Kamis, 22 Maret 2018

Soleh (5)

Cerita untuk Anak


Soleh (5)
Oleh Wak Amin


RUPANYA, gara-gara kesaksian Jamilah dan Latifah, Kadir sakit hati. Demikian pula halnya Lukman. Me reka sepakat akan memberikan pelajaran berharga buat kedua teman siswi satu kelasnya itu.

Pelajaran apa?

Ketika jam keluar main pertama, siswa kelas lima pada keluar ruangan. Saat itulah, Lukman dan Kadir menyelinap masuk. Mereka membuka tas Latifah dan Jamilah.

Di dalam tas itu ada buku tulis. Ter tulis 'PR Matematika'. Nah, buku tulis ini harus dikumpul hari ini. Akan diperiksa Bu Guru Elisa.

Sudah menjadi kelaziman, siswa yang tidak membuat PR akan di setrap. Berdiri di depan kelas.

"Siiiip ..." Kata Kadir. Dia puas dan sakit hatinya bakal terbalas siang hari ini.

Teeeng ...

Teeeng ...

Teeeng ..

Lonceng berbunyi tiga kali. Siswa masuk dengan tertib ke ruangan kelas.

Tak lama kemudian, Bu Guru Elisa masuk dan mempersilakan siswanya mengumpulkan buku PR  Mate matika untuk diperiksa dan diberi nilai.

Giliran Latifah dan Jamilah. Siswa pada bingung, terutama teman siswinya, seperti Marwiyah dan Anisah.

"Kenapa Jamilah?" Tanya Marwiyah. Mengikuti gerak-gerik Jamilah yang sibuk mencari buku tulisnya di dalam tas dan di sekitar meja belajarnya.

Demikian pula halnya dengan Latifah. Bedanya, Latifah pasrah saja buku tulisnya hilang, sedangkan Jamilah melaporkan kejadian yang menimpanya dan Latifah kepada Bu Guru Elisa.

"Benar hilang?"

"Benar Bu."

"Sudah. Kalau begitu kembalilah ke tempat dudukmu .."

Sempat riuh, akhirnya tenang. Setelah Bu Guru Elisa meminta para siswanya menghadap ke papan tulis.

"Perhatikan ya ...!"

"Ya Bu Guru ..."

"Teman kalian Jamilah dan Latifah baru saja kehilangan buku tulis PR Matematika. Hilangnya di dalam tas. Sekarang ibu mau tanya sama kalian. Apakah ada salah satu dari kalian yang mengambil atau menyembunyikannya?"

"Saya tidak Bu." Kata Marwiyah dengan tenang dan suara lantang.

"Saya juga tidak Bu," sahut Anisah.

"Alesan saja Bu," timpal Lukman.

"Pokoknya Bu. Siapa yang tak kumpul PR dihukum Bu. Disetrap Bu." Usul Kadir.

"Iya Bu," sahut Lukman.

"Saya setuju Bu," kata Pardi, temannya Kadir.

"Diam semuanya!"

Bu Guru Elisa mulai naik darah. Untungnya, dia masih bisa kontrol diri.

"Ibu hanya tanya sama kalian. Siapa dari kalian yang mengambil dan menyembunyikan buku tulis Latifah dan Jamilah?"

Kali ini tak seorang siswa pun memberi komentar.

Serempak diam.

Bu Guru Elisa mendekati Soleh. Siswa lain mulai gugup dan gemeteran.

"Kamu tahu Leh?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar