Oleh aminuddin
Sejarah Ilmu Santet
Santet sendiri bisa diartikan seba gai mengirim ‘sesuatu’ kepada se seorang dengan niat mencelakai, meyakiti dan membunuh melalui ilmu gaib.
Terdapat berbagai macam media yang digunakan dalam mengirim ‘sesuatu’, yakni boneka, foto, kembang, paku, dupa, rambut hingga air liur target dan sebagainya.
Pada umumnya orang biasa tidak mampu mengirim santet. Hanya mereka yang memiliki kekuatan batin tinggi dan ilmu dalam dunia supranatural mumpuni yang mampu melakukannya.
Oleh karena itulah, biasanya orang-orang menggunakan perantaraan dukun. Tapi harus diingat, tidak semua dukun melakukan hal keji semacam ini.
Santet ternyata telah dikenal sejak zaman Nabi Sulaiman as. Hal ini didukung keterangan Al-Quran ya ng menjelaskan bahwa ahli sihir sewaktu itu mampu memisahkan suami dan istri hingga mengirim sesuatu yang bersifat mudharat kepada orang lain.
Pada masa kerajaan Nabi Sulai man, setan-setan terbang ke atas langit pada suatu kedudukan ter tentu. Mereka mencuri pendenga ran dari malaikat dan membagikan nya kepada tukang sihir atau santet.
Setan menambahkan 70 kalimat untuk setiap kalimat yang ia de ngar. Setelah tukang santet itu mempercayainya, manusia yang datang kepada tukang santet pun mencatat hingga menjadikannya berbagai macam buku.
Hingga pada akhirnya buku-buku tersebut tersebar di kalangan Bani Israil dan terdengar oleh Nabi Sulaiman.
Karena ketegasan dalam mengikuti aturan dari Tuhannya itulah, kemu dian Sang Nabi menarik semua bu ku-buku itu, kemudian memasuk kan dan menyimpannya dalam peti yang dikubur di bawah kursi singga sananya.
Setelah Nabi Sulaiman wafat hing ga berganti ke generasi berikutnya, setan menjelma menjadi seorang manusia. Setan tadi menjumpai seseorang dan mengungkapkan sebuah ajakan ...
“Maukah kau kutunjukkan sebuah perbendaharaan yang tak kan habis dimakan selama-lamanya?”
“Tentu saja kami mau”, jawab manu sia tersebut. Dengan senyum picik manusia jelmaan setan meminta mereka untuk menggali peti di ba wah singgasana raja Sulaiman.
Begitulah sejarah singkat ilmu san tet yang kemudian berkembang hi ngga sekarang. Buku-buku tersebut layaknya kamus atau buku pandu an bagi para tukang sihir dan me nyebar, bahkan berkembang ke se luruh penjuru dunia.
Ketika mendengarnya, orang cende rung menganggap santet sebagai ancaman atau teror nyata yang si ap menerkam siapa saja.
Hanya ada satu hal yang dapat me nghindarkan Anda darinya, yakni kepercayaan kita kepada Sang Pencipta bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.
_____
Solusiparanormal.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar