Oleh aminuddin
4 Dampak KDRT
APA pun penyebabnya, KDRT me miliki pengaruh besar bagi kehidu pan di masa depan.
Tak jarang, korban KDRT tidak bisa melanjutkan hidupnya seperti bia sa. Beban dan luka akibat penga niayan yang pernah dialaminya akan terbawa seumur hidup.
Terkadang dalam beberapa kasus, anak yang dianiaya oleh orangtua nya, memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang sama ketika sudah menjadi orangtua. Walau, tentu saja tak selalu seperti itu kejadiannya.
1. Tidak pernah tenang
Seseorang yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga bakal sulit melupakan bekas luka yang dialaminya. Hidup pun jadi tidak tenang.
Seandainya korban berhasil me ninggalkan penganiayanya, misal nya istri yang menggugat cerai, anak yang bertumbuh dewasa, hal ini akan terus mempengaruhi hu bungan-hubungan mereka selanjut nya.
2. Trauma
Ada banyak kasus di mana korban KDRT menjadi tertekan dan trauma setelah menghadapi pelecehan da lam hubungan mereka.
Hal ini membuat mereka tidak bisa 'berfungsi' normal, yang kadang mempengaruhi berbagai aspek lain dalam kehidupan mereka, misalnya dalam bidang pekerjaan atau pendidikan.
3. Rasa sakit
Dalam kasus di mana salah satu di antara pasangan menerima kekera san fisik, korban mungkin mengala mi rasa sakit dan penderitaan. Ada kasus di mana cedera fisik sulit untuk dihilangkan.
Dalam beberapa kasus ekstrem, korban KDRT mengalami cacat fisik permanen akibat penganiayaan yang diterimanya.
4. Ketakutan
Sebuah studi baru-baru ini menga takan, korban KDRT cenderung men jadi paranoid. Mereka mungkin tidak bisa mempercayai adanya sebuah hubungan baru di mana mereka tidak akan dianiaya.
_____
Liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar