Mata Pisau (17)
Oleh Wak Amin
"ADA-ada saja," kata Mr Fredi ber gumam sendiri sambil menggeleng kan kepala.
"Kalau malem sih masuk akal. Ini pagi. Hantu apa ya?"
"Hantu nyengir Tuan," jawab Joseph sembari tertawa. Mulanya pelan, ku atir Sang Bos tersinggung, setelah itu ngakak.
"Tak usah terlalu dipikirin Tuan. Namanya juga hantu. Mungkin hantunya bosan keluar malem melulu," ledek Albert.
"Iya Tuan. Mendingan kita minta bantuan Mr Chaw untuk secepat nya meninggalkan pulau angker ini," ujar Anto.
"Kamu udah bosan apa To?"Tanya Jonathan.
"Bosan sih enggak juga. Cuma sepi. Pasar enggak ada, mau nonton di mana tempat nontonnya. Kerja ka gak, cewek belum ketemu. Kalau begini terus keadaannya bisa tua sebelum masanya ..."
Ha ha ha ha ...
"Sama. Aku juga Bro," sahut Jose ph. " Aku kuatir saja .."
"Kuatir kenapa Bro?" Tanya Anto.
"Kita tak kan bisa pulang selamanya ..."
Haaaa?
"Ngigau kamu Bro," kata Albert.
Mr Fredi coba menengahi ...
"Benar apa yang dikuatirkan Jo seph itu. Soalnya, hingga kini Mr Chaw tak bisa dihubungi .."
"Jenderal Manan Tuan?"
"Sama juga. Sami mawon lah."
Waduuuh ...
Mr Fredi mengernyitkan dahinya. Kini dia menyadari bantuan yang diharapkan tak bakalan datang.
Harus cari jalan keluar ...
Apa?"
"Mumpung belum siang Tuan. Yuk kita nangkap ikan," ajak Albert.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar