Minggu, 26 Agustus 2018

Ya (16)

Ya (16)
Oleh Wak Amin

KARENA terus-terusan menangis, sementara Dokter Handoko sibuk menangani pasien yang berobat, Pak Sufyan isteri akhirnya mengi zinkan Rani kembali ke desa tem pat dimana dia mengajar.

Para guru senang melihat Bu Guru Rani sudah bisa kembali mengajar.
Di rumah sekolah, Bu Sita selaku ke pala sekolah menyiapkan jamuan makan bersama ala kadarnya.

"Jamuan ini hanya untuk mempe re rat tali silaturahmi saja. Sekaligus selamatan agar rumah sekolah kita ini tidak diganggu makhluk halus lagi," kata Bu Sita ketika memberi
kan kata sambutan di aula sekolah yang juga dihadiri segenap siswa SMP Desa Kita Bahagia.

"Mari kita membaca surah yasin bersama. Saya minta Pak Haji As nawi yang memimpin langsung pembacaan surah yasin," ujar Bu Sita.

Pembacaan surah yasin bersama dimulai setelah para siswa yang hadir tenang. Di luar aula ada bebe rapa orang wali siswa yang datang untuk mengurus suatu keperluan di sekolah.

Bu Sita meminta mereka untuk ma suk ke aula sekolah, ikut bersama-sama membaca surah yasin.

"Gampanglah nanti Bu. Setelah acara ini insya Allah semua kita urus," kata Bu Teti dan Bu Herlina pada seorang ibu muda yang tam pak kebingungan.

"Mari Bu. Masuk kita!" Ajak Bu Rani pada si ibu.

Lima belas menit, acara jamuan ma kan siang  itu dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disam pai kan H Asnawi.

Dalam tausiyahnya H Asnawi me ngajak segenap yang hadir untuk meningkatkan lagi ibadah sha latnya.

"Kalau sebelum ini hanya shalat wa jib, yang sunat belum. Ke depan ini selain yang wajib, kita cobalah un tuk mengerjakan yang sunat. Misal nya, bangun tengah malam, kita kerjakan shalat tahajud."

"Demikian pula halnya dengan puasa. Sebelum ini kita cuma pua sa ramadhan saja. Ke depannya coba sedikit-sedikit puasa sunat senin dan kamis," kata H Asnawi.

"Memang tak mudah. Tapi tak ada salahnya kalau kita permudah," jelas H Asnawi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar