Serial Ki Ogan
Pulau Harimau (19)
Oleh Wak Amin
"OKE. Cepat susuri. Sebelum kita kehilangan jejak," perintah Letnan Daus.
Agak sulit memang menemukan secara jelas dan pasti jejak Mayor Nawi beserta pengikut setianya.
Untuk itu, Mr Lenox memutuskan pasukan dibagi dua. Satu ke selatan, jalur pantai. Satunya lagi ke utara, jalur darat.
Diharapkan, dengan pembagian tugas dan jalur tempuh ini, pengejaran terhadap Mayor Nawi lebih cepat dan tepat sasaran.
"Sersan Daud ke utara, Sersan Faisol dan saya ke selatan ..."
"Siap laksanakan."
"Kita tetap satu arah dan fokus pad a jejak pengejaran," terang Mr Lenox.
"Kalau nanti pasukan selatan sudah menemukan jejak, pasukan utara cepat bergabung. Begitu juga sebaliknya. Paham?"
"Paham Mister ..."
"Oke. Kita berpencar sekarang ..." Perintah Mr Lenox.
Sementara itu, kapal yang ditumpangi Mayor Nawi beserta pengikutnya sudah sampai di Pulau Harimau.
Kapal yang mereka sewa itu sudah kembali ke tempat sandarnya semula.
Sebuah pelabuhan yang kerap menjadi tempat berlabuh kapal-kapal yang
hendak menaikkan dan menurunkan penumpang serta muatan barang.
Pelabuhan yang sudah lama dibangun itu tidak setiap hari ramai. Hanya
pada hari-hari tertentu saja. Arus lalu-lintas dari dan ke pelabuhan tidak
begitu padat.
Mungkin disebabkan banyak jalur tempuh menuju ke sana. Juga orang-orang tertentu yang keluar masuk pelabuhan.
Setelah menginjalkan kaki di Pulau Harimau, Mayor Nawi memerintahkan
semua anak buahnya yang laki-laki membuat rumah untuk berteduh.
Rumah yang dibangun itu tak harus bagus. Tapi harus kuat dan kokoh serta tahan dengan goncangan.
Ada banyak pepohonan di sana, sehingga jika sekadar hanya untuk
membikin rumah, tak seberapa. Bu ah-buahan di sekitar pohon yang tumbuh
liar itu bisa dimakan karena tidak mengandung racun.
Selain membikin rumah, Mayor Nawi juga mengajak para pengi kutnya untuk membuat perahu dan alat menangkap ikan.
Karena ikan di sekitar pulau sangat lah banyak. Belum lagi yang dinaungi pepohonan rindang, pembatas antara pohon yang di bawahnya dialiri
sungai-sungai kecil.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak bisa bim salabim. Untuk
rumah, satu hari bisa dibangun dan diselesaikan dua unit rumah.
Rumah lumayan besar itu dapat me nampung lima puluh orang lebih. Bagi
yang belum bisa tidur dan ber isti rahat di rumah, memilih tidur di luar
rumah sekitar pekarangan. Bisa di atas dan bawah pohon, bisa juga di tangga dan
sekitarnya.
Paling tidak diperlukan -6-12 unit rumah. Mayor Nawi tidak perlu me
nyegerakan selesai sekian rumah. Karena dia juga harus membagi tugas
pengikutnya, agar rumah, perahu dan membuka areal lahan untuk bercocok
tanam sama-sama diselesaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar