Minggu, 25 November 2018

Sekuntum Bunga (6)

Sekuntum Bunga (6)
Oleh aminuddin





Kalung ...




PUTRI Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar, lembut hati, suka menolong dan penyayang.

Salah satu kisah kebaikan hati istri Ali bin Abi Thalib itu adalah tentang kalung miliknya.

Suatu ketika Rasullah SAW sedang duduk di masjid bersama dengan para sahabat, tiba-tiba datang seorang musafir yang kehabisan bekal.

Si musafir berkata kepada Rasul. "Ya Rasulullah, saya lapar sekali, berilah saya makanan. Saya tak punya pakaian kecuali yang saya kenakan, saya tak punya uang untuk bekal pulang. Tolong saya ya Rasul".

Rasul lalu menjawab, "Sayang aku sedang tidak memiliki apa-apa untuk diberikan kepadamu, tetapi orang yang menunjukkan kebaikan adalah sama dengan orang yang melakukannya."

Rasul lalu menyuruh si musafir untuk ke rumah putrinya, Fatimah Az Zahra.

"Pergilah ke tempat orang yang dicintai Allah dan Rasulnya, dia lebih mengutamakan Allah dari pada dirinya sendiri, itulah Fatimah putriku."

Kemudian Rasulullah SAWv meminta sahabatnya untuk mengantar musafir ke rumah Fatimah.

Ketika di rumah Fatimah, ternyata tidak ada sesuatu yang layak dima kan.

Fatimah juga tidak punya uang untuk diberikan ..

Fatimah kemudian teringat kalung hadiah pernikahannya dengan Ali. Dengan hati ikhlas Fatimah lalu memberikan satu-satunya harta yang dimilikinya itu kepada si mu safir.

"Juallah kalung ini, mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi kebutuhanmu," kata Fatimah.

Musafir itu lalu kembali ke tempat Rasul yang sedang berkumpul dengan sahabatnya dan memperlihatkan kalung yang diberikan Fatimah kepadanya.

Rasul begitu terharu dan tak kuasa menahan tangis, putri tercintanya rela memberikan satu-satunya harta yang dimiliki untuk membantu si musafir itu.

Salah seorang sahabat bernama Ammar bi Yasir mengajukan diri untuk membeli kalung itu.

"Berapa hendak kau jual kalung itu?" tanya Ammar bin Yasir kepada si musafir.

"Aku akan menjualnya dengan roti dan daging yang bisa mengenyangkan perutku, sebuah baju penutup tubuhku dan uang 10 dinar untuk bekalku pulang".

Ammar lalu membeli kalung itu dengan harga 20 dinar emas, di tambah sebuah baju, serta seekor unta untuk tunggangan si musafir.

Setelah itu Ammar berkata kepada budaknya yang bernama, Asham.

"Wahai Asham, pergilah mengha dap Rasulullah dan katakan aku menghadiahkan kalung ini dan juga engkau kepadanya. Jadi mulai hari ini kamu bukan budakku lagi tetapi budak Rasulullah."

Rasulullah yang menerima pesan Ammar tersenyum dan melakukan hal yang sama.

Fatimah begitu berbahagia mene rima hadiah kalung dari ayahan danya, meskipun dia tahu kalung itu adalah kalung miliknya yang diberikan kepada musafir.

Dia juga mendapat hadiah seorang budak ...

Fatimah yang berhati lembut bukan berbahagia mendapatkan budak, dia justru membebaskan Asham dan menjadikan Asham manusia merdeka.

Asham begitu gembira karena dirinya tak lagi menjadi budak. Dia tersenyum dan tertawa hingga mem buat Fatimah bingung.

Asham lalu berkata ...

"Aku tertawa karena kagum dan takjub akan berkah kalung itu. Ka lung itu telah mengenyangkan orang yang lapar, telah menutup tubuh orang yang telanjang, telah memenuhi hajat seorang yang fakir dan akhirnya telah membebaskan seorang budak," jawab Asham.








_____

https:// m. detik.com > news > berita > kisah ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar