Selasa, 03 Januari 2017

Seni dan Keterampilan Menulis



Seni dan Keterampilan Menulis
Oleh  Aminuddin

UNTUK bisa menghasilkan karya tulis, penulis harus memiliki keterampilan, baik dengan cara belajar sen diri – otodidak – maupun dari orang lain melalui pelatihan-pelatihan.  Apa dan bagaimana keterampilan dimaksud,  Sutanto Leo dalam bukunya ‘Kiat Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku’ secara khusus mem beri kan beberapa kiatnya sebagaimana tertuang  berikut ini.
1.       Bahasa
Bila penulis menggunakan Bahasa Indonesia, tentu Bahasa Indonesia harus dikuasai. Sebaliknya bila anda menulis dengan Bahasa Inggeris, Bahasa Inggeris lah yang harus dikuasasi. Bila anda menguasai bahasa asing lainnya, itu merupakan kelebihan atau keuntungan. Bukan cuma bisa memperoleh sumber-sumber lain dengan bahasa asing yang dikuasainya, anda juga bisa menulis buku untuk keperluan masyarakat pengguna bahasa tersebut.

2.       Mengajar
Pengalaman mengajar merupakan aset yang baik untuk menulis.  Sebab, mengajar juga melibat kan tulis-menulis, membaca, mengevaluasi, mengoreksi, merevisi, dan menyunting sehingga keterampilan mengajar merupakan modal dasar penulisan buku.

3.       Riset
Riset bukan hanya mengumpulkan informasi untuk keperluan penulisan, tetapi lebih luas lagi un tuk mengetahui kelemahan dan kekuatan buku, minat baca masyarakat, daya beli pasar, daya saing dan sebagainya.
Dengan riset penulis bisa mendapatkan informasi yang tepat untuk memprediksi kebutuhan ma syarakat mendatang sehingga penulis tidak akan kehabisan ide dan terus menerus menulis buku yang diminati pembaca.

4.       Imajinasi yang Kreatif
Pembaca dengan berbagai tingkat kecerdasan, kelemahan, pola pikir dan tingkat kejenuhan menuntut penulis untuk terus berimijinasi agar bukunya bisa ditampilkan dengan mengutamakan keperluan pembaca.

5.       Menulis dan Mendesain
Penulis yang mahir menggunakan komputer dengan berbagai program yang ada akan sangat menguntungkan. Kendati demikian, tidak mahir menggunakan omputer bukan kendala bagi penulisyang serius. Dia akan terus menulis sambil belajar menggunakan komputer.
Wilson Nadeak adalah seorang penulis senior dan masih produktif serta terbiasa menggunakan mesin tik listrik. Beliau mengaku inspirasinya justru muncul karena bunyi yang keluar dari mesin tik tersebut.
6.       Waktu Terbatas
Penulis yang berhasil dan produktif biasanya berpacu dengan waktu; mereka mempunyai target untuk menyelesaikan bagian demi bagian, sampai pada keseluruhan bagian buku sehingga bisa mengatakan bukunya akan selesai pada waktu tertentu.

7.       Disiplin
Seorang penulis perlu disiplin dalam berbagai hal, seperti : waktu, membaca, janji kepada pihak tertentu, dan sebagainya.  Penulis juga harus tetap disiplin da konsisten pada targetnya.

8.       Bekerja Mandiri
Penulis harus mandiri dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan menulis. Insiatif untuk mendapatkan referensi, menguji materi, mengirim ke penerbit, menyikapi jawaban penerbit, dan menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan penerbitan harus muncul dari dirinya sendiri dan dilakukan sendiri.

9.       Berkomunikasi
Sebelum buku itu terbit dan bisa dibaca oleh orang lain, penulis sudah melakukan berbagai ko munikasi dengan pihak terkait. Ketika mulai menuangkan gagasan, penulis seharusnya membica rakan gagasannya dan meminta dukungan, baik dalam bentuk pikiran, tenaga maupun yang lain nya.
Ketika mencari referensi dan mengembangkan ide, penulis berkomunikasi dengan petugas per pustakaan, narasumber, baik secara langsung maupun lewat internet. Setelah draft selesai di buat, penulis perlu meminta justifikasi, usulan perbaikan dan sebagainya dari proofreader, pe serta seminar dan sebagainya. Komunikasi terus berlanjut ke berbagai pihak sampai buku itu terbit.
Juga dengan masyarakat pembaca karena ada kemungkinan mereka akan mengundang anda untuk menyediakan waktu presentasi dan bertanya jawab, dan sebagainya. Etika komunikasi perlu dicermati agar semua pihak yang terlibat merasakan komunikasi yang baik.

10.   Negosiasi
Negosiasi merupakan teknik memenangkan harapan. Penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak bisa tercapai dengan negosiasi. Penulis bagaikan seorang negosiator yang siap me menangkan kerja sama. Sampai pada promosi dan penjualan perlu bernegosiasi. Penulis perlu sering mengalah untuk menang dalam negosiasi.

11.   Tingkat Kesabaran yang Tinggi
Kesabaran ini ditunjukkan dalam menyelesaikan tulisan dengan berbagai kendala atau tantan gan yang dihadapi, baik internal maupun eksternal.  Secara internal, misalnya, penulis menga lami ke buntuan – kehilangan ide – untuk menyelesaikan satu bab buku yang ditulisnya. Penulis harus bersabar hingga memperoleh ide dengan berbagai upaya sampai bab itu bisa dilanjutkan kembali hingga bukunya selesai. Kesabaran juga diperluka ndalam menerima saran dan kritik atau komentar-komentar yang membuat penulis bisa down.

12.   Pendengar yang Baik
Mendengar untuk menyaring dan menelaah informasi serta menyikapinya bukanlah pekerjaan gampang. Karena kita harus mempunyai tingka kesabaran yang tinggi. Penulis perlu memasang telinga lebar-lebar dan bersikap positif terhadap semua respons dan omongan pihak mana pun atas karya yang akan atau sudah diterbitkan.

13.   Pemasaran
Penulis perlu dilengkapi dengan keterampilan pemasaran agar bisa ikut aktif dalam menjual produk.

14.   Bekerja di Bawah Tekanan
Bagaimanapun berat tugas utamanya, penulis tetap akan menulis. Meskipun tidak dikejar-kejar oleh tenggat waktu dari pihak manapun juga, penulis mempunyai rencana dan pelaksanaan ya ng matang bagi dirinya sendiri.

15.   Membuat Keputusan
Seorang penulis harus bisa membuat keputusan. Keputusan bukan hanya karena harus berhu bungan dengan pihak tertentu – dalam menerbitkan dan memasarkan gagasan – tetapi juga dalam hal menulis.
Penulis harus membuat keputusan topik atau judul buku yang ditulisnya, memutuskan pokok-pokok bahasan apa sajakah  yang relevan dengan judul buku, menentukan kutipan yang diambil dan sebagainya.
Tanpa keputusan, penulis tidak akan bisa memulai menulis. Sebaliknya jika terlalu banyak ide, penulis juga bisa bingung.

16.   Menguasai Materi
Materi dengan sendirinya akan dikuasasi – sebelum buku itu terbit – setelah melalui proses menulis. Menulis juga berarti belajar dan proses belajar penulis sangat efektif. Hal-hal yang dipelajar direkam dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Apa pun bidangnya, bila penulis berminat menulisnya, pasti akan dikuasai.

17.   Mampu Bekerja dalam Tim
Banyak pihak yang terlibat dalam menerbitkan buku. Bekerja dalam tim memerlukan aturan kebersamaan agar tujuan tercapai.  Saling membantu, membutuhkan , toleransi, dan meng hargai  serta menghormati merupakan kunci keberhasilan sebuah tim.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar