Senin, 14 Mei 2018

Bunga Sedap Malam (5)

Serial Mafia

Bunga Sedap Malam (5)
0leh Wak Amin



"LUNG ... Siao Lung!"

"Ya Cel. What happend?"

"Coba deh kau nyalakan televisi."

"Sekarang?"

"Iya. Buka aja. Pasti seru .."

"Oke ..."

Televisi dinyalakan ...

Haaa ...?

Pas nian ...

Siao Lung kaget. Terperanjat ia melihat Tauco senyum-senyum sambil menyebut namanya berkali-kali saat ditanya wartawan.

"Kampret ..!" Umpat Siao Lung. Tak terima namanya disebut-sebut. Walau dia tahu pihak kepolisian sudah mengetahui dalang dari peristiwa peledakan bom beberapa hari lalu itu.

Kriiing ...

Kriiing ...

Kriiing ...

Kletek ...

"Namamu disebut kan?"

"All right."

"Terus .. Kamu diam saja?"

"Ya enggaklah ..."

"Apa rencana kamu?"

"Gue mau sikat habislah."

"Betul. Aku setuju. Bila kamu perlu bantuanku, teleponlah aku." Kata Marcel memanas-manasi.

Menurut dia, sebaiknya jangan terlalu lama membiarkan Taici cs 'bersiul riang' di sel tahanan.

"Membahayakan kita semua. Harus dihentikan secepatnya. Paham maksudku Siao Lung?"

"Paham Cel."

Giliran Tainen yang ditanya ...

Wartawati   : "Anda tidak mencoba untuk keluar dari pekerjaan anda sekarang Tuan Tainen?"

Tainen : "Payah Mbak wartawan."

Wartawati : "Kenapa Tuan?"

Tainen : "Kalau saya keluar, lantas saya harus kerja apa di luar?"

Wartawati : "Buanyak sekali Tuan Tainen. Melihat badan anda yang lumayan berotot, kenapa tidak melamar jadi satpam saja."

Tainen : (Tertawa ..) Enggak mah ah."

Wartawati : "Kenapa Tuan? Enggak enak? Atau berat risikonya?"

Tainen : "Gajinya kecil, kerjanya gede. Berat gitu Mbak. Mana tahaaaan .."

Ha ha ha ha ...

Selanjutnya giliran Taisek ...

Dia tampak sangat nervous dan takut. Karena pertanyaan yang mengarah kepadanya seputar aktivitas Siao Lung dan bisnis yang ia jakankan.

"Maaf bapak dan ibu wartawan. Saya kurang begitu tahu kalau soal aktivitas dan bisnis Bos saya. Saya tahunya kerja saja," kata Taisek dengan nada gugup.

Wartawan : "Boleh kami tahu Pak Taisek. Kerja apa yang sering bapak lakukan bersama teman-teman?"

Taisek : "Mengintai, menyiksa, membunuh, itulah kira-kira."

Wartawan : "Yang lain Pak?"

Taisek : "Mencari perempuan muda untuk dijadikan agen prostitusi."

Waaaau ...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar