Tuyul dan Fulus (8- habis)
Oleh aminuddin
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb ..
Belakangan ini saya sering kehila ngan uang. Saya baru ambil dari bank beberapa bundel ratusan ribu. Setiap satu bundel, pasti ada yang kurang 4 hingga 6 lembar. Padahal disimpan di brankas, terkunci.
Mustahil jika itu manusia. Apa mu ngkin ada makhluk lain, seperti tu yul yang mengambilnya? Padahal kitakan hidup di zaman modern. Dan sebenarnya tuyul itu ada gak? Kalo ada seperti apa? Terus terang, saya sangat gondok dengan kejadian ini.
Nuwun.
Dari: Edi
Ustadz Ammi Nur Baits* menjawab:
Waalaikumussalam wa rahmatul lah ...
Kami turut merasakan kesedihan atas musibah yang anda alami. Namun apapun itu, kita perlu tanamkan dalam hati bahwa semua bentuk kesedihan, musibah, dan sebagainya, yang dialami se tiap muslim, pasti akan Allah jadi kan kaffarah (penebus) atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan.
Nabi SAW bersabda :
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ المُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ
“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim, kecuali Allah jadikan sebab untuk kafarah dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Itu artinya, tidak ada yang disia-siakan dalam hidup kita. Susah senang yang kita alami, berpotensi menjadi sumber pahala dan sekali gus sumber dosa.
Semuanya kembali kepada sikap kita sebagai pelaku sejarahnya. Karena itu, kami nasehatkan agar bersabar dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.
Sebagian orang menyangka, segala hal yang berbau klenik, akan menyu sut sejalan dengan perkembangan teknologi. Padahal sejak kapan ada hubungan antara teknologi dengan tahayul dan kesyirikan.
Penyakit klenik dan syirik yang dila kukan msyarakat bisa saja muncul tanpa memandang waktu dan tem pat. Bahkan bisa jadi lebih canggih dari pada klenik masa silam seja lan dengan kecanggihan dunia IT.
Anda bisa saksikan berbagai situs kesyirikan di sekitar kita masih tumbuh subur, dan dipasarkan melalui internet.
Dan termasuk tanda akhir zaman, kesyirikan yang pernah ada di za man jahiliyah, akan muncul kembali di tengah manusia.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللَّات وَالْعُزَّى
“Tidak akan hilang waktu malam dan siang (kiamat) sampai Lata dan Uzza disembah.” (HR. Muslim 2907).
Fenomena tuyul tak jauh beda de ngan Nyi Roro Kidul. Dia adalah jin yang dilaporkan pernah dilihat oleh manusia dengan penampakan se perti anak kecil gundul yang suka mencuri, kemudian mereka istilah kan dengan tuyul.
Sehingga kata ‘tuyul’ sejatinya meru pakan nama yang murni diberikan masyarakat. Sebagaimana ada jin yang menjelma seperti sosok berba lut kain mori, yang kemudian diisti lahkan dengan pocong.
Sekaligus kita tekankan di sini, bah wa usaha untuk mencari hakikat nama-nama ‘makhluk halus’ yang tersebar di tempat kita sangat tidak penting. Bahkan layak dikatakan sia-sia, seratus persen buang-buang waktu dan pikiran.
Karena sedikit pun dari kita tidak akan mendapatkan manfaat dari informasi tersebut. Anda yang me mahami asal-usul Nyi Roro Kidul, atau kuntilanak, dan semacamnya, sama sekali tidak akan membuat anda jadi kaya atau tambah rajin ibadah.
Kita cukup meyakini bahwa itu jin yang menjelma menjadi bentuk lain dan kebetulan bisa diindera oleh manusia.
Seperti layaknya jin, sosok yang di sebut tuyul juga bisa memindahkan barang. Hanya saja, antara satu jin dengan jin lainnya, berbeda kemam puannya, sebagaimana layaknya manusia.
Ada jin yang bisa memindahkan barang berat, sebagaimana ada ma nusia yang bisa angkat berat. Jin juga bisa mencuri sebagaimana ma nusia bisa mencuri.
Kasus jin yang mencuri ini tidak ha nya muncul di kalangan masyara kat Jawa. Di zaman Nabi-pun peristiwa ini pernah terjadi.
Di antaranya peristiwa yang dialami Abu Hurairah ra ketika beliau ditu gasi Rasulullah SAW untuk menja ga zakat Ramadhan.
Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah.
“Akan aku laporkan kamu ke Rasu lullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga.
Dilepaslah pencuri ini.
Siang harinya Nabi SAW bertanya kepada Abu Hurairah tentang keja dian semalam. Setelah diberi lapo ran, Nabi bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.”
Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas.
Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu.”
Kemudian dia mengajarkan bacaan ayat kursi sebelum tidur.
Di pagi harinya, kejadian ini dilapor kan kepada Nabi SAW. Kemudian beliau bersabda: “Kali ini dia benar, meskipun aslinya dia pendusta.” (HR. Bukhari 2311).
Yang ditangkap oleh Abu Hurairah waktu itu adalah jin yang menjelma menjadi bentuk lain. Ketika menje laskan hadis ini, al-Hafizh Ibnu Ha jar mengatakan:
“Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memung kinkan bagi manusia untuk meli hatnya…” (Fathul Bari, 4:489).
Apakah Ada Yang Nyuruh?
Bisa jadi ada yang nyuruh, bisa juga karena si jin iseng sendiri, atau ka dang karena memang mereka bu tuh makanan seperti dalam hadis Abu Hurairah di atas.
Kasus orang yang merawat tuyul juga pernah terjadi di masa silam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah per nah menyebutkan tentang al-Hallaj – tokoh sufi yang mengaku telah menyatu dengan tuhannya :
وكان صاحب سيمياء وشياطين تخدمه أحياناً، كانوا معه (بعض أتباعه) على جبل أبي قبيس، فطلبوا منه حلاوة، فذهب إلى مكان قريب، وجاء بصحن حلوى، فكشفوا الأمر فوجدوا ذلك قد سرق من دكان حلاوي باليمن، حمله شيطان تلك البقعة
Al-Hallaj memiliki atribut khusus, terkadang setan membantunya. Suatu ketika, dia bersama pengi kutnya di bukit Abu Qubais, kemu dian pengikutnya minta manisan. Kemudian al-Hallaj pergi ke tempat tertentu yang tidak jauh dari mar kasnya, lalu dia kembali dengan membawa sepiring manisan. Ma syarakat pun mencari tahu kejadian sejatinya, ternyata sepiring maka nan itu berasal dari toko manisan di Yaman, yang dibawa oleh setan ke tempat itu. (Alam Jin wa asy-Syayathin, Hal. 93).
____
*Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)
tweet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar