Seni dan Keterampilan
Menulis
Oleh Aminuddin
UNTUK bisa menghasilkan karya tulis, penulis harus memiliki
keterampilan, baik dengan cara belajar sen diri – otodidak – maupun dari orang
lain melalui pelatihan-pelatihan. Apa
dan bagaimana keterampilan dimaksud, Sutanto
Leo dalam bukunya ‘Kiat Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku’ secara khusus mem beri
kan beberapa kiatnya sebagaimana tertuang berikut ini.
1. Bahasa
Bila penulis menggunakan Bahasa Indonesia,
tentu Bahasa Indonesia harus dikuasai. Sebaliknya bila anda menulis dengan
Bahasa Inggeris, Bahasa Inggeris lah yang harus dikuasasi. Bila anda menguasai
bahasa asing lainnya, itu merupakan kelebihan atau keuntungan. Bukan cuma bisa
memperoleh sumber-sumber lain dengan bahasa asing yang dikuasainya, anda juga
bisa menulis buku untuk keperluan masyarakat pengguna bahasa tersebut.
2. Mengajar
Pengalaman mengajar merupakan aset yang
baik untuk menulis. Sebab, mengajar juga
melibat kan tulis-menulis, membaca, mengevaluasi, mengoreksi, merevisi, dan
menyunting sehingga keterampilan mengajar merupakan modal dasar penulisan buku.
3. Riset
Riset bukan hanya mengumpulkan informasi
untuk keperluan penulisan, tetapi lebih luas lagi un tuk mengetahui kelemahan
dan kekuatan buku, minat baca masyarakat, daya beli pasar, daya saing dan
sebagainya.
Dengan riset penulis bisa mendapatkan
informasi yang tepat untuk memprediksi kebutuhan ma syarakat mendatang sehingga
penulis tidak akan kehabisan ide dan terus menerus menulis buku yang diminati
pembaca.
4. Imajinasi yang Kreatif
Pembaca dengan berbagai tingkat kecerdasan,
kelemahan, pola pikir dan tingkat kejenuhan menuntut penulis untuk terus
berimijinasi agar bukunya bisa ditampilkan dengan mengutamakan keperluan
pembaca.
5. Menulis dan Mendesain
Penulis yang mahir menggunakan komputer
dengan berbagai program yang ada akan sangat menguntungkan. Kendati demikian,
tidak mahir menggunakan omputer bukan kendala bagi penulisyang serius. Dia akan
terus menulis sambil belajar menggunakan komputer.
Wilson Nadeak adalah seorang penulis senior
dan masih produktif serta terbiasa menggunakan mesin tik listrik. Beliau
mengaku inspirasinya justru muncul karena bunyi yang keluar dari mesin tik
tersebut.
6. Waktu Terbatas
Penulis yang berhasil dan produktif
biasanya berpacu dengan waktu; mereka mempunyai target untuk menyelesaikan
bagian demi bagian, sampai pada keseluruhan bagian buku sehingga bisa
mengatakan bukunya akan selesai pada waktu tertentu.
7. Disiplin
Seorang penulis perlu disiplin dalam
berbagai hal, seperti : waktu, membaca, janji kepada pihak tertentu, dan
sebagainya. Penulis juga harus tetap
disiplin da konsisten pada targetnya.
8. Bekerja Mandiri
Penulis harus mandiri dalam melakukan
kegiatan yang berkaitan dengan menulis. Insiatif untuk mendapatkan referensi,
menguji materi, mengirim ke penerbit, menyikapi jawaban penerbit, dan
menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan penerbitan harus muncul dari
dirinya sendiri dan dilakukan sendiri.
9. Berkomunikasi
Sebelum buku itu terbit dan bisa dibaca
oleh orang lain, penulis sudah melakukan berbagai ko munikasi dengan pihak
terkait. Ketika mulai menuangkan gagasan, penulis seharusnya membica rakan
gagasannya dan meminta dukungan, baik dalam bentuk pikiran, tenaga maupun yang
lain nya.
Ketika mencari referensi dan mengembangkan
ide, penulis berkomunikasi dengan petugas per pustakaan, narasumber, baik
secara langsung maupun lewat internet. Setelah draft selesai di buat, penulis
perlu meminta justifikasi, usulan perbaikan dan sebagainya dari proofreader, pe
serta seminar dan sebagainya. Komunikasi terus berlanjut ke berbagai pihak
sampai buku itu terbit.
Juga dengan masyarakat pembaca karena ada
kemungkinan mereka akan mengundang anda untuk menyediakan waktu presentasi dan
bertanya jawab, dan sebagainya. Etika komunikasi perlu dicermati agar semua pihak
yang terlibat merasakan komunikasi yang baik.
10. Negosiasi
Negosiasi merupakan teknik memenangkan
harapan. Penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak bisa tercapai dengan
negosiasi. Penulis bagaikan seorang negosiator yang siap me menangkan kerja sama.
Sampai pada promosi dan penjualan perlu bernegosiasi. Penulis perlu sering
mengalah untuk menang dalam negosiasi.
11. Tingkat Kesabaran yang Tinggi
Kesabaran ini ditunjukkan dalam
menyelesaikan tulisan dengan berbagai kendala atau tantan gan yang dihadapi,
baik internal maupun eksternal. Secara
internal, misalnya, penulis menga lami ke buntuan – kehilangan ide – untuk
menyelesaikan satu bab buku yang ditulisnya. Penulis harus bersabar hingga
memperoleh ide dengan berbagai upaya sampai bab itu bisa dilanjutkan kembali
hingga bukunya selesai. Kesabaran juga diperluka ndalam menerima saran dan
kritik atau komentar-komentar yang membuat penulis bisa down.
12. Pendengar yang Baik
Mendengar untuk menyaring dan menelaah
informasi serta menyikapinya bukanlah pekerjaan gampang. Karena kita harus
mempunyai tingka kesabaran yang tinggi. Penulis perlu memasang telinga
lebar-lebar dan bersikap positif terhadap semua respons dan omongan pihak mana
pun atas karya yang akan atau sudah diterbitkan.
13. Pemasaran
Penulis perlu dilengkapi dengan
keterampilan pemasaran agar bisa ikut aktif dalam menjual produk.
14. Bekerja di Bawah Tekanan
Bagaimanapun berat tugas utamanya, penulis
tetap akan menulis. Meskipun tidak dikejar-kejar oleh tenggat waktu dari pihak
manapun juga, penulis mempunyai rencana dan pelaksanaan ya ng matang bagi
dirinya sendiri.
15. Membuat Keputusan
Seorang penulis harus bisa membuat
keputusan. Keputusan bukan hanya karena harus berhu bungan dengan pihak
tertentu – dalam menerbitkan dan memasarkan gagasan – tetapi juga dalam hal
menulis.
Penulis harus membuat keputusan topik atau
judul buku yang ditulisnya, memutuskan pokok-pokok bahasan apa sajakah yang relevan dengan judul buku, menentukan
kutipan yang diambil dan sebagainya.
Tanpa keputusan, penulis tidak akan bisa
memulai menulis. Sebaliknya jika terlalu banyak ide, penulis juga bisa bingung.
16. Menguasai Materi
Materi dengan sendirinya akan dikuasasi –
sebelum buku itu terbit – setelah melalui proses menulis. Menulis juga berarti
belajar dan proses belajar penulis sangat efektif. Hal-hal yang dipelajar
direkam dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Apa pun bidangnya, bila penulis
berminat menulisnya, pasti akan dikuasai.
17. Mampu Bekerja dalam Tim
Banyak pihak yang terlibat dalam
menerbitkan buku. Bekerja dalam tim memerlukan aturan kebersamaan agar tujuan
tercapai. Saling membantu, membutuhkan ,
toleransi, dan meng hargai serta
menghormati merupakan kunci keberhasilan sebuah tim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar