 84-92 :
"Katakanlah : "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
"Mereka akan menjawab : "Kepunyaan Allah." Katakanlah : "Maka apakah kamu tidak ingat?"
"Katakanlah : "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"
"Katakanlah : "Siapakah Yang di tsngsn-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)- Nya, jika kamu mengetahui?"
"Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah : "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
"Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran (a8) kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta."
"Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu."
"Yang mengetahui semua yang ghaib (a9) dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan."
_________________
(a8). Yang dimaksud dengan 'kebenaran'
dalam ayat ini adalah kepercayaan ten tang tauhid dan hari berbangkit.
(a9). Yang ghaib ialah yang tidak bisa ditangkap oleh pancaindra. Percaya kepada yang ghaib adalah mengi'ti kad kan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti adanya Allah, malaikat-malaikat, hari akhirat dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar