Kemiskinan (11)
Oleh aminuddin
DALAM sejarah perjalanan para sahabat Nabi, demikian kata Syekh
Muhammad Yusuf Qardhawy, kita dapati di antara mereka ada juga yang
bekerja sebagai pedagang, pertukangan, petani dan lain sebagainya.
Mayoritas sahabat Anshar ahli di bidang pertanian. Sedangkan sahabat Muhajirin ahli perdagangan dan menempa dalam pasar.
Misalnya Abdurrahman bin 'Auf, seorang Muhajirin pernah disodori oleh
rekannya, Saad bin ar-Rabi', salah seorang Anshar, separo kekayaan dan
rumahnya serta disuruh memilih dari salah seorang isterinya supaya
dapat melindungi kehormatan kawannya itu.
Abdurrahman kemudian berkata kepada Saad:
"Semoga Allah memberi barakah kepadamu terhadap hartamu dan isterimu. Saya tidak perlu kepadanya. "
Abdurrahman menambahkan :
"Apakah di sini ada pasar yang bisa dipakai untuk berdagang?"
Jawab Saad : " Ya ada, yaitu Pasar Bani Qainuqa'."
Maka besok paginya Abdurrahman pergi ke pasar membawa keju dan samin. Dia jual-beli di sana.
Begitulah seterusnya. Akhirnya Ab durrahman bin 'Auf menjadi seorang
pedagang muslim yang kaya raya. Saking kayanya, sampai dia meninggal
dunia pun, kekayaan yang dimilikinya masih bertumpuk-tumpuk.
Abu Bakar juga bekerja sebagai pedagang, sehingga pada waktu akan
dilantik sebagai khalifah, beliau sedang bersiap-siap akan ke pasar.
Demikian pula halnya dengan Umar Ibnul Khaththab, Utsman bin Affan, dan lain-lain.
_________
SYEKH Muhammad Yusuf Al-Qar dhawy, Halal dan Haram dalam Is lam, Alihbahasa Muammal Hami dy, PT Bina Ilmu Surabaya, 1982.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar