Senin, 29 Juni 2020

An-Naas (6)

An-Naas (6) By aminuddin F. PROSES PENCIPTAAN "DIA-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)." (30) "Allah SWT berfirman : "Apakah yang me nghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis : "Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (31) "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." "Dan Kami telah menciptakan jin sebe lum (Adam) dari api yang sangat panas." "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu ber firman kepada para malaikat : "Sesung guhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang bera sal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." "Berkata iblis : "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (32) "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantai yang nyata." (33) "Dan (ingatlah) tatkala Kami berfirman kepada para malaikat : "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata : " Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (34) "Kawannya (yang mukmin) berkata ke padanya sedang dia bercakap-cakap de ngannya : "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?" (35) "Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur) maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sam pailah pada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang dipadatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hidup lah bumi itu dan suburlah dan menum buhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah." (36) __________________ (30). QS 6 (2) (31). QS 7 (12) (32). QS 15 (26-28, 33) (33). QS 16 (4) (34). QS 17 (61) (35). QS 18 (37) (36). QS 22 (5)

Minggu, 28 Juni 2020

An-Naas (6)

An-Naas (5) By aminuddin "SESUNGGUHNYA Kami telah mengemu kakan amanat (a5) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka kuatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh." (25) E. TUGAS dan TUJUAN HIDUP "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (26) "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan kemur nian ketaatan kepada-Nya dalam (menja lankan) agama dengan lurus (a6) dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus." (27) "Jatakanlah : "Sesungguhnya sembah yangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (28) "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud men cari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tan da-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (a7). Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluar kan tuntasnya maka tunas itu menjadi kan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang muk min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (29) ________________ (25). QS 33 (72) (a5). Yang dimaksud dengan amanat di sini adalah tugas-tugas keagamaan. (26). QS 51 (56) (27). QS 98 (5) (a6). Lurus berarti jauh dari syirik (mem persekutukan Allah) dan jauh dari kese satan. (28). QS 6 (162) (29). QS 48 (29) (a7). Maksudnya pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Sabtu, 27 Juni 2020

An-Naas (4)

An-Naas (4) By aminuddin D. WATAK / SIFAT "ALLAH hendak memberikan keringanan kepadamu (a4) dan manusia dijadikan bersifat lemah." (18) "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata." (19) "Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebai kan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." " .. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih." " .. Dan adalah manusia itu sanga kikir." (20) "Dan sesungguhnya Kami telah mengula ng-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang pa ling banyak membantah." (21) "Manusia telah dijadikan (bertabiat) ter gesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)- Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera." (22) "Dan Dia-lah Allah yang telah menghi dupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat." (23) "Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata : "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui." "Sesungguhnya orang-orang yang sebe lum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mere ka apa yang dahulu mereka usahakan." "Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-oranh yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan di ri." (24) _______________ (18). QS 4 (28) (a4). Yaitu dalam syariat di antaranya boleh menikahi budak bila telah cukup syarat-syaratnya. (19). QS 16 (4) (20). QS 17 (11, 67 dan 100) (21). QS 18 (54) (22). QS 21 (37) (23). QS 22 (66) (24). QS 39 (49-51)

Jumat, 26 Juni 2020

An-Naas (3)

An-Naas (3) By aminuddin "APAKAH kamu tiada melihat bahwasa nya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui." "Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji." "Apakah kamu tiada melihat bahwa sa nya Allah menundukkan bagimu apa ya ng ada di bumi dan bahtera yang berla yar di lautan dengan perintah-Nya. Dan dia menahan (benda-benda) di langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia." (11) "Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mem punyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manu sia tidak bersyukur." "Yang demikian itu adalah Allah, Tuhan mu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan melainkan Dia ; maka bagaima nakah kamu dapat dipalingkan?" "Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah." (12) C. BENTUK dan RUPA yang BAGUS "Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit seba gai atap dan membentuk kamu lalu mem bagikan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam." (13) ".. Dia membentuk rupamu dan dibaguskannya rupamu itu dan hanya kepada-Nyalah kembali (mu)." (14) "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seim bang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (15) "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (16) "Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Ma ha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (17) _____________ (11). QS 22 (63-65) (12). QS 40 (61-63) (13). QS 40 (64) (14). QS 64 (3) (15). QS 82 (7-8) (16). QS 95 (4) (17). QS 3 (6)

An-Naas (2)

An-Naas (2) By aminuddin B. DIKEMBANG-BIAKKAN "ALLAH menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah SWT?" (6) "Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembang-biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpunkan." (7) "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia men jadikan bagi kamu dari jenis kamu sen diri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan(pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (8) "Sesungguhnya Kami telah menempat kan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagi kamu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." "Allah berfirman : "Turunlah kamu seka lian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan." (9) "Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunu ng Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran." "Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya." "Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya (a3); dan Kami tidak menurunkannya melain kan dengan ukuran yang tertentu." "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Ka mi beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kami yang menyimpannya." (10) _______________ (6). QS 16 (72 (7). QS 23 (79) (8). QS 42 (11) (9). QS 7 (10 dan 24) (10). QS 15 (19-22) (a3). Maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah SWT.

Rabu, 24 Juni 2020

An-Naas (1)

An-Naas (1) By aminuddin ID Pub : 8800179315466420 A. DIBERI KEMAMPUAN "Dia-lah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang ba ik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata) : "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." (1) "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (a1), Kami lebihkan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (2) "Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu." (3) "Dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut." (4) "Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka ken darai seperti bahtera itu." (a2) "Dan jika Kami menghendaki niscaya Ka mi tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan." (5) _____________ (1). QS 10 (22) (2). QS 17 (70) (a1). Maksudnya Allah SWT memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan. (3). QS 17 (66) (4). QS 23 (22) (5). QS 36 (41-43) (a2). Binatang-binatang tunggangan dan alat-alat pengangkutan umumnya.

Senin, 22 Juni 2020

Rezeki (10-tamat)

Rezeki (10-tamat) "DAN di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tana man-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir." (38) "Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?" (39) "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesung guhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (40) "Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesu ngguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (41) " ... (Tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (42) "Dan makanlah majanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah Yang kamu beriman kepada-Nya." (43) "Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik dan bertakwalah kepada Allah ; sesung guhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (44) "Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluar kan yang mati dari yang hidup.(a13) Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab." " ... Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab." (45) "Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (reze kinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budsk-budak yang mere ka miliki agar mereka sama (merasa kan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" (a14) (46) "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak me minta rezeki kepadamu. Dan akibat (ya ng baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (47) "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-irsng yang berbuat kebaikan." (48) https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 ________________ (38). QS 13 (4) (39). QS 21 (44) (40). QS 2 (168) (41). QS 5 (87) (42). QS 2 (190) (43). QS 5 (88) (44). QS 8 (69) (45). QS 3 (27 dan 37) (a13). Sebagian mufassirin memberi misal pada ayat ini dengan mengeluar kan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan di antara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesu atu umat adalah menurut hukum Allah. (46). QS 16 (71) (a14). Ayat ini salah satu dasar sosialisme dalam Islam (47). QS 20 (132). (48). QS 16 (128)

Minggu, 21 Juni 2020

Rezeki (9)

Rezeki (9) 5. Halal dan Thayyibah "MAKA makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (32) "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (a13), Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makh luk yang telah Kami ciptakan." (33) "Dan laut yang di dalamnya ada api." (34) "Dia-lah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai dan (apabila) ge lombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata) : "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." (35) "Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan) dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berla yar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur." (36) "Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur." (37) ______________ (32). QS 16 (114) (33). QS 17 (70) (a13). Maksudnya adalah Allah SWT memudahkan bagi anak Adam pengang kutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan. (34). QS 52 (6) (35). QS 10 (22) (36). QS 16 (14) (37). QS 35 (12)

Sabtu, 20 Juni 2020

Rezeki (8)

Rezeki (8) "DIA-lah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah (a11), padahal kamu mengetahui." (26) "Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai." (27) "...Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan ..(a12) (28) "Maha Suci Tuhan yang telah mencip takan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (29) "... Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pa sangan (pula), dijadukan-Nya kamu ber kembang biak dengan jalan itu .." (30) "Dan segala sesuatu Kami ciptakan ber pasang-pasangan supaya kamu mengi ngat akan kebesaran Allah." (31) _______________ (26). QS 2 (22) (a11). Adalah segala sesuatu yang di sembah selain menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa dan lain sebagainya. (27). QS 14 (32) (28). QS 13 (3) (a12). Yang dimaksud dengan "berpasa ng-pasangan" ialah jantan dan betina, pahit dan manis, putih dan hitam, besar dan kecil dan sebagainya. (29). QS 36 (36) (30). QS 42 (11) (31). QS 51 (49)

Jumat, 19 Juni 2020

Rezeki 7)

Rezeki (7) "DIA-lah yang menjadikan untukmu ma lam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk is tirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." "Dia-lah yang meniupkan angin (seba gai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak." "Dan sesungguhnya Kami telah mempergulirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya) ; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)." (23) "Allah, Dia-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira." "Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." (24) "Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." "Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesung guhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (a10). Sesungguhnya Allah Maha Perka sa lagi Maha Pengampun." (25) _________________ (23). QS 25 (47-50) (24). QS 30 (48-49) (25). QS 35 (27-28) (a10). Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini adalah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah SWT

Kamis, 18 Juni 2020

Rezeki (6)

Rezeki (6) 4. Kadar Rezeki "DAN jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesung guhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." (17) "Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mere ka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang tak wa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orsbg yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (18) " ... Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. " (19) "Dia-lah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu bagi Allah (a9), padahal kamu mengetahui." (20) "Dia-lah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya men jadi minuman dan sebagiannya (menyu burkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggem balakan ternakmu." 'Dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (21) "Dan sesungguhnya Kami telah mencip takan di atas kamu tujuh buah jalan (tu juh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)." "Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya." "Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan, dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon-pohon zaitun) yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan." "Dan sesungguhnya pada binatang-bina tang ternak, terdapat pelajaran yang pen ting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut." (22) _______________ (17). QS 42 (27) (18). QS 2 (212) (19). QS 24 (38) (20). QS 2 (22) (a9). Adalah segala sesuatu yang disembah selain menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa dan sebagainya. (21). QS 16 (10-11) (22). QS 23 (17-22)

Rabu, 17 Juni 2020

Rezeki (5)

Rezeki (5) "SESUNGGUHNYA Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau se perdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kami. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dan Al-Quran serta dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinja man kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (14) "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda sianh itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (15) "Katakanlah : "Terangkankah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu?" Maka apakah kamu tidak mendengar?" "Katakanlah : "Terangkankah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapa kah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apa kah kamu tidak memperhatikan?" "Dan karena rahmat-Nya, Dia jsdikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (16) ______________ (14). QS 73 (20) (15). QS 17 (12) (16). QS 28 (71-73)

Selasa, 16 Juni 2020

Rezeki (4)

Rezeki (4) "DAN berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu serta Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : "Siapakah yang menja dikan langit dan bumi serta menunduk kan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah", maka betapa kah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)." "Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyem pitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." "Dan sesungguhnya jika kamu menanya kan kepada mereka : "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghi dupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya)." (8) 3. Waktu Mencari Rezeki "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (9) "Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang bendera Ng (supaya kamu mencari karunia Allah) ...." (10) "Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mem punyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." (11) "Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian." (a8) "Dan Kami jadikan siang itu untuk mencari penghidupan." (12) "Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat. Dua menjadikan siang untuk berusaha." (13) ____________ (8). QS 29 (60-63) (9). QS 17 (12) (10). QS 10 (67) (11). QS 40 (61) (12). QS 78 (10-11) (a8). Malam itu disebut "pakaian" karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutup tubuh manusia. (23). QS 25 (47)

Senin, 15 Juni 2020

Rezeki (3)

Rezeki (3) "DAN tidak ada suatu binatang melata (a6) pun di bumi melainkan Allah-ah yang memberi rezekinya, dan Dia menge tahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya (a7). Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." (6) ________________ (6). QS 11 (6) - (a6). Yang dimaksud 'binatang melata' disini adalah segenap makhluk Allah SWT yang bernyawa. - (a7). Menurut sebagian ahli tafsir, yang dimaksud dengan 'tempat berdiam" disi ni adalah dunia sedangkan 'tempat pe nyimpanan' ialah akherat. Sementara menurut ahli tafsir yang lain, maksud da ri 'tempat berdiam' adalah tulang sulbi dan 'tempat penyimpanan' adalah rahim. - Tulang sulbi adalah salah satu bagian da ri tubuh manusia yang jarang diketahui. Tu lang sulbi merupakan bagian paling ujung dari tulang belakang manusia, yang biasa disebut dengan tulang ekor. Secara sains, dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ra madhani dkk, dijelaskan bahwa tulang sulbi merupakan tempat keluarnya pembuluh darah yang memberikan darah kepada testis dan ovarium. Disebutkan pula bahwa pembuluh darah vesticular artery dan ovary artery bermula dari satu tempat antara tulang sulbi dan tulang dada. Terkait temuan ini, Al-Quran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah menjelaskan hal tersebut. "Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang da da perempuan." (QS Ath-Thaariq ayat 5-7). Setiap manusia memiliki tulang sulbi. Al-Quran dan hadits juga mengungkap menge nai tulang sulbi. Dijelaskan bahwa saat manusia mati, seluruh bagian dari tubuhnya akan hancur, kecuali satu organ tubuh yang tidak akan hancur, yaitu tulang sulbi. Dari tulang ini manusia diciptakan dan kelak dibangkitkan kembali. (techno.okezone.com) - Dalam Bahasa Indonesia kata rahim berarti peranakan dan kandungan. Dalam bahasa asalnya, Bahasa Arab, kata rahim memiliki arti kekerabatan atau hubungan kekerabatan. Menurut Ibnu Sayyidih, rahim berarti rumah tempat tumbuh anak di dalam perut. Rahim wanita artinya keperempuanannya. Rahim wanita disebut rahim karena dari sanalah lahir anak yang disayangi, dicintai dan dikasihinya. Dalam ilmu biologi, rahim dikenal dengan istilah uterus yang artinya bagian tubuh berdinding tebal yang di dalamnya embrio berkembang. Uterus ini berotot dan otot-otot yang halus itu meningkat jumlahnya selama kehamilan yang karenanya dapat mengeluarkan anak saat kelahiran. Ukuran uterus--sesuai dengan ketebalan dindingnya yang menyediakan sifat kasih sayang dan makanan untuk embrio yang sedang berkembang--berbeda-beda sesuai siklus keaktifan seks dan ketidak-aktivannya di bawah pengaruh hormon reproduksi. Dari kata rahim muncul kata zur-rahim atau kata jamaknya zawul-arham yang artinya kaum kerabat. Kerabat artinya setiap orang yang berhubungan nasab. Menurut Wahbah az-Zuhaili, zur-rahim secara mutlak berarti orang yang memiliki kekerabatan. Namun, oleh ulama-ulama ilmu waris kata zur-rahim disemptkan pengertiannya menjadi kerabat yang tidak masuk ke dalam kelompok zul-fard (ahli waris yang bagiannya telah ditentukan dalam al-Quran) dan tidak masuk pula ke dalam kelompok ‘ashabah (ahli waris yang bagiannya tidak ditentukan di dalam al-Quran) seperti anak laki-laki dari anak perempuan, anak saudara perempuan, bapak dan ibunya ibu (nenek), dan saudara ibu. Ada yang mengatakan bahwa zur-rahim adalah muhram atau muharram yaitu orang yang tidak halal untuk dinikahi, seperti ibu dan anak perempuan. Menurut az-Zuhaili, para ulama telah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan muhram adalah orang yang haram untuk dinikahi baik karena mempunyai hubungan nasab maupun hubungan sepersusuan dan hubungan perbesanan. Ulama telah sepakat, masih kata az-Zuhaily, bahwa zur-rahim menjadi salah satu faktor penentu wajib tidaknya perempuan melaksanakan haji. Maksudnya, seorang perempuan tidak wajib melaksanakan haji kalau tidak ada suami atau salah seorang dari zur-rahim yang mendampinginya. Dasarnya adalah Hadis Nabi: “Seorang perempuan tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali didampingi oleh zur-rahim.” Dan hadis Nabi: Janganlah seorang perempuan naik haji kecuali bersama suaminya”. Beberapa ulama seperti Abu Hanifah, an-Nakha’iy, al-Hasan, as-Saury, Ahmad, dan Ishaq, menjadikannya (pendampingan perempuan oleh suami atau zur-rahim) sebagai bagian dari istita’ah (kemampuan). Sementara itu, di samping suami atau zur-rahim, perempuan dapat pula didampingi oleh perempuan-perempuan yang dapat dipercaya. Demikian pendapat golongan Syafi’iyah. Alhasil, kata Sayyid Sabiq, perempuan tanpa zurrahim--sama dengan orang sakit, fakir miskin, orang yang dirampok--tidak termasuk golongan yang wajib haji karena tidak mempunyai istita’ah. Kalaupun perempuan itu tetap melaksanakan haji, Sayyid Sabiq menyebutnya musi’ fil-hajj (orang yang rusak hajinya). (iwwanasti.blogspot.com)

Minggu, 14 Juni 2020

Rezeki (2)

Rezeki (2) 2. Jaminan Rezeki "DAN kawinkanlah orang-orang yang sen dirian (a2) di antara kamu, dan orang-ora ng yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan ham ba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." "Dan orang-orang yang tidak mampu ka win hendaklah menjaga kesucian (diri) nya sehingga Allah SWT memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang mengingin kan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka (a3), jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu (a4). Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa." (a5).(5) ______________________ (5). QS 24 (32-33) - (a2). Maksudnya hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka bisa kawin. - (a3). Salah satu cara dalam agama Is lam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan dengan perjanjian budak itu akan mem bayar jumlah uang yang ditentukan. Pe milik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu jika budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi pembayaran itu dengan harta yang halal. - (a4). Untuk mempercepat lunasnya per janjian itu hendaklah budak-budak itu ditolong dengan harta-harts yang diam bilkan dari zakat atau harta lainnya. - (a5). Maksudnya Tuhan akan mengam puni budsk-budsk wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya itu, selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi.

Sabtu, 13 Juni 2020

Rezeki (1)

Rezeki (1) By Aminuddin ID Pub : 8800179315466420 1. Maha Pemberi Rezeki "AKU tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." "Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh." (1) "Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberi kan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki." (2) "Atau kamu meminta upah kepada mere ka?", maka upah dari Tuhanmu (1) ada lah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik." (3) "Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-ham ba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barangsia pa yang kamu nafkahkan, maka Allah ak an menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (4) _____________ (1). QS 51 (56-58) (2). QS 22 (58) ( Secara umum, rezeki adalah segala sesuatu dari Allah SWT yang bermanfaat dan yang dihalalkan, bisa berupa uang, makanan, pakaian, hingga pasangan yang saling menentramkan. Rezeki juga bisa berupa keturunan yang saleh dan salehah serta nikmat sehat, pendengaran, penglihatan dan lain sebagainya) (akurat.co) (3). QS 23 (72) (a1). Yang dimaksud dengan upah dari Tuhanku ialah rezeki yang dianugerah kan Tuhan di dunia, dan pahala di akherat. (4). QS 34 (39)

Jumat, 12 Juni 2020

Merugi (4-habis)

Merugi (4-habis) C. Demi Masa "DEMI masa." "Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati su paya menaati kebenaran serta nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (14) "Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)." (15) "... Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan." (16) "Mereka itulah orang-orang yang meru gikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan." (17) "Dan janganlah kamu merugikan manu sia pada hak-haknya dan janganlah ka mu merajalela di bumi dan membuat kerusakan." (18) "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata : "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan me numpahkan darah, padahal kami senan tiasa bertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman : "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (19) "Dan Musa berkata : "Jika kamu dan orang-orang yang berada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (a7) lagi Maha Terpuji." (20) "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu : "Bersyu kurlah kepada Allah. Dan barangsi apa yang bersyukur (kepada Allah), maka se sungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak ber syukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (21) https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 __________ (14). QS 103 (1-3) (15). QS 6 (20) (16). QS 7 (53) (17). QS 11 (21) (18). QS 26 (183) (19). QS 2 (30) (20). QS 14 (8) (a7). Maksudnya adalah Allah SWT tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya. (21). QS 31 (12)

Merugi (3)

Merugi (3) B. Perniagaan "MEREKA itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka ti daklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. " (11) "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." "Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesu ngguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (a5) (12) "Katakanlah : "Apakah akan Kami berita hukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" "Yaitu orang-orang yang telah sia-sia per buatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." "Mereka itu orang-orang yang kufur ter hadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (ku fur terhadap) perjumpaan dengan Dia (a6), maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." "Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok." (13) ______________ (11). QS 2 (16) (12). QS 35 (29-30) (a5). Allah mensyukuri hamba-Nya: mem beri pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menam bah nikmat-Nya dan sebagainya. (13). QS 18 (103-106) (a6). Maksudnya tiada beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.

Rabu, 10 Juni 2020

Merugi (2)

Merugi (2) "KATAKANLAH : "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia menge tahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi." (4) "Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang yang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia (a3). Katakanlah : "Sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (5) "Hai orang-orang yang beriman, pelihara lah dirimu dan keluargamu dari api nera ka yang bahan bakarnya adalah manu sia dan batu; penjaganya malaikat-ma laikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang dipe rintahkan." (6) "Dan orang-orang yang berkata : " Ya Tu han kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami se bagai penyenang hati (kami), dan jadikan lah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (7) "Kepunyaan Allah-lah kunci-kunci (per bendaharaan) langit dan bumi. Dan ora ng-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi." (8) "Dia-lah yang telah menurunkan ketena ngan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. (a4) dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke da lam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-ke salahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah." "Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perem puan yang mereka itu berprasangka bu ruk terhadap Allah. Mereka itu akan men dapat giliran (kebinasaan) yang amat bu ruk dan Allah memurkai serta mengutuk mereka dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jaha nam) itulah sejahat-jahat tempat kembali." "Dan kepunyaan Allah-lah tentsra langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perka sa lagi Maha Bijaksana." (9) "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu; "Jika kamu memperse kutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah anakmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (10)

Selasa, 09 Juni 2020

Merugi (1)

Merugi (1) Oleh WAk Amin ID Pub : 8800179315466420 A. Dunia dan Akhirat "DAN di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi (a1); maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbalik lah ia ke belakang (a2). Rugilah ia di dunia dan akherat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." "Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh." "Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudharatnya lebih dekat dari manfaat nya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat kawan." (1) "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akherat, Kami jadikan mereka memandang indah per buatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan)." "Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akherat adalah orang-orang yang paling merugi." (2) "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" "(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah de ngan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu menge tahui nya, niscaya Allah akan mengampu ni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawah nya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di da lam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (3) _______________ (1). QS 22 (11-13) - (a1). Menyombongkan diri - (a2). Tidak dengan penuh keyakinan (2). QS 27 (4-5) (3). QS 61 (10-13)

Senin, 08 Juni 2020

Beruntung (9-tamat)

Beruntung (9-tamat) "ALIF Laam Miiim." "Inilah ayat-ayat Al-Quran yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaika, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akherat." "Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (32) "Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." (33) "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) ini, melainkan agar ka mu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman." " ... Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." "Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Quran itu dari Tuhanmu dengan benar untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (34) "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dua ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang." (35) https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 ______________ (32). QS 31 (1-5) (33). QS 29 (51) (34). QS 16 (64, 89, 102) (35). QS 87 (14-15)

Minggu, 07 Juni 2020

Beruntung (8)

Beruntung (8) "SESUNGGUHNYA jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghu kum (mengadili) di antara mereka (a9) ialah ucapan : "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (26) "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercam pur (a10) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." "Sesungguhnya Kami telah menunjuki nya jalan yang lurus; ada yang bersyu kur dan ada pula yang kafir." "Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala." (27) "Dan janganlah kamu mengikuti apa ya ng kamu tidak mempunyai pengeta huan tentangnya. Sesungguhnya pendengar an, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (28) "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urutan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (29) "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih-Nya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka .." (a11) (30) "Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-po honan kedua-duanya tunduk kepada-Nya." (31) _____________ (26). QS 24 (51) (a9). Yakni di antara kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin. (27). QS 76 (2-4) (a10). Maksudnya bercampur antara benih lelaki dengan benih perempuan. (28). QS 17 (36) (29). QS 45 (18) (30). QS 28 (68) (a11). Bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati serta menerima apa yang telah ditetapkan Allah SWT. (31). QS 55 (6)

Sabtu, 06 Juni 2020

Beruntung (7)

Beruntung (7) "TiMBANGAN pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." " ... Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolong nya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (22) "Barangsiapa yang berat timbangan (ke baikan) nya, (a7), maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (23) "Sesungguhnya beruntunglah orang-ora ng yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki (a8), maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (24) "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (25) ______________ (22). QS 7 (8 dan 157) (23). QS 23 (102) (a7). Maksudnya adalah orang-orang mukmin yang beramal saleh. (24). QS 23 (1-6) (a8). Yakni budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasaan ini bukan lah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini. (25). QS 91 (9-10)

Jumat, 05 Juni 2020

Beruntung (6)

Beruntung (6)



"DAN hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar (a6); mereka itulah orang-orang yang berun tung." (21)





_________________

(21). QS 3 (104)

(a6). Ma'ruf adalah segala perbuatan ya ng mendekatkan kita kepada Allah, seda ngkan munkar ialah segala perbuatan ya ng menjauhkan kita dari padanya.

( Pada hakikatnya amar ma’ruf nahi munkar merupakan bagian dari upaya menegakkan agama dan kemaslahatan di tengah-tengah umat. Secara spesifik amar ma’ruf nahi munkar lebih dititiktekankan dalam mengantisipasi maupun menghilangkan kemunkaran, dengan tujuan utamanya menjauhkan setiap hal negatif di tengah masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

Menerapkan amar ma’ruf mungkin mudah dalam batas tertentu tetapi akan sangat sulit apabila su dah terkait dengan konteks bermasyarakat dan bernegara. Oleh karena itu, orang yang melaku kan amar ma’ruf nahi mungkar harus mengerti betul terhadap perkara yang akan ia tindak, agar tidak salah dan keliru dalam bertindak.

Syekh an-Nawawi Banten dalam kitabnya 'Tafsir Munir' berkata:  

“Amar ma’ruf nahi munkar termasuk fardlu kifayah. Amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh dilakukan kecuali oleh orang yang tahu betul keadaan dan siasat bermasyarakat agar ia tidak tambah menjerumuskan orang yang diperintah atau orang yang dilarang dalam perbuatan dosa yang lebih parah."

"Karena sesungguhnya orang yang bodoh terka dang malah mengajak kepada perkara yang batil, memerintahkan perkara yang munkar, melarang perkara yang ma’ruf, terkadang bersikap keras di tempat yang seharusnya bersikap halus dan bersikap halus di dalam tempat yang seharusnya bersikap keras.”  (Syekh an-Nawawi al-Jawi, Tafsir Munir, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005, cetakan ketiga,  jilid II, halaman 59).

Terlebih dalam persoalan yang berpotensi menimbulkan problematika sosial keamanan yang lebih besar. Dalam kemungkaran seperti ini kewenangan amar ma’ruf nahi mungkar tidak diserahkan pada perseorangan ataupun kelompok, akan tetapi hanya diserahkan kepada pemerintah. Dan pemerintah harus menerapkan kebijakan atas dasar prinsip maslahat dengan tetap dilandasi nilai-nilai agama yang benar. 

Selain itu, beberapa tahapan atau prosedur harus dilakukan dalam realisasi pelaksanaan amar ma’ruf. Tidak semudah kita menaiki tangga, akan tetapi harus melalui tahapan yang paling ringan, baru kemudian melangkah pada hal yang agak berat.  

Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ 

“Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu _dengan lisannya_, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) 

Maksud dari hadits ini bukanlah seperti yang banyak disalahpahami oleh orang-orang yang beranggapan bahwa kalau mampu menghilangkan dengan tangan maka harus langsung dengan tangan. Anggapan seperti ini salah besar dan bertentangan dengan nilai rahmat (belas kasih) di dalam Islam. 

Akan tetapi pemahaman yang benar dari hadits ini adalah seseorang yang melihat kemunkaran dan ia mampu menghilangkan dengan tangan, maka ia tidak boleh berhenti dengan lisan jika kemunkaran tidak berhenti dengan lisan, dan orang yang mampu dengan lisan, maka ia tidak boleh berhenti hanya dengan hati.  

Imam Muhyiddin an-Nawawi berkata di dalam kitab Raudlatut Thâlibîn:  ولا يكفي الوعظ لمن أمكنه إزالته باليد، ولا تكفي كراهة القلب لمن قدر على النهي باللسان 

“Tidak cukup memberi nasihat bagi orang yang mampu menghilangkan kemunkaran dengan tangan. Dan tidak cukup ingkar di dalam hati bagi orang yang mampu mencegah kemunkaran dengan lisan.” (Muhyiddin Abu Zakariya an-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005, cetakan kelima, jilid V, halamann 123).  

Dalam proses amar ma’ruf nahi munkar tetap ha rus mendahulukan tindakan yang paling ringan sebelum bertindak yang lebih berat. Syekh Abdul Hamid asy-Syarwani berkata di dalam kitabnya, Hasyiyah asy-Syarwani: 

والواجب على الآمر والناهي أن يأمر وينهى بالأخف ثم الأخف. فإذا حصل التغيير بالكلام اللين فليس له التكلم بالكلام الخشن وهكذا كما قاله العلماء “Wajib bagi orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar untuk bertindak yang paling ringan dulu kemudian yang agak berat. Sehingga, ketika kemungkaran sudah bisa hilang dengan ucapan yang halus, maka tidak boleh dengan ucapan yang kasar. Dan begitu seterusnya).” (Syekh Abdul Hamid asy-Syarwani, Hasyiyah asy-Syarwani ala Tuhfahtil Muhtaj, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2003 cetakan keempat, jilid 7, halaman 217) 

Dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seseorang harus lebih arif dan bijak karena terkadang dalam menghasilkan tujuan amar ma’ruf nahi munkar, seseorang harus menghilangkannya sedikit demi sedikit, tidak memaksakan harus hilang seluruhnya dalam waktu seketika itu. 

Sayyid Abdullah ibn Husain ibn Tohir berkata: ينبغي لمن أمر بمعروف أو نهى عن منكر أن يكون برفق وشفقة على الخلق يأخذهم بالتدريج فإذا رآهم تاركين لأشياء من الواجبات فليأمرهم بالأهم ثم الأهم فإذا فعلوا ما أمرهم به انتقل إلى غيره وأمرهم وخوفهم برفق وشفقة مع عدم النظر منه لمدحهم وذمهم وعطاءهم ومنعهم وإلا وقعت المداهنة وكذا إذا ارتكبوا منهيات كثيرة ولم ينتهوا بنهيه عنها كلها فليكلمهم في بعضها حتى ينتهوا ثم يتكلم في بعضها حتى ينتهوا ثم يتكلم في غيرها وهكذا. 

“Bagi orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar harus bersikap lembut dan belas kasih kepada manusia, ia harus bertindak pada mereka dengan bertahap. Ketika ia melihat mereka meninggalkan beberapa kewajiban, maka hendaknya ia memerintahkan pada mereka dengan perkara wajib yang paling penting kemudian perkara yang agak penting. Kemudian ketika mereka telah melaksanakan apa yang ia perintahkan, maka ia berpindah pada perkara wajib lainnya. Hendaknya ia memerintahkan pada mereka dan menakut-nakuti mereka dengan lembut dan belas kasih... begitu juga ketika mereka melakukan larangan-larangan agama yang banyak dan mereka tidak bisa meninggalkan semuanya, maka hendaknya ia berbicara kepada mereka di dalam sebagiannya saja hingga mereka menghentikannya kemudian baru berbicara sebagian yang lain, begitu seterusnya.” (al-Habib Zain bin Sumith, al-Minhaj as-Sawi, Jeddah, Dar al-Minhaj, 2006 cetakan ketiga, halaman 316-317) 

Dari keterangan di atas dapat kita tarik kesimpulan : 

- Amar ma’ruf nahi munkar hukumnya fardlu kifayah. 

- Pada kemunkaran tingkat tertentu, hak amar ma’ruf hanya bisa dimiliki pemerintah bukan perseorangan atau kelompok. 

- Dilakukan semampunya tanpa memaksakan di atas kemampuan. 

- Pelaksanaannya harus bertahap dari hal yang paling ringan kemudian hal yang agak berat, dan seterusnya. 

- Tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar bagi diri maupun orang lain. (NU Online)




Kamis, 04 Juni 2020

Beruntung (4)

Beruntung (4) 


 "SESUNGGUHNYA beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu." (10) " ... Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepa da Allah-lah kembali (mu)." (11) " ... Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (12) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Paling Tinggi." (13) " ... Ingatlah, menciptakan dan memerin tah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam." (14) "Kemudian air mani itu Kami jadikan se gumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan se gumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) la in. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (15) "Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan." (16) "Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan." (17) _____________ (10). QS 91 (9) (11). QS 35 (18) (12). QS 2 (222) (13). QS 87 (1) (14). QS 7 (54) (15). QS 23 (14) (16). QS 37 (159) (17). QS 37 (180)

Selasa, 02 Juni 2020

Beruntung (3)

Beruntung (3)




"TIDAK sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; peng huni-penghuni surga itulah orang yang beruntung." (8)

"Sesungguhnya orang-orang yang ber takwa berada dalam surga dan kenik matan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka me melihara mereka dari azab neraka."

"(Dikatakan kepada mereka) : "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerja kan, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli."

"Dan orang-orang yang beriman, dan ya ng anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (a4) dan Kami tiada mengiringi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjajannya."

"Dan Kami beri mereka tambahan deng an buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini."

"Di dalam surga memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa."

"Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan."

"Dan sebagian mereka menghadap kepa da sebagian yang lain saling tanya mena nya. "

"Mereka berkata : "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu-waktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)."

"Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka."

"Sesungguhnya kami dahulu menyem bah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." (9)



















__________________

(8). QS 59 (20)

(9). QS 52 (17-28)

(a4). Maksudnya adalah anak cucu mere ka yang beriman itu ditinggikan Allah SWT derajatnya sebagai derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.

Beruntung (2)

Beruntung (2)




"SESUNGGUHNYA beruntunglah orang-orang yang beriman." (a3) (7)







________________

(7). QS 23 (1)

(a3). Menyandang gelar orang beri man adalah predikat yang mulia. Allah SWT mensifati sifat orang-orang yang beriman sekaligus da lam 2 ayat, yaitu ayat ke 2 dan ke 3 dari surah Al-Anfal. 

Allah SWT menyebut ada lima sifat di dalam ayat tersebut. Berikut pen jelasannya ...

1. Memiliki Rasa Takut di dalam Hatinya

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka” (QS Al-Anfal: 2)

Hanya orang yang beriman jika disebutkan nama Allah, muncul rasa takut dalam hatinya. Rasa takutnya sebagai bentuk mengagungkan Allah. 

Sebagai contoh, jika ada seseorang yang berkeinginan melakukan maksiat, kemudian ia teringat Allah atau ada yang mengingatkannya dengan mengatakan, “bertakwalah anda kepada Allah”, maka dia adalah seorang yang mukmin. Rasa takut tersebut adalah ciri-ciri orang yang beriman.

2. Adanya Tambahan Iman ketika Ayat Quran Dibacakan

Allah Ta’ala berfirman

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا

dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)” (QS Al-Anfal: 2)

Hal ini menjadi bukti keimanan seseorang  ketika Al- Quran dibaca baik oleh dirinya ataupun orang lain, ia dapat mengambil manfaat dengan bertambahnya rasa iman. 

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah memerintahkan Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al- Quran, lantas Ibnu Mas’ud bertanya, “Bagaimana aku membacakan Al-Qur’lan sedang Al Quran diturunkan untukmu?”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pun menjawab, “Sungguh aku senang mendengar bacaan Al- Quran dari orang lain.” 

Ibnu Mas’ud pun membaca surah An-Nisa, tatkala sampai pada ayat 41,

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS An-Nisa: 41).

Maka Nabi mengatakan, “Cukup” Aku pun memandangi Nabi dan melihat mata beliau berlinangan air mata. (HR Al-Bukhari)

Potongan ayat ke-2 surah Al-Anfal di atas menjadi dalil bahwa rasa iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Karena akidah ahlusunnah adalah iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan maksiat. 

Dicontohkan dalam ayat di atas adalah melakukan ketaatan dengan mendengarkan bacaan Al-Quran. Adapun kelompok murji’ah yang memiliki penyimpangan dalam akidah ini, mengatakan bahwa rasa iman tidak dapat bertambah maupun berkurang, dan ini adalah akidah yang keliru.

Kisah Ibnu Mas’ud di atas juga menunjukkan betapa lembutnya hati Nabi, tatkala beliau dibacakan Al-Quran, hati beliau terenyuh sehingga berlinanglah air matanya.

3  Tawakkal Hanya kepada Allah

Allah Ta’ala berfirman

وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS Al-Anfal: 2).

Orang yang beriman akan menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Akan tetapi mereka juga melakukan sebab agar terwujudnya suatu hal, di samping tetap bertawakkal kepada Allah. Karena mereka yakin bahwa tidak akan terwujud suatu hal kecuali atas kehendak Allah.

4. Mendirikan Shalat

Allah Ta’ala berfirman

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat” (QS Al-Anfal: 3).

Banyak ayat yang menunjukkan shalat adalah bukti keimanan seseorang, salah satu dalam ayat ini. Orang yang beriman akan mendirikan shalat secara sempurna, baik shalat yang hukumnya wajib maupun yang dianjurkan.

5. Senang Berinfak

Allah Ta’ala berfirman

وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

dan yang menginfakkan rizki yang Kami berikan kepada mereka” (QS Al-Anfal: 3).

Seorang dikatakan beriman ketika ia menginfakkan hartanya di jalan Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. 

Namun ada catatan penting, ketika ada yang memiliki kebutuhan mendesak, baik dari keluarga maupun orang lain, maka tidak sepatutnya menginfakkan seluruh hartanya. (Muslim.or.id)

Senin, 01 Juni 2020

Beruntung (1)

Beruntung (1) By Aminuddin ID Pub : 8800179315466420 "TIAP-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kia mat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sung guh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (1) "Dan tinggalkanlah orang-orang yang me njadikan agama (a1) mereka sebagai ma in-main dan denda gurau (a2), dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia ..." (2) "Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (3) "Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidu pan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyak nya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lalu hancur. Dan di akherat (nanti) asa azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (4) "..... Sesungguhnya janji Allah itu benar.  Maka janganlah sekali-kali kehidupan du nia mrmperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." (5) "Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah yang pandai me nipu, memperdayakan kamu tentang Allah." (6) ________________________ -(1). QS 3 (185) -(2). QS 6 (70) -(a1). Yakni agama Islam yang disuruh mereka mematuhinya dengan sungguh-sungguh. -(a2). Arti menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau adalah memperolok-olokkan agama itu, menger jakan perintah-perintah-Nya, dan menja uhi larangan-larangan-Nya atau dasar ma in-main dan tidak sungguh-sungguh. (3). QS 18 (45) (4). QS 57 (20) (5). QS 31 (33) (6). QS 35 (5)