Selasa, 21 Desember 2021

Mari Kita Berdagang (30)

Mari Kita Berdagang (30) Oleh aminuddin ID Pub : 8800179315466420 Melobi dan Negosiasi MENURUT Aris Wahyu Ekarini, seorang pebisnis sebaiknya memiliki strategi dan kemampuan untuk melobi atau melakukan negosiasi dengan calon klien, partner maupun konsumen supaya bisa masuk atau turut serta sesuai dengan yang diharapkan. Membuka usaha lebih banyak memberikan keuntungan dibandingkan menjadi karyawan di sebuah perusahaan meskipun dalam perencanaannya kebutuhan modal usaha menjadi urutan pertama yang harus dipersiapkan. Ketika menghadapi kendala keterbatasan modal atau bahkan belum tersedia dana sama sekali, jangan langsung kecil hati karena masih ada langkah atau solusi yaitu dengan melobi. Melobi adalah salah satu cara jitu yang bisa digunakan untuk mende kati kerabat, relasi, pemilik modal perorangan bahkan institusi keuangan sekalipun. Melobi adalah bentuk aktif dari su atu kegiatan melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan secara tidak resmi. Melobi pada dasarnya merupakan usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandangan positif terhadap topik lobi, dengan demikian diharapkan memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Tujuan dari melobi di kalangan bisnis berguna untuk memastikan kelancaran usaha dan mengupa yakan tindakan saling menguntung kan. Salah satunya adalah untuk mendapatkan kepercayaan dari berbagai mitra bisnis. Mitra bisnis berbagai macam se perti pengusaha, distributor, provi der, penyalur modal atau perban kan. Melobi tidak melulu kalangan yang satu tujuan bisa juga dengan pesaing usaha yang akan dijalani. Misalkan lobi yang dilakukan Tel kom terhadap Indosat dalam me nentukan penggunaan frekuensi, penempatan dan pengaturan wila yah BTS (Base Transceiver Station. Aris menambahkan ada empat stra tegi melakukan teknik negosiasi yang paling jitu : 1. Secara tidak langsung Melobi cara ini menggunakan perantara orang ketiga dimana sudah dipercaya atau sudah dekat dan mempunyai akses kepada orang yang akan kita lobi. Usahakan orang yang kita pilih itu memiliki niat baik dan tetap menja ga kerahasiaan usaha yang akan dijalankan. Hal ini membutuhkan waktu mengi ngat pihak yang akan membantu kita terkadang memiliki kesibukan tersediri. 2. Secara langsung Bertatap muka dan komunikasi la ngsung tanpa ada perantara dalam melobi membutuhkan hubungan yang sudah terjalin lama saling mengenal satu dengan yang lain. Namun, apabila belum pernah kenal dan baru pertama kali bertemu, anda bisa melakukan pendekatan terlebih dahulu dan dibarengi dengan kemampuan bicara yang baik dalam melobi. 3. Secara Terbuka Untuk jenis seperti ini bukan anda yang melakukan penawaran untuk berbisnis, melainkan anda ditawar kan secara terbuka untuk bisnis yang akan dikerjakan bersama tanpa adanya rasa takut diketahui oleh orang lain. Penawaran seperti ini sebaiknya dipelajari lebih teliti agar tidak salah langkah dalam pengambilan keputusan, karena dikhawatirkan apabila orang tersebut tidak memiliki niat yang baik, asset yang anda miliki berbalik digunakan sebagai modal kerja. 4. Secara Tertutup Cara melobi ini bisa dibilang sangat rahasia karena hanya anda dan pi hak yang akan dilobi mengetahui perbincangan dan rencana yang akan dilaksanakan. Perlu mengenal lebih dalam mengenai karakteristik orang yang akan kita lobi agar tidak merugikan kita seperti adanya pembocoran mengenai perbincangan yang sudah terjadi. Syarat Melobi Agar niat melobi seseorang atau lembaga tertentu berhasil dengan baik atau minimal tidak menimbul kan penolakan yang mungkin keras atau malah antipasti, berikut petun juk-petunjuk yang harus anda perhatikan, yaitu : - Kenali target Perlu mengenal dan memahami karakter target orang yang akan dilobi dengan baik meliputi sifat, sikap, padangan dan perilakunya. Sehingga anda bisa menentukan tehnik komunikasi yang akan digunakan agar komunikasi terasa nyaman dan tidak ada kesalahan yang menyinggung perasaan. - Penampilan yang baik Kesan pertama kali bertemu terlihat dari cara penampilan seseorang, sehingga pelobi diharapkan berpenampilan wangi, rapi dan menarik. Selain itu harus dilengkapi dengan kemampuan presentasi yang baik pada saat mengutarakan usaha yang akan dikerjakan, intelektual atau wawasan, juga kepribadian dengan pembawaan yang tenang dan mampu mencairkan suasana. - Kuasai situasi dan kondisi Penyampaian pesan sebaiknya di sesuikan dengan tempat dan situa sinya, apakah di kantor, cafĂ©, rumah atau tempat lain untuk bertemu. Apabila tiba-tiba ketika anda sedang melobi datang orang lain dan mengalihkan pembicaraan sebaiknya anda menghentikan pembicaraan agar apa yang diperbincangkan tetap bersifat privasi. - Cara penyampaian Apabila pihak yang didekati adalah pribadi, orang yang memiliki nama atau tergolong orang penting, maka cara yang dilakukan bersifat persu asive dan jika itu adalah kelompok pesan harus bersifat argumentatif. Pelobi harus menyampaikan alasan dan pertimbangan yang logis dan rasional yang bisa membuat mere ka jelas, mengerti dan memahami sehingga bisa diterima dan menda pat dukungan. - Mengemas pesan Umumnya pesan yang dikemas secara menarik, rapi, terstruktur sehingga mudah dipahami akan lebih membuat orang terutama pihak yang akan kita lobi lebih ce pat menangkap makna yang kita sampaikan. Pengemasan bisa da lam bentuk catatan singkat atau proposal yang tidak bertele-tele. - Jangan takut gagal Menurut pepatah “Kegagalan ada lah keberhasilan yang tertunda” memang benar apabila kita terus mencobanya kembali. Karena semakin diulang kita akan tahu dimana letak kesalahan dan kekurangan. Tidak ada sesuatu yang kita kerjakan langsung berha sil tanpa waktu singkat, tanpa adanya rintangan yang harus dihadapi. Ketika dalam usaha melobi anda ternyata gagal atau tidak bisa me narik orang untuk memberikan mo dal atau menjadi partner, maka kita harus merubah teknik, tutur kata atau pembawaan kita. Selalu buat kesan pertama yang meninggalkan bekas diingat baik dan menyenangkan agar apabila ternyata mengalami kegagalan dalam melobi dan ingin mencoba lagi, orang tersebut akan menerima secara terbuka. Selalu miliki sikap optimis, tekun, sabar, gigih, mau belajar dari ke salahan serta kekurangan dan fleksibel. https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 ____ CentraUsaha.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar