Senin, 10 Desember 2018

Mangkuk (16)

Mangkuk (16)
Oleh Wak Amin


***
USAI keduanya, Mr Rahman dan Mr Jango menuntaskan kesepakatan  yang dilanjutkan dengan santap ma lam berdua, lewat tengah malam mereka pun berpisah dengan meni nggalkan Kafe Simpang Lama, kem bali ke rumah masing-masing.

Di luar kafe sudah menunggu seora ng pria tampan. William namanya. Dari kejauhan dia memperhatikan gerak-gerik Mr Rahman dan Mr Jango.

William baru mengikuti langkah kaki Mr Jango ke area parkir se telah Mr Rahman, dengan kenda raan pribadinya, melesat lambat menuju jalan raya.

Mr Jango rupanya tahu dia diikuti seseorang. Dia pura-pura tak tahu. Dia baru beraksi setelah si pengun tit hendak mendekatinya ketika membuka pintu mobil.

Satu dua pukulan dilepaskan Mr Jango. Dielakkan William sambil salto di udara.

Ha ha ha ..

"Masih ingat sama aku Bro?" Tanya William dari belakang mobil.

Dia mendekat...

Lalu mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman ...

"William .. William Bro. Masih ingat kan?"

Lima detik tercenung ...

Setelah itu tertawa. Keduanya sali ng berpelukan. Erat sekali pelukan itu.

Teman lama semasa sekolah da sar. Lepas es em aa mereka ber pisah.

Lama tak bersua. Sekarang jumpa, apa tak gembira. Sulit dilukiskan dengan kata-kata.

"Kamu pasti sudah jadi bos sekara ng Wil. Betul?"

"Betul sekali. Bosnya es ..." jawab Wiliiam sambil tertawa.

Mr Jango ikut tertawa ...

"Kamu sendiri gimana Ngo?"

"Seperti kau lihatlah." Mr Jango me ngeluarkan isi dompetnya. Tebal ka rena dipenuhi uang kertas seratu san ribu.

Ha ha ha ..

"Pantas kamu awet muda Ngo. Uangmu banyak ..."

"Ini belum seberapa Wil. Nanti sete lah tugasku selesai akan lebih ba nyak lagi uang yang kudapat."

Hua ha ha ha ...

Keceplosan ngomong. Mr Jango tak menyadari hal itu ...

"Wah-wah hebat kamu Ngo. Ngomo ng-ngomong tugas apa yang kamu lakukan?"

"Tugasnya sih belum. Baru akan di mulai, eee taunya sudah ketemu kamu Wil."

He he he he ..

"Nasibmu memang lebih baik dari aku Ngo. Buktinya, duitmu banyak sementara aku sedikit."

William memperlihatkan isi dom petnya yang cuma berisi selembar uang seratus ribu perak ...





.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar