Novel Sayonara (22)
Oleh Aminuddin
ID : pub-4876570404296850
DI tempat terpisah, posisi Amang kian terpojok setelah datangnya bala bantuan helikopter.
Dikejar dari darat bisa menghindar, tapi dari udara sulit menghindar.
Dari helikopter yang terbang rendah, seorang polisi berhasil melacak posisi Amang.
Di dekat sebuah pohon besar.
"Kira-kira 200 meter dari posisi anda sekarang Letnan," katanya lewat telepon darurat.
Praaak ...
Buuug ...
Kaki terkena batu. Meski tak begitu besar batunya, membuat Amang terjatuh.
Dengan bersusah payah dia mencoba bangun dan berdiri lagi.
Dia mulai panik setelah helikopter mendarat tak jauh dari keberadaannya saat ini.
Mau melepaskan tembakan, senja ta sudah tak punya. Entah hilang dimana.
Lalu?
Amang tidak kemana-mana. Dia sembunyi di balik semak belukar.
Dia melihat seorang polisi turun dari helikopter. Sedangkan teman satunya masih di dalam helikopter.
"Sebaiknya aku dekati helikopter itu," kata Amang dalam hati.
Dengan mengendap-endap dia mendekati helikopter sedangkan pria bersenjatakan lengkap tadi bersiap menembak sasarannya.
Huuup ...
Prak ...
Kretek ...
Satu kali cekikan dan memutar kepala ke kanan, pilot helikopter itu tewas.
Kemudi sekarang ada di tangan Amang. Aman tentunya.
Tapi Amang belum pernah menerbangkan helikopter.
Lantas?
Asal pencet saja. Baling-baling berputar. Tapi tak kunjung bergerak helikopternya.
Amang kembali panik.
Pencet sana pencet sini. Terbang juga helikopter akhirnya.
Tapi kenapa jalannya berputar-pu tar sebelum akhirnya menabrak pohon besar.
Guaaaarrr ...
Meledak seketika.
****
SEMENTARA itu, Bos Aliong beser ta dua tukang pukulnya berhasil meloloskan diri dengan menumpang pesawat pribadi kepunyaan Mr Aseng.
Tak lama setelah Amung dan anak buahnya yang lain berhasil diaman kan pihak berwajib. (TAMAT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar