Serial Ki Ogan
Pulau Harimau (20)
Oleh Wak Amin
"KEKUATAN kita Mister ..." Kata Sersan Daud.
"Untuk menangkap orang sekuat Mayor Nawi, selain fisik juga memperhitungkan kekuatan kita Mister. Nah, saya melihat kita akan dengan
mudah dipukul mundur. Kenapa? Karena ini bukan daratan, tapi lautan.
Air Mister," terang Sersan Daud.
Mr Lenox menunggu penjelasan Sersan Daud berikutnya ...
"Kalau kita batalkan penyerangan, kita sedikitnya memiliki dua keuntungan. Pertama, kita matangkan penyerangan. Kedua, menghindari
banyaknya korban yang berjatuhan," kata Sersan Daud.
"Oke. Bagaimana dengan yang lain?"
Hampir lima belas menit Mr Lennox memberi waktu dan kesempatan pa da
anggota pasukan Zero One Ze ro untuk menyampaikan usulan dan saran. Tapi
tak satupun yang bersedia angkat bicara.
Dia kemudian mengajak diskusi se jenak Sersan Daud dan Sersan Faisol.
Diperoleh kesepakatan serangan ke Pulau Harimau dibatalkan.
Di luar perkiraan, pembatalan ini di sambut dengan sukacita oleh segenap anggota pasukan tanpa terkecuali.
Mereka berharap pembatalan ini membawa berkah dan harapan baru bagi
mereka. Setidaknya mereka bisa mempertegas serangan den gan prioritas
menangkap Mayor Na wi dan membiarkan pengikutnya kembali ke 'jalan yang
benar.'
Sementara itu ...
Pasca berdirinya enam rumah dan beberapa biduk serta alat menang kap
ikan, termasuk pelabuhan kecil tempat melabuhkan sampan dan kapal kayu
kecil, digelar pesta sederhana di malam harinya.
Pesta itu ditandai dengan tampilan aneka tari-tarian, duel tangan kosong dan menggunakan senjata seperti pedang dan tombak. Juga di meriahkan
dengan makan ikan bakar, hasil tangkapan.
Banyak nian ikan yang dibakar malam itu. Jumlahnya mencapai lima puluh
ekor. Hasil tangkapan kaum bapak dan ibu-ibu serta anggota keluarga
mereka. Disantap bersama sebelum mendengarkan wejangan Mayor Nawi.
"Hidup Mayor ..."
"Hidup raja kita."
"Hidup Asy-Syifa ..."
"Hidup kita semua."
"Hiduuup."
Teriakan ini disambut senyuman Mayor Nawi. Dengan suara lantang dia
mengajak pengikutnya untuk sa ma-sama membangun dan memaju kan Pulau
Harimau.
"Mari kita singsingkan lengan baju. Kita majukan bersama-sama Pulau Harimau ini," ajak Mayor Nawi ber semangat.
Disambut teriakan ...
"Hidup Mayor Nawi ..."
"Hidup Asy-Syifa ..."
"Terima kasih. Terima kasih. Mari kita teruskan pesta ikan bakarnya."
"Horeeee ..."
"Sikaaaaat ..."
"Embaaaat ..."
"Badoook sampe tuweee ..."
Kemeriahan dan kesukariaan di Pulau Harimau ini sangat berbeda dengan
keadaan di Perguruan Al-Kalam pimpinan Ki Ogan. Hening dan sangat sejuk.
Bersama siswa perguruan yang di pimpinnya, Ki Ogan mengajak sha lat Isya
berjamaah di kediamannya. Yang tidak kebagian tempat duduk, mengambil
tempat di teras dan tanah lapang yang bersih dan disinari cahaya bola
lampu berwar na-warni.
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran berikut maknanya, penyampaian tausiyah dari siswa senior, dan diakhiri
doa bersama.
TAMAT ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar