Minggu, 19 April 2020

Azab (4)

Azab (4) "DAN mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pe ngetahuan kepada mereka karena kede ngkian antara mereka (a7). Kalau tidak lah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) (a8) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu." (15) "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada kete tapan yang menentukan (dari Allah) tentang mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih." (16) "Tidak ada suatu negeripun (yang dur haka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudh)." "Dan sekali-kali tidak ada yang menghala ngi Kami untuk mengirimkan (kepa damu) tanda-tanda (kekuasaan Kami) melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu (a9). Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk ditakuti." (17) __________________ 15. QS 42 (14) - (a7). Maksudnya adalah ahli kitab itu berpecah belah sesudah mereka menge tahui kebenaran dari Nabi-nabi mereka. Setelah itu datang Nabi Muhammad SAW dan nyata kebenarannya mereka tetap berpecah belah dan tiada memper cayainya. - (a8). Yang dimaksud dengan "orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab" adalah ahli kitab yang hidup di masa Nabi Muhammad SAW. 16. QS 42 (21) 17. QS 17 (58-59) (a9). Allah SWT menerapkan bahwa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti yang dibe rikan kepada Rasul-rasul-Nya yang dahulu, akan dimusnahkan. Orang-orang Quraisy meminta kepada Nabi Muhammad SAW supaya diturunkan pula kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Allah SWT itu, tetapi Allah tidak akan menurunkannya kepada mereka, karena jika tanda-tanda kekuasaan Allah itu diturunkan juga, pasti mereka akan mendustakannya, dan tentulah mereka akan dibinasakan pula seperti umat-umat yang dahulu, sedangkan Allah SWT tidak hendak membinasakan kaum Quraisy. (Sahabat, pernahkah memikirkan apa penyebab Allah menimpakan bencana pada suatu kaum atau negeri? Adakah kita meyakini bahwa bencana hadir dikarenakan ulah tangan kita sendiri, yakni disebabkan banyaknya dosa yang kita lakukan? Ataukah kita mengikuti prasangka buruk bahwa Allah menzalimi hamba-Nya dengan bencana kekeringan atau kelaparan atau banjir dan longsor yang ditimpakan pada suatu kaum? Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa ada korelasi antara perbuatan dosa dengan datangnya bencana. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan hal ini, dalam banyak ayat dan hadits, berikut beberapa di antaranya: 1. Dosa karena mengingkari nikmat Allah. Sungguh dahsyat dosa mengingkari nikmat yang diberikan Allah, padahal segala hal yang ada dalam hidup kita merupakan karunia-Nya, tapi kita justru menyatakan nikmat tersebut sebagai hasil dari kecerdasan kita sendiri, atau hasil dari usaha keras yang kita lakukan. Maka tak heran jika Allah menimpakan bencana pada orang-orang yang kufur nikmat seperti ini. “Mereka mengetahui nikmat-nikmat Alloh, (tetapi) kemudian mereka meningkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. An Nahl: 83) Dosa akibat kufur ini bisa mengakibatkan Allah menurunkan kelaparan dan ketakutan pada sebuah negeri: “Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat,” (QS. An-Nahl: 112) 2. Dosa berbuat zalim. Allah SWT telah berjanji tak akan pernah membinasakan sebuah kota melainkan disebabkan penduduk kota tersebut dalam keadaan melakukan perbuatan zhalim yang sifatnya masif. “Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash: 59) Demikian pula sebuah negeri yang penduduknya banyak berbuat zhalim, maka Allah akan menimpakan azab yang pedih dan keras, entah berupa bencana alam ataupun bentuk azab lainnya. “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS Huud:102) 3. Dosa orang-orang yang hidup mewah namun melakukan kedurhakaan. Berhati-hatilah jika kita termasuk ke dalam golongan yang Allah berikan kesempatan untuk merasakan hidup mewah di sebuah negeri, karena jika kita melakukan kedurhakaan pada Allah, maka hal tersebut dapat menjadi alasan bagi Allah untuk menghancurkan negeri tersebut sehancur-hancurnya. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra’ : 16). Hal ini dikarenakan Allah menjanjikan untuk melimpahkan rezeki dari langit dan bumi untuk penduduk negeri yang beriman dan bertaqwa padaNya. Namun Allah juga telah memperingatkan akan membalas dengan siksa atas perbuatan buruk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf : 96) 4. Dosa melakukan perbuatan zina dan memakan riba secara terang-terangan. Saat ini perbuatan zina sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan, di mana perempuan-perempuan menjajakan dirinya di sosial media, auratnya disingkap untuk menarik perhatian laki-laki. Juga makin maraknya foto dan video porno yang direkam sendiri oleh para pelaku zina, dengan tujuan disebarluaskan ke khalayak ramai. Naudzubillah. Padahal zina secara terang-terangan merupakan perbuatan keji dan penyebab datangnya bencana untuk suatu kaum. “Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya –dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya- (niscaya akan turun kepada kalian bencana): (1). Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” (HR Ibnu Majah). Demikian juga dengan suburnya riba, seolah-olah kaum di negeri tersebut telah rela diazab jika mereka berzina dan memakan riba secara terang-terangan. “Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah rela terhadap datangnya adzab Allah untuk diri mereka.” (HR. Hakim) 5. Dosa berbuat curang dengan mengurangi takaran dan timbangan. Banyak pedagang yang berbuat curang atas barang dagangannya. Mereka mengurangi takaran atau timbangan sehingga bisa mengambil untung lebih dari perbuatan tersebut. Tanpa disadari, mencurangi timbangan dapat mendatangkan bencana berupa kekeringan dan gagal panen, serta susahnya penghidupan di suatu negeri. “Tidaklah (suatu kaum) mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezhaliman penguasa atas mereka.” (HR. Ibnu Majah). “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (QS. al-MuthaffifĂ®n:1-6). 6. Dosa karena tidak membayarkan zakat. Orang-orang yang menahan hartanya dari berzakat, maka hujan akan tertahan pula dari mereka, sehingga negeri mereka akan mengalami kekeringan. “Tidaklah (suatu kaum) menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah) 7. Dosa karena membiarkan kemaksiatan terjadi padahal mampu mencegahnya. Bencana juga akan hadir di negeri yang penduduknya tidak melakukan kewajiban nahi mungkar, serta membiarkan perbuatan keji dilakukan tanpa mencoba mencegahnya sama sekali meskipun mereka memiliki kemampuan untuk mencegahnya. “Tidaklah suatu kaum yang di tengah-tengah mereka dilakukan kemaksiatan, sedang mereka mampu mencegahnya, tetapi tidak mau mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab secara merata kepada merek.” (HR. Abu Dawud) Mengapa hal ini terjadi? Mengapa kita sebagai muslim tidak diperbolehkan membiarkan saudara kita yang lain berbuat kemungkaran? “Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, “Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.” Apabila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelamatkan semuanya,” (HR al-Bukhari). 8. Dosa mengumpulkan harta haram Selanjutnya, bencana banjir dan longsor akan datang pada orang-orang yang sibuk mengumpulkan harta haram yang diperoleh dengan cara yang tidak benar. “Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor).” (HR. Al-Baihaqi) Sahabat, semoga kita tersadar bahwa bencana yang menimpa suatu kaum sangat mungkin disebabkan dosa-dosa yang dikerjakan oleh kaum itu sendiri. Maka semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menjadi penyebab turunnya bencana di negeri ini). (tabungwakaf.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar