Minggu, 26 Agustus 2018

Mari Kita Berdagang (23)

Mari Kita Berdagang (23)
Oleh aminuddin



Kisah Nining Lestari
PADA tahun 2003-2007, Nining Lestari adalah tenaga pamasar outsourcing di salah satu bank BUMN.  Setelah menikah dan harus bedrest karena mengalami keguguran, ia memutuskan resign.

Setelah 4 tahun tidak bekerja, tercetus ide membuka usaha sendiri bersama suami. Apalagi suami masih join usaha dengan temannya di bidang penjualan dan servis komputer.

Baru April 2011, ia pun membuka toko sendiri dengan sewa ruko dekat rumah. Toko tersebut dikelolanya sendiri bersama suami, adik, dan satu karyawan.

Nama tokonya adalah Seagate Computer, yang diambil dari nama julukan suami yaitu sigite. Dengan modal yang minim dan modal kepercayaan dari suplier, mereka memberanikan diri mengelola toko komputer ini  dengan jumlah karyawan 28 orang meliputi customer servise dan teknisi.

Untuk membedakan toko komputer dengan dengan toko lainnya, Emak yang hobi travelling ini selalu mencari cara untuk meningkatkan pendapatan dan menarik konsumen.

Salah satunya selalu menekankan pada pelayanan prima. Mulai dari memperhatikan penampilan de ngan memberikan seragam yang menarik, membekali pelatihan untuk servise excellence setiap tahun.

Setelah berkembang, (2015) ia pun bisa mendelegasikan salah satu karyawannya untuk menjadi mana ger toko sehingga bisa memban tunya dalam mengelola toko.

Selain itu, juga selalu menyediakan barang yang baru dan berkualitas serta bisa cepat ready jika ada pesanan barang sesuai spesifikasi konsumen.


Tour and Travel
Kemudian, Febuari 2016 lalu, ia mencoba membuka usaha baru di bidang tour and travel karena melihat peluang bisnis tersebut di Situbondo.

“Setiap tahun saya mengajak tour karyawan menggunakan agen travel dari Jember. Kemudian teman saya menyarankan kenapa tidak mencoba membuka usaha agen tour dan travel sendiri. Maka saya coba browsing untuk membuka usaha tour travel menjadi cabang dari Asia Wisata Situbondo,” tulisnya saat wawancara online.

Produk paket tour yang ditawarkan bisa dibuat sesuai permintaan dari konsumen. Dan menyediakan kendaraan sendiri untuk long elf exclusive dengan fasilitas mobil wifi, colokan charger, karaoke dan tv.

Selama berbisnis, ada satu hal yang tidak bisa dilupakan oleh Emak dari tiga anak ini, “Yaitu ketika membuka bisnis baru tour dan travel karena butuh modal yang besar dan berbanding terbalik dengan penjualan komputer dengan modal minim. Justru bisnis tour travel ini yang membuat saya terpuruk namun banyak memberi saya pelajaran sangat berharga. Bahwa apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan, dan apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik. Namun karena bisnis ini sudah terlanjur berdiri, saya harus membuat bisnis ini terus maju dan berkembang, saya pasrah dan terus berusaha bagaimana harus bangkit,” tegasnya.

Salah satu caranya adalah Emak yang juga suka membaca dan memasak ini, mengikuti kelas Reparasi Bisnis (RB).

Dengan mengikuti RB, ia mulai merasakan percaya diri saya kembali lagi. Apa yang sudah diajarkan mentor pun banyak mengubah pola mikirnya.

“Yang awalnya saya dalam mengambil keputusan, saya masih dilibatkan dengan perasaan. Sekarang bisa lebih tegas. Satu  hal yang selalu saya ingat dari teh Indari. Ini bisnis bukan yayasan. Selain itu, banyak juga ide yang kemudian saya tulis dan gali terus kemudian dilakukan. Sedikit demi sedikit saya mulai bisa menemukan apa yang baik buat bisnis saya. Perubahannya banyak sekali yang awalnya kerja tim kurang solid sekarang semakin solid. Kita semakin dikenal,” pungkasnya.


___

Emakpintar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar