Oleh aminuddin
Kisah Inspirstif IV
Kisah Petani Cabai Sukses, Untungnya Menggiurkan
PENSIUN dari pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak membuat Imam Kusno berhenti berusaha untuk menopang hidupnya.
Pria yang sebelumnya berstatus guru ini justru sukses bertani cabai. Hasilnya bahkan melebihi penghasilannya sebagai abdi negara.
Berikut kisahnya ...
Sudah 4 tahun ini Imam bergelut dengan tanaman cabai lokal. Dia menanam komoditas yang kini harganya selangit itu di atas tanah seluas sekitar 1 hektare di Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
Dalam satu tahun, Imam mengaku bisa meraih untung hingga Rp 100 juta dengan masa 2 kali panen. Itu dilakoninya sendiri tanpa dibantu petani lainnya.
Harga cabai yang kian mahal membuat penghasilannya bertambah.
”Yang kita tanam ini hanya seperempat hektare, sekitar lima batang saja. Kalau pakai tenaga sendiri hanya Rp 3.000 per batang biaya perawatan hingga masa panen," ujar Imam.
Menurut Imam, bertani cabai seperti merawat bayi. Harus tekun dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Ketika dipanen, para pedagang ya ng datang mengambil cabai ke rumahnya.
”Tergantung kualitas bibitnya, biasanya harga normal dulu sebelum naik Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogramnya," ujarnya.
Imam menuturkan, penyebab harga cabai naik di pasaran adalah cuaca yang tidak menentu.
Hal itu menyebabkan beberapa pe nyakit cabai, seperti jamur, hama, dan lainnya mudah menyerang.
Hal yang ditakutkan petani cabai adalah apabila hujan siang hari ka rena jamur akan bermunculan. Ka rena itu, setelah hujan tanaman cabai harus disemprot.
”Menentukan berhasil atau tidak itu kan cuaca. Lebih baik musim ke marau sekalian lebih bagus. Dam paknya cuaca seperti ini, jamur yang banyak, patek juga banyak. Makanya dua kali sehari disemprot tidak menutupi gagal panen," katanya.
Sementara itu, Kasi Produksi Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Kobar Legiman mengatakan, petani cabai di Kobar paling banyak berada di Kecamatan Pangkalan Lada dan Arut Selatan.
Cabai lokal di Kobar sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar ...
”Sebagian dipasok dari jawa, sekarang ini rata-rata cabai di pasaran sudah disuplai petani lokal dan kualitasnya juga bagus," tandasnya.
_____
https://www.jawapos.com > features > kis ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar