Cerita untuk Anak
Soleh (25-Tamat)
Oleh Wak Amin
"PADA tahun ini," kata Pak Mansyur, "Kami akan membangun ruang perpustakaan dan ruang guru."
Hadirin diam ...
"Kami banyak memerlukan dana. Tapi kami harus yakin dan optimis dua
ruangan yang kami akan bangun itu insya Allah akan terwujud tahun ini,"
jelas Pak Mansyur.
Hadirin belum berkomentar ...
Masih sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang berkipas, berbisik dan tekun menyimak ucapan Pak Mansyur.
"Maka itu, dengan penuh kerendahan hati kami mengetuk hati bapak-bapak
dan ibu-ibu sekalian untuk sa ma-sama menyukseskan pembangunan yang
kami sebutkan tadi. Kami tidak memaksa. Ini sukarela. Kami serahkan
pada ibu bapak sekalian dengan cara apa menyukseskan pembangunan untuk
kelancaran operasional SD Al-Munawar ini," terang Pak Mansyur.
Dalam sambutannya Pak Mansyur mengharapkan keikutsertaan para orang tua
wali murid ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang.
"Semoga amal ibadah bapak dan ibu semuanya bakal mendapat imbalan pahala yang setimpal dari Allah SWT.
"Amiin," jawab hadirin serentak.
"Terima kasih. Saya akhiri kata sambutan saya ini dengan ucapan wassalamu alaikum warohmatul lohi wabarokaaatuh."
"Waalaikum salam warohmatullohi wabarokaaatuh."
Begitu Pak Mansyur turun dari atas panggung dan hendak menuju tempat
duduknya, Pak Salim, ayahnya Jamilah, segera bangkit dari tempat
duduknya.
Bersama isterinya, Bu Hawiyah, dia menyalami Pak Mansyur, sembari
mengatakan berpartisipasi membantu sekaligus menyukseskan pembangunan
dua ruangan vital SD Al-Munawar.
"Ini dulu dari saya Pak Mansyur. Mohon diterima Pak," kata Pak Salim.
Menyerahkan amplop putih berisi uang yang jika dijumlahkan kurang lebih
dua jutaan rupiah.
Tak lama kemudian, disusul orang tua Latifah, Nawas, Soleh, Anisah, Yunus, Marfuah dan Lukman.
"Saya catat juga Bu," kata Pak Bendo, ayahnya Kadir, setelah memberikan sejumlah uang kepada Bu Guru Elisa.
Sementara para orang tua dan wali murid yang lain telah berkomitmen akan
membantu bukan dalam bentuk uang. Tapi berupa material bangunan mulai
dari batu bata, semen, atap genteng, cat hingga keramik.
Pak Mansyur sangat terharu dengan kepekaan dan kekompakan para undangan yang secara cepat meres pon imbauan dari pihak sekolah.
"Terima kasih, terima kasih," ucapnya sembari mempersilakan tamu
undangan turun dari atas panggung, kem bali ke tempat duduk mereka semula.
Selain Pak Mansyur, para guru, tak terkecuali Bu Guru Elisa sangat terharu. Dia terharu bukan cuma karena cepatnya bantuan yang
diberikan, tapi keakraban sesama orang tua wali murid, dan sangat
mencengangkan apa yang dilihat nya barusan, para anak didiknya sangat
kompak dengan pasangannya masing-masing.
Tamat ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar