Tausiyah
Anjuran Berinfaq di
Jalan Allah SWT
By Aminuddin
KITA kaum muslimin diperintahkan untuk berinfaq, sesuai
dengan firman-Nya:
-
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan
Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan
berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat
baik.” (QS Al-Baqarah 195).
-
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di
jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi
persahabatan yang akrab serta tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang
kafir itulah orang-orang yang zalim.”
(QS Al-Baqarah 254).
-
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di
jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa
yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah ka mu memilih yang
buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah,
bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Baqarah 267).
-
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah
Kami berikan kepadamu sebelum datang kema tian kepada salah seorang di antara
kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan
aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS Al-Munaafiquun 10).
-
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut
kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik
untuk dirimu. Dan barang siapa yang dipelihara dari kekiki ran dirinya, maka
mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS At-Taghaabun 16).
-
“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib,
yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan
kepada mereka.” (QS Al-Baqarah 3).
-
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada
Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah
akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu
dikembalikan.” (QS Al-Baqarah 245).
-
“Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benib yang menumbuhkan tujuh bulir,
pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS Al-Baqarah 261).
-
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan
hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka,
seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan
lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat
tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat
apa yang kamu perbuat.” (QS Al-Baqarah 265).
-
“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang
kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat
zalim tidak ada seorang penolong pun baginya.” (QS Al-Baqarah 270).
-
“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu
adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembu nyikannya dan kamu berikan kepada
orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik ba gimu. Dan Allah akan
menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah 271).
-
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam
dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat
pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah 274).
-
“(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar,
yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon
ampun di waktu sahur (sebelum fajar menyingsing mendekati subuh).” (QS Ali
Imran 17).
-
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian
(yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan harta yang kamu cintai. Dan apa saja
yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah menge tahuinya. “ (QS Ali Imran 92).
-
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran 134).
-
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah
beriman: “Hendaklah mereka mendirikan sa lat, menafkahkan sebagian rezeki yang
Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum
datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan
(tidak ada penebusan dosa dan pertolongan sahabat).” QS Ibrahim 31).
-
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan
salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan
mereka menaf kahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS
Asy-Syura 38).
Infaq yang kita berikan itu harus dilandasi dengan niat yang
bersih dan suci serta penuh keikhlasan. Sesuai dengan firman-Nya:
-
“Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka
yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang
paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan ber paling (dari iman). Dan
kelak akan dijauhkan orang-orang yang paling takwa dari neraka itu, yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada
seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi
(dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha
Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.” (QS 14-21).
Apa sasaran infaq?
-
“Bukanlah menghadapkan wajahmu kea rah timur dan barat itu suatu
kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah,
hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta
yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang me minta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila
ia berjanji, serta orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka
itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah 177).
-
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa
saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam
perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah
Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah 215).
-
“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan
Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka
mereka orang kayak arena memeli hara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka
dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang yang mendesak.
Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 273).
Ingatlah saudaraku! Mereka yang enggan berinfaq akan
mendapat siksa yang teramat pedih.
-
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar
memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka mengha lang-halangi (manusia)
dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak
menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa
mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS At-Taubah 34).
-
“Pada
hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya
dahi me reka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah
sekarang (akibat dari ) apa yang kamu simpan itu.” (QS At-Taubah 34).
-
“Dan apabila dikatakan kepada mereka:
“Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka
orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apa kah
kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah
Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.
Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu
adalah orang-orang yang be nar? Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan
saja (suara tiupan sangkakala yang per tama yang menghancurkan bumi ini) yang
akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak
kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada
keluarganya.” (QS Yaasin 47-50).
Allah SWT sangat mencela
orang-orang yang enggan berinfaq.
-
“Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian
hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit
dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menaf kahkan (hartanya) dan
berperang sebelum penaklukan (Mekah).
Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya)
dan berperang sesudah itu. Allah menjanji kan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hadiid 10).
Ingatlah saudaraku …! Bagi mere
yang enggan berinfaq bakal menyesal di kemudian hari.
-
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah
Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara
kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan
aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS Al-Munaafiwquun 10).
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar