Minggu, 31 Mei 2020

Rahmat (6-TAMAT)

Rahmat (6-TAMAT) "SEKIRANYA bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah se golongan dari mereka telah bermaksud untuk menyesatkan mu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya se ndiri, dan mereka tidak dapat memberi mudharat sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu." (19) "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menen tukan antara mereka penghidupan mere ka dslam kehidupan dunia, dan kami telah meninggalkan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat memper gunakan sebagian yang lain. Dan Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang kamu kumpulkan." (20) 4. DEKAT DENGAN ORANG YANG BERBUAT IHSAN "Dan janganlah kamu membuat kerusa kan di muka bumi sesudah (Allah) mem perbaikinya  dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesung guhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (21) "Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tu hanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguh nya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (22) "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menja tuhkan dirimu sendiri ke dalam kebina saan, dan berbuat baiklah, karena sesu ngguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (23) " .... Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh (a6), te man sejawat, ibnu sabil (a7) dan hamba sahaya mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (24) "Dan carilah pada apa yang telah dianu gerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melu pakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia wi dan berbiat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Se sungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (25) "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menja tuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguh nya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (26) "(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." "Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia (a8) dan pahala yang baik di akherat. Dan Allah menyu kai orang-orang yang berbuat kebaikan." (27) https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 ___________ (19). QS 4 (113) (20). QS 43 (32) (21). QS 7 (56) (22). QS 39 (10) (23). QS 2 (195) (24). QS 4 (16) - (a6). Dekat dan jauh disini ada yang mengartikannya dengan tempat tinggal, hubungan kekeluargaan dan ada pula yang muslim dengan yang bukan muslim. - (a7). Ibnu sabil adalah orang yang da lam perjalanan yang bukan maksiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu-bapanya. (25). QS 28 (17) (26). QS 2 (195) (27). QS 3 (134 dan 148) -(a8). Pahala di dunia dapat berupa keme nangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan lain-lain. Menurut lughah(bahasa), Al-Ihsan berasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsanan yang artinya membaguskan. Ihsaana artinya berbuat baik kepadanya. Ihsan adalakebajikan, tetapi bukan sekedar kebajikan biasa. Ia adalah puncak kebajikan. Kata ini digunakan untuk dua hal, pertama, memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik, karena itu ihsan lebih luas dari sekedar memberi nafkah atau nikmat. Maknanya bahkan lebih tinggi dan dalam daripada kandungan makna adil karena adil adalah memperlakukan orang lain sama de ngan perbuatan mereka kepada anda, sedang ihsan adalah memperlakukannya lebih baik fari perlakuannya terhadap anda. Adil adalah mengambil semua hak anda atau memberi semua hak orang lain, sedang ihsan adalah memberi lebih banyak daripada yang harus anda beri dan mengambil lebih sedikit dari yang seharusnya anda terima. Dalam hadits Nabi menjelaskan bahwa Ihsan ialah  engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan kalau engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau. Jadi ihsan adalah ajaran tentang penghayatan pekat akan hadirnya Tuhan dalam hidup, mela lui penghayatan diri sebagai sedang mengha dap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah. Ihsan adalah pendidikan atau latihan untuk mencapai dalam arti sesunggunya. Karena itu, seperti dikatakan Ibn Taimiyah,ihsan menjadi puncak tertinggi keagamaan manusia. Makna ihsan lebih meliputi daripada iman, le bih meliputi daripada Islam, sehingga pelaku iman lebih khusus daripada pelaku Islam. Se bab dalam ihsan sudah terkandung iman dan Islam, sebagaimana iman sudah terkandung Islam. Seorang yang ber-ihsan disebut muhsin, seba gaimana seorang beriman disebut mukmin dan ber-Islam disebut mus lim. Karena itu, sebagai bentuk jenjang peng hayatan keagamaan, ihsan terkait erat sekali dengan pendidikan berbudi pekerti luhur atau berakhlaq mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar