Dua Menara (31)
Oleh Wak Amin
TERTANGKAPNYA Pelontos dan Brewok membuat gelisah dan pa nik Bos Husin. Dia marah, kesal dan juga takut rahasianya terbongkar menyusul tertangkapnya dua 'ora ng keperayaanya' itu.
Tak heran jika puluhan kali terden gar suara dering telepon di ruang kerjanya Dul Betok. Bos Husin ha nya ingin mengkonfirmasi lebih la njut ikhwal tertangkapnya Brewok dan Pelontos.
" Tenang saja Bos. Serahkan saja kepadaku," kata Dul Betok. Dia me ngaku punya kenalan dekat dan ber pengaruh di institusi kepolisian pu sat.
"Bagaimana aku bisa tenang kalau dua anak buahku itu belum keluar Pak Dul," kata Bos Husin, cemas dan meminta Dul Betok segera me ngambil langkah-langkah penyela matan.
"Bereslah itu, Bos. Aku yakin bisa karena kenalanku ini bukan orang sembarangan. Dia seorang jenderal hebat dan punya nama," terang Dul Betok.
"Oke. Aku tunggu kabar dari kamu secepatnya Pak Dul. Kalau bisa hari ini sudah ada kabar baik."
"Okeee ..."
Di lain tempat ...
Setelah 'menginterogasi' Brewok dan Pelontos, Mr Clean dan Letnan Ratna, segera bergerak cepat deng an mendatangi kediaman Dul Betok.
Karena tak ada di rumah, keduanya melanjutkan pencarian ke kantor Dul Betok. Diperoleh informasi Dul Betok barusan meninggalkan kan tor menuju suatu tempat.
"Tempatnya dimana, saya kurang tahu Pak," kata seorang petugas security dengan nada sopan.
Mr Clean tak percaya begitu saja. Dia menanyai beberapa karyawan, anak buah Dul Betok denga menya ru sebagain investor.
Mereka akhirnya mengaku Dul Be tok menuju ke suatu tempat di luar kota.
"Acara bapak hari ini menemui sese orang, katanya rekan bisnis. Perte muannya berlangsung di salah sa tu rumah makan disana," kata kar yawati bagian kehumasan dengan ramah.
Tak perlu waktu lama untuk menga ma kan Dul Betok. Pria berkulit pu tih itu ditangkap saat turun dari mo bil dan hendak menemui kolega nya, Jenderal Bunglon.
Tak ada perlawanan memang. Se lain tak menyangka bakal ditang kap Mr Clean dan Letnan Ratna, kali ini tanpa ditemani beberapa tukang pukul yang kerap menyer tainya kemana pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar