Mangkuk (4)
Oleh Wak Amin
***
KALI pertama yang didatangi Mr Clean adalah pemilik lapangan te nis. Baru setelah itu Mr Rahman, Mr James dan Sir Effendi.
Dari pertemuan ketiga kolega Sir Edward, termasuk pemilik lapangan tenis, hanya Mr Rahman yang ber sikap aneh.
Keanehan Mr Rahman berawal dari permintaannya agar Mr Clean dan Letnan Ratna memperlihatkan kar tu identitas, berlanjut menjawab per tanyaan dengan berbelit-belit.
"Cukup ya Pak, Bu Polisi?" Tanya nya dengan tatapan mata curiga dan penuh selidik.
"Sedikit lagi Tuan Rahman. Bisa kan?"
"Maaf," kata Mr Rahman sambil me mandang penuh gairah Letnan Rat na, "Apa kalian berdua ini suami isteri?"
"Tidak Tuan," jawab Mr Clean.
"Pacaran barangkali?"
"Jaga mulut anda Tuan," ucap Letnan Ratna, mulai tersulut emosinya.
"Kenapa? Anda tak suka Bu Polisi?"
"Iya, kenapa?"
"Kalau begitu sama dong dengan saya .."
"Maksud Tuan?" Tanya Mr Clean, menggeser tempat duduknya dari semula berhadapan, menyamping kanan.
"Saya tak suka atas kehadiran anda berdua di sini. Saya minta kalian se gera tinggalkan tempat saya. Kalau tidak ..." Ancam Mr Rahman.
"Kenapa Tuan Rahman?" Tanya Mr Clean.
"Saya akan panggil bodiguard saya untuk mengusir paksa kalian ber dua dari tempat saya ini .."
"Silakan kalau Tuan berani .." Tan tang Letnan Ratna, mengepalkan tinjunya untuk meninju muka Mr Rahman.
Untung Mr Clean cepat mencegah nya. Kalau tidak, entah apa yang terjadi kemudian ..
Mr Rahman menelepon dua bodi guardnya ...
Ketika sampai di ruangan tamu, Mr Clean dan Letnan Ratna sudah ti dak ada lagi di sana ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar