Kamis, 24 Januari 2019

Anak Berbakat (2)

Anak Berbakat (2)
Oleh aminuddin





ISTILAH gifted yang digunakan saat ini untuk pertama kalinya diperke nalkan oleh Guy M Whipple dalam Monroe's Encylopedia of Education untuk menunjukkan keadaan anak-anak yang memiliki kemampuan supernormal (Henry, 1920 dikutip dari Passow, 1985 Vol 25 No. 1).

Berbagai istilah yang menunjuk pa da keadaan gifted sebelumnya ber macam-macam. Seperti yang digu nakan oleh William T. Harris tahun 1868 di St. Louis yaitu pupils of more than average capability, brilliant children, pupils of supernormal mentality, dan gifted.

Demikian pula, ketika melakukan studinya di tahun 1869, Galton menggunakan istilah eminence, sedangkan Hollingworth (1926) menggunakan istilah gifted dan talented.

Newland (1976) lebih senang menggunakan istilah academic talented sebagai penghalus dari istilah superior, yang didasarkan pada pengukuran intelegensi.

Mc Leod dan Cropley (1989) menye butkan tiga istilah yang sering dise but dalam literatur keberbakatan namun jarang digunakan saat ini, adalah genius, prodigy dengan giftedness, talent intelligence.

Menurut Mc Leod dan Cropley, istilah genius adalah istilah lama yang menunjuk pada seseorang yang  mempunyai kemampuan luar biasa yang didemonstrasikan dengan prestasi yang luar biasa pula, dan istilah genius digunakan oleh Hollingworth (1926) untuk anak-anak dengan IQ lebih dari 180.

Feldhusen (1985:16) memberikan pengertian genius dan gifted sebagai berikut :

Genius merujuk jelas pada individu yang telah menampilkan kemampu an tingkat tinggi yang luar biasa pa da prestasi bermakna, sedangkan berbakat adalah secara umum me nunjuk pada mereka yang menam pilkan tanda-tanda atau indikasi kemampuan superior.

Berapa persenkah anak yang memiliki keberbakatan?

Angka yang diberikan para pakar sa ngat bervariasi. Terman yang telah melaju kan studi longitudinal terha dap anak berbakat menyatakan dari sejumlah studinya, skor 130 ke atas sebagai keberbakatan dan IQ 150 ke atas sebagai genius (Feldman, 1979).

Sejumlah peneliti juga mengguna kan istilah untuk membedakan an tara prestasi yang ekstrem dan menengah dengan menyatakan keberbakatan untuk di atas 0,1℅ dan bertalenta untuk 1,9℅ berikutnya. Kemungkinan lain, di atas 2℅ disebut anak berbakat, 5℅ lainnya anak bertalenta.

Sejumlah pakar lain yang diteliti Martinson (1974) menyebutkan sejumlah anak berbakat intelelektual adalah top 5℅ atau 2% dari populasi dan mereka mempertimbangkan yang ada dalam 11-15℅ adalah sebagai talenta.

Begitu pula The National Association of Gifted Children merujuk anak berbakat intelektual akademis ada pada top 15-20% dalam hasil tes akademis dan anak berbakat intelektual yang tinggi ada pada top 2-3%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar